Loading...

PENGEMBANGAN KEDELAI VARIETAS BARU HASIL PEMULIAAN MUTASI RADIASI

PENGEMBANGAN KEDELAI  VARIETAS  BARU HASIL PEMULIAAN  MUTASI  RADIASI
Menurunnya gairah petani untuk menanam kedelai karena dianggap kurang menguntungkan. Produktivitas kedelai masih rendah, karena anjuran teknologi belum diterapkan secara tepat dan benih kedelai unggul masih terbatas. Demi kepentingan nasional yang multifaset, sudah lama disadari bahwa produksi kedelai dalam negeri harus dipacu dan dijaga, sehingga tidak tergantung pada impor.Kuncinya adalah penguasaan dan pengembangan teknologi mulai dari varietas unggul yang sesuai secara agroklimatik, budidaya, pasca panen, prosesing, dan aspek-aspek pendukung lainnya, seperti pemasaran, prasarana, dan sebagainya. Upaya yang dapat dilakukan adalah terus membina petani yaitu dengan penggunaan bibit unggul yang memiliki umur pendek genjah serta tahan terhadap hama dan penyakit. Selain itu, harus di dukung oleh irigasi yang baik, penggunaan pupuk yang tepat, serta penanganan pasca panen dengan baik.Dalam satu dua dekade terakhir, upaya pengembangan dan penguasaan teknologi berlangsung cukup pesat, khususnya menyangkut varietas unggul dan teknologi budidaya. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebagai lembaga penelitian sejak tahun 1972 telah melakukan penelitian dalam bidang pertanian dengan teknologi mutasi radiasi untuk mendapatkan varietas baru yang unggul. Pelaksanaan penelitian di BATAN awalnya dimulai dengan mengiradiasi benih padi untuk mendapatkan varietas baru yang unggul dan genjah. Pemuliaan mutasi dengan teknologi radiasi tersebut hingga tahun 2012 telah menghasilkan padi unggul sebanyak 20 varietas.Disamping itu, teknik mutasi radiasi juga diterapkan pada tanaman palawija khususnya untuk mendapatkan varietas unggul kedelai. Jumlah ketersediaan varietas unggul kedelai di Indonesia hingga sekarang masih lerbatas. Oleh karena itu, BATAN dalam peran sertanya memperbanyak varietas unggul terus melaksanakan kegiatan penelitian untuk memecahkan masalah nasional tersebut. Pemuliaan mutasi radiasi kedelai dimulai tahun 1977. Sampai tahun 2010, dengan memanfaatkan teknik mutasi radiasi telah menghasilkan 6 varietas unggul kedelai yaitu varietas Muria yang dirilis tahun 1987, varietas Tengger dirilis tahun 1991, dan Meratus yang dirilis tahun 1998. Hasil dari kegiatan litbang yang di bidang kekacangan ini agak lambat karena penelitian lebih difokuskan pada varietas padi yang merupakan bahan pangan utama dan lebih memerlukan perhatian untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional.Pada tahun 2004, BATAN merilis varietas unggul baru kedelai setelah beberapa tahun tidak merilis varietas sejak tahun 1998. Varietas baru ini diberi nama Rajabasa yang merupakan hasil persilangan dari galur mutan No. 214 dengan galur mutan 23-D (dihasilkan dari iradiasi sinar gamma terhadap varietas Guntur). Dibandingkan dengan varietas sebelumnya, varietas Rajabasa memiliki beberapa keunggulan tertentu, yaitu tingkat produktivitasnya mencapai 2,90 - 3,90 ton per hektar, sedangkan varietas lainnya hanya berkisar antara 1,4 - 1,8 ton per hektar.Biji kedelai varietas Rajabasa berwarna kuning mengkilat dan ukuran butir lebih besar serta berat per 1000 butimya mencapai 150 gr. Namun sisi kelemahannya adalah umur tanamnya lebih panjang sekitar 6-8 hari dari varietas lain. Kemudian tahun 2008 melalui SK Menteri Pertanian No. J.03/KpstlSR.12017/2008, BATAN kembali merilis varietas unggul baru kedelai dengan nama Mitani. Varietas ini merupakan hasil persilangan dari galur mutan No. l3 -D >Dari semua varietas kedelai yang dihasilkan BATAN, ternyata masih belum dapat memenuhi keinginan petani, karena ukuran bijinya masih terlalu kecil , sehingga tidak dapat bersaing dengan kedelai yang berbiji besar. Akhirnya tahun 20I0 BATAN kembali merilis varietas unggul baru kedelai dengan SK Menteri Pertanian No.2602/Kpts/SR.12017/2010 yang diberi nama Mutiara-1. Dengan tersedianya berbagai varietas unggul kedelai diharapkan para petani kembali bergairah untuk menanam palawija, khususnya kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional yang saat ini masih jauh lebib besar dibandingkan dengan kemampuan produksinya.Dengan memanfaatkan teknik mutasi radiasi, BATAN terus berupaya menciptakan varietas baru untuk memperkaya keragaman genetik yang memudahkan petani dalam memilih varietas yang disukai. Hasil varietas unggul BATAN ini terus dimasyarakatkan ke berbagai daerah agar hasil litbang ini didayagunakan oleh masyarakat luas. Melalui program kerja sama yang dijalin BATAN dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, dan Perguruan Tinggi setempat, hasil litbang tersebut sudah dikenalkan di daerah yang meliputi 23 provinsi di seluruh Indonesia. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.comSumber Bacaan :1. Awaludin, Rohadi. 2014. Manfaat Teknologi Nuklir di Bidang Pangan. Beranda Inovasi. Depok, Jawa Barat.2. https://sony042.wordpress.com/2009/02/26/kedelai-varietas-unggul-baru-hasil-pemuliaan-mutasi-radiasi/3. Sumber gambar berasal dari berandainovasi.com