Kacang tanah untuk sebagian orang adalah cemilan kegemaran. Untuk dibuat rempeyek, digoreng, atau dinikmati sambil menonton bola. Sebagai bentuk kepedulian pada petani saat ini dan didorong ingin meninggkatkan kualitas hidup profesi sebagai petani, beberapa waktu lalu sebagai institusi yang cukup terkemuka di perguruan tinggi termuka di negeri ini melalui Fakultas Biologi nya telah merilis benih kacang tanah lokal yang unggul yakni "Kacang Lurik". Fakultas Biologi UGM mengembangkan penelitian kacang tanah di Desa Depokrejo Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini merupakan kegiatan hibah pengabdian kepada masyarakat Desa Depokrejo. Pengembangan Desa Depokrejo bertujuan sebagai sentra produksi/pioneer kacang tanah lurik yang unggul dan unik guna menciptakan gebrakan baru di pasaran kacang tanah regional Jawa Tengah dan DIY maupun Indonesia serta mendukung upaya diversifikasi dan peningkatan ketahanan pangan nasional. Pada tanggal 15 Juli 2018, Tim Dosen beserta mahasiswa dari Fakultas Biologi UGM melakukan sosialisasi di Balai Desa Depokrejo, Kecamatan Ngombol. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Depokrejo, Ketua Poktan Rukun Tani dan Makmur 05, PPL, dan anggota kelompok tani sebanyak 25 orang. Ketua peneliti sekaligus Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi S. Daryono, mengatakan varietas kacang tanah baru ini memiliki karakter yang berbeda dengan jenis kacang tanah yang ada selama ini. Kacang ini memiliki jumlah biji lebih banyak dengan jumlah minimal tiga dan maksimal lima. Sementara itu, biji dan polong mempunyai ukuran lebih besar pada umumnya serta produktifvitas lebih tinggi dibandingkan dengan kacang pada umumnya, kurang lebih 25 polong pertanaman. Budi menjelaskan kacang ini dikembangkan melalui teknik polipodisasi atau penggandaan kromosom tumbuhan. Dengan begitu, tanaman yang dihasilkan mempunyai ukuran karakter fenotip baik akar, batang, daun, bunga, buah, serta biji yang umumnya lebih besar daripada tanaman asalnya. Tidak hanya itu, kacang yang dikembangkan di bawah Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Fakultas Biologi UGM ini juga memiliki ciri yang cukup unik. Bagian kulit bijinya mempunyai corak lurik atau bercak-bercak garis ungu kecokelatan.Mengingat adanya karakter unik berupa lurik pada kulit biji serta minimnya penelitian pada kacang tanah jenis ini Budi menyampaikan kedepan akan mengajukan nama ilmiah baru khususnya pada tingkat varietas menjadi kacang tanah (Arachis hypogaea var. Lurikensis). Pihaknya terus berupaya untuk mengeksplorasi lebih jauh informasi ilmiah mengenai kacang tanah jenis ini. "Bukan tidak mungkin ke depan Fakultas Biologi UGM akan berkontribusi nyata dalam perumusan nama ilmiah baru tingkat varietas menjadi kacang tanah (Arachis hypogaea var. Lurikensis) ," kata Budi. (Humas UGM/Ika) Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi, selanjutnya diadakan kegiatan penanaman kacang tanah lurik pada tanggal 9 Agustus 2018. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan sawah Desa Depokrejo. Kebutuhan benih yang dibutuhkan yaitu 130-140 Kg (masih dalam kondisi polong) untuk luasan 1 Ha. Dalam budidaya atau menanam kacang tanah, terlebih dahulu dilakukan pengolahan lahan sebagai media tanam secara organik. Dengan menggunakan cara organik, maka akan mendapatkan kacang yang berkualitas organik dan lebih terlihat alami tanpa adanya bahan-bahan lain. Pembajakan dan pencangkulan lahan bertujuan untuk menggemburkan tanah dan menghilangkan gulma dan sisa-sisa akar pertanaman sebelumnya. Selanjutnya bedengan dibuat debgan lebar 80 cm dan tinggi 20-30 cm. Di antara bedengan kemudian dibuat parit. Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam dilakukan pengapuran dengan dosis 1-2,5 ton/ha selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam. Penanaman dilakukan dengan menggunakan tugal sedalam 3 cm dengan 2 butir benih per lubang, kemudian lubang tanam ditutup tanah. Benih kacang tanah lurik ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 30 x 20 cm pada tanah subur. Pada tanah yang kurang subur dapat ditanam lebih rapat yaitu 40 x 10 cm atau 20 x 20 cm.Kegiatan budidaya selanjutnya yaitu pemupukan, pengairan, penyiangan, pengendalian OPT dan terakhir panen dan pasca panen kacang tanah lurik. Kacang tanah lurik yang sudah siap panen, daunnya mulai menguning dan rontok. Penentuan waktu panen disesuaikan dengan jenis atau varietas yang ditanam biasanya 85 -110 hari. Polong yang sudah tua memiliki kulit yang keras dengan biji yang bernas dan kulit biji yang tipis. Diharapkan dengan adanya pengembangan kacang tanah lurik di Desa Depokrejo ini dapat menjadi pioneer bagi anggota kelompok tani lainnya untuk ikut serta menanam kacang tanah lurik ini, mengingat produk ini masih jarang dibudidayakan dan mempunyai prospek yang menjanjikan. Oleh : Bakti Woro Haryanti, SPBPP Kecamatan Ngombol DINPPKP Purworejo