PENGEMBANGAN KELAPA DALAM DIKECAMATAN MAKMUR KABUPATEN BIREUEN
Pengembangan tanaman kelapa, saat ini harus terus diupayakan, karena terdapat banyak tanaman yang sudah tidak produktif akibat umur tanaman yang tua dan serangan hama penyakit. Disatu sisi, kebutuhan terhadap tanaman kelapa terus meningkat baik untuk konsumsi rumahtangga maupun untuk bahan baku industri. Proses pengolahan komoditi kelapa yang umum diproduksi oleh petani pengolah adalah produk kopra. Produk kopra merupakan produk olahan yang biasanya dilakukan ditingkat petani dan pakopraan di lokasi kebun kelapa. Hasil kopra merupakan bahan baku bagi pabrik pengolahan minyak kelapa dalam bentuk Crude Coconut Oil (CCO/CNO) yang dapat diolah menjadi produk lebih berkualitas seperti Minyak yang di refinery, di bleaching dan di deodorize(RBD). Pendekatan klaster industri adalah salah satu kebijakan dari pemerintah pusat yakni Kementerian Perindustrian untuk mengembangkan kelapa sebagai komoditi unggulan dalam rangka meningkatkan daya saing komoditi dan produk turunannya. Komoditi Kelapa dan Produk Turunan Kelapa Tanaman kelapa menghasilkan buah kelapa yang dimanfaatkan semua bagiannya menjadi produk yang bernilai tambah. Daging Buah kelapa biasanya diolah menjadi kopra, yang merupakan produk semi raw material yang digunakan sebagai bahan baku industri pengolahan minyak. Tanaman kelapa dikenal sebagai pohon yang mempunyai banyak kegunaan, mulai dari akar sampai daun, untuk digunakan sebagai bahan baku produk non-kuliner, Bagi banyak negara di dunia,tanaman ini disebut sebagai "Pohon Kehidupan". Daun kelapa dapat dimanfaatkan untuk membuat sapu lidi, sedangkan dari bunga kelapa dapat disadap niranya yang kemudian dapat diproses menjadi gula kelapa. Kayu kelapa yang berasal dari batang pohon kelapa kini banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan disamping sebagai bahan baku untuk pembuatan furniture.Daging buah kelapanya sendiri sudah sejak lama dimanfaatkan masyarakat untuk memproduksi santan kelapa yang banyak dibutuhkan untuk kebutuhan memasak sebagai bumbu dapur. Santan kelapa juga dapat diproses lebih lanjut menjadi minyak goreng kelapa (klentik) yang memiliki aroma yang sangat khas. Selain dapat diparut untuk diambil santannya, daging buah kelapa juga dapat diproses terlebih dahulu menjadi kopra. Diversifikasi usahatani secara vertikal berarti menganekaragamkan produk usahatani disertai dengan peningkatan mutu dan menghasilkan produk yang memberikan nilai tambah dan lebih kompetitif. Peluang untuk meningkatkan pendapatan petani kelapa melalui pelaksanaan diversifikasi vertikal pada dasarnya sangat terbuka mengingat tersedianya luas areal dan produksi kelapa sebagai bahan baku industri yang cukup mendukung, serta banyaknya industri dalam negeri yang masih memerlukan bahan baku, dan teknologi pengolahan yang tersedia. Dengan demikian komoditi kelapa sebagai bahan baku mempunyai banyak peluang untuk dilakukan diversifikasi olahannya.