Loading...

PENGEMBANGAN INOVASI JAJAR LEGOWO DI WKPP PADANG XI PUNGGASAN

PENGEMBANGAN INOVASI JAJAR LEGOWO DI WKPP PADANG XI PUNGGASAN
Banyak hal yang mempengaruhi proses meningkatnya produksi padi, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan berimbang dan tepat sasaran, pengairan yang cukup, pengendalian hama penyakit, dan lain sebagainya. Pada saat ini ada cara yang bisa di tempuh oleh petani dalam proses meningkatkan produksipadi melalui inovasi pertanian, salah satu yang bisa di pilih yaitu dengan cara tanam padi dengan sistem jajar legowo. Tujuan utama dari tanam padi dengan sistem jajar legowo yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi dari tanaman yang seolah-olah tanaman padi berada di pinggir (tanaman pinggir) atau seolah-olah tanaman lebih banyak berada di pinggir. Berdasarkan pengalaman, tanaman padi yang berada di pinggir akan menghasilkan produksi padi lebih tinggi dan kualitas dari gabah yang lebih baik, ini dikarenakan tanaman padi di pinggir akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak. Itulah sebabnya sistem jajar legowo menjadi salah satu pilihan dalam proses meningkatkan produksi gabah. Sistim jajar legowo 2:1 merupakan inovasi yang populer di kembangkan oleh petani di nagari padang XI pungasan. Sistem ini setiap dua baris diselingi satu baris yang kosong dengan lebar dua kali jaraktanam, dan pada jarak tanam dalam baris yang memanjang di perpendek menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya. Dilihat dari gambar tanam padi dengan sistem jajar legowo maka dapat dilihat peningkatan populasi dari tanaman padi yang ditanam. Secara umum rumus peningkatan jumlah populasi tanaman padi dapat dilihat dengan rumus 100% x 1 : (1 + jumlah legowo).Pada Legowo 2:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100% x 1 : (1+2) = 33,3 % dan pada legowo 4:1 yaitu 100% × 1 : (1+4) = 20 %. Jadi tanam jarwo yang lebih diminati oleh petani di nagari Padang XI punggasan kecematan linggosari baganti adalah model tanam jarwo 2:1. Sistem jajar legowo • Menambahnya jumlah tanaman padi • Akan meningkatkan produksi tanaman padi secara signifikan • Memperbaiki kualitas gabah karena akan semakin banyaknya tanaman pinggir • Dapat mengurangi serangan penyakit pada tanaman padi • Dapat mengurangi tingkat serangan hama tanaman padi • Akan mempermudah dalam perawatan tanaman padi baik dalam proses pemupukan maupun penyemprotan pestisida • Dapat menghemat pupuk, karena yang dipupuk hanya di bagian dalam baris tanaman saja. NAGARI Padang XI Punggasan memiliki luas baku sawah 337 ha. Bedasarkan hasil evaluasi dan monitoring kelapangan terjadi peningkatan luas tanam jajar legowo dari 17 ha pada MT sebelumnya menjadi 65 ha pada MT Oktober 2019 yang dikembangkan oleh 4 kelompok tani. Peningkatan cukup signifikan telah mencapai 19,28% dari luas baku sawah. Dilihat dari aspek produktifitas yang di ambil dari data ubinan oleh tim ubinan kecamatan linggosaribaganti tahun 2018 bahwa produksi sistem tanam kompesional rata-rata hanya 3.9 ton /ha sementara produksi dengan sistem jarwo rata-rata mencapai 5.19 ton/ha. Ada peningkatan produksi 1.3 ton/ha sama dengan 33%. Kesimpulan dari hasil pembahasan diatas menunjukan PENGEMBANGAN INOVASI TANAM JAJAR LEGOWO DI WKPP PADANG XI PUNGGASAN terbukti ada peningkatan baik dari sisi luas pengembangan maupun dari sisi produktifitas. Oleh karena itu kami sebagai penyuluh pertanian sangat optimis jikalau sistem jajar legowo dijadikan program utama padi sawah dalam rangka meningkatkan produksi untuk mencapai swasembada berkelajutan sebagaimana yang di tuangkan dalan renstra kememetian pertanian. Sebagai penyuluh THL -TBPP kami siap mendukung program tersebut untuk meningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku utama dan pelaku usaha. (JUN/ 20 )