PENGEMBANGAN MARKISA DI KECAMATAN CIRACAP Oleh : Yayan Setia Permana, SST (BP3K Kecamatan Ciracap)Kecamatan Ciracap sebagai salah satu kawasan yang berada di Kawasan Geopark Ciletuh merupakan daerah dengan potensi pengembangan pertanian yang sangat potensial, hal ini didukung oleh potensi lahan yang memadai untuk pengembangan pertanian. Hal ini didasari bahwa wilayah Kecamatan Ciracap meliputi 8 desa dengan luas seluruhnya seluas 16893 ha yang terdiri dari lahan sawah seluas 4379,7 ha , lahan darat seluas 12728 ha dengan diantaranya 574 ha pekarangan, 3752 ha ladang/tegalan dan 2208 ha kebun rakyat, dan lahan pantai 119 ha. Jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) dengan derajat keasaman tanah ( PH ) 4,2 - 6,8, Suhu udara berkisar anatara 20-32 o C, tinggi tempat anatar 0 – 200 meter dpl. Tipe iklim B2 menurut oldeman. Ditunjang dengan kesuburan tanah yang cukup tinggi. Sebagai bentuk dukungan untuk Kawasan Geopark Ciletuh maka Kecamatan Ciracap mencanangkan pengembangan markisa sebagai salah satu komoditas unggulan pertanian sebagai ciri khas dari Kecamatan Ciracap. Hal ini menjadi dasar bahwa pemeliharaan markisa cukup mudah, juga bisa menjadi tanaman penghias pekarangan yang bisa menghasilkan. Dimulai dari salah desa yaitu Desa Ciracap kemudian menyebar ke desa lain untuk pengembangan markisa ini. Lebih dari 8.000 pohon markisa sudah ditanam di Kecamatan Ciracap, tersebar di tiga desa yaitu Desa Ciracap, Desa Purwasedar dan Desa Cikangkung. Budidaya markisa ini sendiri menggunakan paratag dari bambu sebagai media rambat (tiang rambut) tanaman markisa, dengan model melengkung ataupun lurus. Sehingga bisa menjadi penghias di pekarangan rumah.Penanaman markisa- Persiapkan media rambat terlebih dahulu (paratag dari bambu) dengan model sesuai keinginan- Buat lubang ukuran 50 x 50 x 50 cm sebagai lubang tanam di bawah dekat tiang paratag- Isi lubang tanam dengan pupuk kompos sebagai pupuk dasar, tutupi dengan tanah- Kemudian tanam pohon markisa tersebutPemeliharaan markisa- Pemupukan dilakukan dengan interval 3 kali setahun, pupuk yang digunakan yaitu berupa pupuk makro seperti urea, SP36, KCl dengan dosis masing-masing sekitar 800-900 gram, 60-120 gramdan 800-1.200 gram per pohon per tahun bergantung pada umur tanaman- Penyiangan dilakukan pada gulama di sekitar tanaman agar unsur hara yang dibutuhkan tanaman markisa tiadak terambil oleh gulma- Pengairan dilakukan secara teratur pada tanaman terutama pada saat tanaman berbungan dan berbuah, agar buah yang dihasilkan tidak berkerut dan rontok sebelum masak- Pemangkasan tanaman dilakukan untuk menghasilkan tunas baru tempat dimana bungan munculHama dan penyakit Tanaman MarkisaHama yang sering menyerang tanaman markisa antara lain lalat buah, nematoda bengakak akar, kutu daun kuning dan kutu putih. Sedangakkan unutk penyakit yang sering menyerang yaitu mati pucuk phytopthora parasitica, penyakit layu fusarium dan penyakit busuk leher akar. Berbagai kendala tersebut bisa diatasi menggunkan pestisida yang sesuai dengan dosis yang dianjurkan.Pemanenan Markisa Tanamn yang bersal dari biji akan mulai berbuah setelah berumur sekitar 9 – 10 bulan, sedangkan tanaman yang berasal dari stek akan mulai berbuah pada umur sekitar umur 7 bulan. Buah yang sudah matang akan berubah warna yang tadinya hijau muda akan menjadi ungu tua (edulis) atau kuning (flavicarpa). Buah akan matang sekitar 70- 80 hari setelah masa pembungaan. Buah matang akan terlepas dari tangkainya dan jatuh ke tanah.