Loading...

PENGEMBANGAN JAGUNG DI NTT

PENGEMBANGAN JAGUNG DI NTT
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Ir. Yohanes Oktovianus, MM, di damping Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Miqdonth S. Abolla, M.Si, tim ahli Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS), Dr. Ir. Toni Basuki, MSi, peserta palatihan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Zona Timor dan Rote, rabu, 17 juni 2020 bertempat di aula UPT Kebun Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, memberi arahan kepada peserta pelatihan pendamping lapangan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) bagi petugas pendamping Zona Timor dan Rote. Dalam arahan kepada peserta Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS), Yohanes mengatakan, program Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, untuk menjadikan Nusa Tenggara Timur menjadi gudang jagung dan gudang sapi harus kita dukung bersama. Target untuk mendapatkan produksi Tanam Jagung Panen Sapi ini kita langsung memberikan vasilitas berupa benih, pupuk, mesin pengisap air untuk pengairan. Yohanes mengatakan, ada hal yang tersembunyi di Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS), khususnya pada musim kering tahun 2020. Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) tahun 2019, oktober maret relative di katakan berhasil, dengan kita mengimput teknologi ada peningkatan produktivitas. Yohanes mengatakan, pada musim kering sekarang ini, tantangan lebih berat, ini yang kita mau merubah kebiasaan, kalau sekarang ini di masa Covid ini ada yang disebut new normal, di Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) juga demikian. Bagaimana para petani membiasakan memanfaatkan peluang potensi sumberdaya alam yang ada dan waktu yang ada. Bapak Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat tantang akan diberikan 25 miliar untuk dikerjakan untuk pengembangan jagung dan ini harus jadi pola Tanam Jagung Panen Sapi, (TJPS) yang selama ini untuk musim kering kurang diperhatikan. Yohanes mengatakan, ada dua cara untuk peningkatan produksi jagung, yaitu perluasan areal dengan memanfaatkan waktu dan areal yang sudah tersedia. Kita laksanakan intensifikasi waktu dengan melihat potensi air yang ada, tahun berikutnya kita akan masuk di kawasan perhutanan yang diijinkan, bukan sembarang hutan, tegas Yohanes. Oleh: Bonefasius Rangga, S.ST. Penyuluh Pertanian Madya Provinsi NTT