Loading...

PENGEMBANGAN JAGUNG HIBRIDA MELALUI PRODUKSI BENIH UNGGUL

PENGEMBANGAN JAGUNG HIBRIDA MELALUI PRODUKSI BENIH UNGGUL
Selain gandum dan padi, tanaman pangan terpenting penghasil karbohidrat adalah jagung. Bagi sebagian penduduk Indonesia, jagung menjadi pangan pokok, sebagaimana juga dengan beberapa Negara di dunia. Saat ini, jagung juga sudah menjadi bahan baku penting pakan ternak baik dari hasil utama maupun dari limbahnya. Penggunaan jagung lainnya adalah sebagai sumber minyak dan bahan dasar tepung maizena. Dalam perkembangannya, jagung terus mendapat perhatian untuk diteliti varietasnya. Salah satu hasilnya adalah varietas hibrida.TEKNIK PRODUKSI BENIH JAGUNG HIBRIDABenih varietas hibrida adalah F1 artinya turunan dari persilangan antara varietas bersari bebas atau populasi dengan galur atau hibrida; atau persilangan antara galur dengan galur; atau persilangan antara galur murni. Contohnya: Semar1 – Semar10; Bima1 – Bima6; Surya; Bisi2; Bisi5; NK11; NK55; NK33; C5; C7; P7; P11; P13, dsb.Dalam memproduksi benih jagung hibrida, lokasi harus terisolasi dari pertanaman varietas lain. Isolasi dapat dilakukan berdasarkan jarak atau waktu. Jarak lokasi pertanaman untuk produksi benih jagung hibrida dengan jagung varietas lain minimal 300 m dan perlu juga memperhatikan arah angin. Jika isolasi waktu yang diterapkan maka selisih waktu minimal 3 minggu dengan varietas lain di sekitarnya.Penyiapan dan Pengolahan Lahan. Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya terutama jika pertanaman sebelumnya adalah jagung. Untuk memberantas gulma berikan herbisida. Pengolahan tanah dilakukan menggunakan bajak dan diikuti dengan garu sampai tanah tidak berbongkah-bongkah dan rata.Penyiapan Benih. Dalam benih jagung hibrida dikenal 2 induk yaitu induk tanaman jantan dan induk tanaman betina. Walaupun berbeda sifat-sifatnya tetapi keduanya mempunyai daya gabung yang baik. Kedua benih induk tersebut harus dipisahkan. Dalam memproduksi benih jagung hibrida (F1), kebutuhan benih tanaman induk jantan dan induk betina 1 berbanding 3. Contoh: jika kebutuhan benih 20 kg, maka untuk induk jantan 5 kg dan induk betina 15 kg. Sebelum ditanam, benih diberi metalaksil sebanyak 2 g/1 kg benih yang dicampur dengan air sebanyak 10 ml.Penanaman. Perbandingan antara baris induk tanaman jantan dan betina umumnya 1 : 3 (1 baris tanaman jantan dan 3 baris tanaman bentina). Pada umumnya induk tanaman jantan berbunga lebih lambat antara 2 - 5 hari dibanding betina. Agar waktu berbunganya bersamaan dan dapat terjadi penyerbukan secara sempurna, maka induk tanaman jantan ditanam lebih dahulu antara 2 - 5 hari.Pemupukan. 5-6 hari setelah ditanam, biasanya benih sudah tumbuh. Pemupukan diberikan 2-3 kali dengan porsi pupuk N pada setiap aplikasi disesuaikan dengan stadia pertumbuhan tanaman. Takaran pupuk tergantung tingkat kesuburan tanah. Dianjurkan melakukan analisis tanah sebelum tanam atau menerapkan rekomendasi setempat. Jika keduanya tidak ada tersedia, maka dasar takaran pupuk dapat digunakan dengan diikuti pemantauan menggunakan Bagan Warna Daun (BWD).Penggunaan BWD diterapkan saat tanaman berumur 40 - 45 hari. Gunanya untuk memantau keseimbangan hara yang ada dalam tanaman utamanya unsur nitrogen (N). Jika unsur nitrogen menunjukkan kekurangan, maka segera lakukan penambahan. Jika diberikan pupuk kandang lakukan pada saat tanam. Takaran pupuk cukup segenggam (25 – 50 g) untuk setiap lubang tanam atau setara dengan 1,5 – 3,0 t/ha. Untuk lahan masam diperlukan pupuk kandang, dan dianjurkan dari kotoran ayam ras yang biasanya sudah mengandung kapur cukup memadai.Penyiangan dan Pembumbunan. Penyiangan pertama yang diikuti pembumbunan dilakukan saat tanaman berumur 15-20 hari. Dilakukan dengan cangkul sekaligus membuat saluran irigasi untuk pendistribusian air ke tanaman. Penyiangan ke dua sesuai kondisi pertumbuhan gulma di lapangan. Umumnya, sesaat setelah pemupukan ke dua. Dilakukan dengan menggunakan herbisida kontak atau secara manual dengan cangkul. Penggunaan herbisida kontak dapat dilakukan dengan sprayer yang pada ujung nozzle-nya ditambahkan alat pelindung agar percikan herbisida tidak mengenai daun tanaman. Penyemprotan dianjurkan pagi hari cara mengarahkan nozzle sedekat mungkin dengan permukaan tanah.Pengendalian hama. Hama utama pada pertanaman jagung adalah lalat bibit, penggerek batang dan tongkol. Untuk pencegahannya, berikan carbofuran bersamaan dengan penanaman benih dalam lubang tanam, takaran 10-15 kg (produk)/ha. Pengendalian hama penggerek batang dilakukan dengan memberikan carbofuran melalui pucuk tanaman, takaran 10 kg produk/ha (3-4 butir/tanaman).Pemberian air. Pemberian air perlu dilakukan jika tanaman menunjukkan gejala kekurangan air (daun mulai menggulung). Pendistribusian air sebaiknya dilakukan melalui alur-alur di antara baris tanaman yang telah dibuat saat pembumbunan. Selama pertumbuhan tanaman jagung pada musim kemarau biasanya memerlukan pemberian air sampai 6-8 kali (tergantung saat tanam dan tekstur tanahnya).Pencabutan bunga jantan. Bunga jantan pada induk tanaman bentina harus dicabut. Hal ini untuk mencegah agar tidak terjadi penyerbukan sendiri. Pencabutan dilakukan sebelum malai bunga jantan keluar (saat masih terbungkus daun bendera). Untuk mencegah agar tidak ada tanaman yang terlewatkan tidak tercabut bunga jantannya, maka pencabutan dilakukan setiap hari selama periode berbunga. Pencabutan bunga jantan ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari.Panen dan Prosesing. a)Panen dapat dilakukan setelah masak fisiologis atau kelobot telah mengering berwarna kecoklatan; b)Semua tongkol yang telah lolos seleksi pertanaman di lapangan dipanen, kemudian dijemur di lantai jemur sampai kering sambil dilakukan seleksi tongkol; c)Penjemuran tongkol dilakukan sampai kadar air biji mencapai sekitar 16%, selanjutnya dipipil dengan mesin pemipil pada kecepatan sedang agar biji tidak pecah/retak atau dengan alat pemipil khusus benih; d)Setelah biji terpipil, lakukan sortasi biji menggunakan sayakan yang diameternya disesuaikan varietasnya, biji-biji yang tidak lolos ayakan dijadikan sebagai benih; e)Biji-biji yang terpilih sebagai benih dijemur kembali atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air mencapai 9-10%; f)Pengemasan dilakukan dalam kantong plastik yang mempunyai ketebalan 0,2 mm, sebaiknya plastik yang digunakan tidak tembus cahaya dan berwarna putih, benih yang sudah dikemas sebaiknya disimpan dalam ruang ber AC agar umur benih lebih lama. Proses pascapanen, mulai saat panen sampai pengemasan benih, dianjurkan tidak lebih dari 10 hari. (Penulis, Inang Sariati)Sumber : 1. https://anekaplanta.wordpress.com/2010/01/29/pengembangan-jagung-hibrida-terbuka-lebar/2. http://megaretanindia.blogspot.co.id/2015/04/pengembangan-jagung-hibrida-sebagai.html3. http://hbwhiteningoriginalindonesia.blogspot.co.id/2013/04/teknologi-produksi-benih-jagung-hibrida.html4. https://id.wikipedia.org/wiki/Jagung hibrida