Loading...

PENGEMBANGAN MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL) DI KECAMATAN JETIS KABUPATEN PONOROGO

PENGEMBANGAN MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL) DI KECAMATAN JETIS KABUPATEN PONOROGO
Melimpahnya limbah rumah tangga dan bahan-bahan organik di Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo merupakan peluang yang sangat bagus untuk dimanfaatkan lebih lanjut menjadi produk fermentasi seperti pupuk organik cair, pestisida nabati, maupun dekomposer yang dikenal dengan mikroorganisme lokal.Untuk lebih meningkatkankan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani di Desa Josari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo, maka diperlukan pelatihan pembuatan mikroorganisme lokal dengan memanfaatkan limbah-limbah organik yang ada di sekitar. Praktek pembuatan MOL ini dilaksanakan di Kelompok Tani Tani Mukti Desa Josari Kecamatan Jetis yang dihadiri oleh pengurus dan anggota kelompoktani serta didampingi oleh petugas penyuluh pertanian.Larutan MOL adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumberdaya yang tersedia setempat. Larutan MOL mengandung unsur mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang tumbuhan, dan sebagai agens pengendali hama dan penyakit tanaman, sehingga MOL dapat digunakan baik sebagai pendekomposer pupuk hayati dan sebagai pestisida organic terutama sebagai fungisida. Tiga bahan utama dalam larutan MOL:Karbohidrat. Bahan ini dibutuhkan bakteri/ mikroorganisme sebagai sumber energi. Untuk menyediakan karbohidrat bagi mikroorganisme bisa diperoleh dari air cucian beras, nasi bekas/ nasi basi, singkong, kentang, dedak/ bekatul dan lain-lain.Glukosa. Bahan ini juga sebagai sumber energi bagi mikroorganisme yang bersifat spontan (lebih mudah dimakan mereka). Glukosa bisa didapat dari gula pasir, gula merah, molases, air gula, air kelapa, dan lainnya.Sumber Bakteri (mikroorganisme lokal). Bahan yang mengandung banyak mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman antara lain buah-buahan busuk, sayur-sayuran busuk, nasi, rebung bambu dan bonggol pisang. Biasaya dalam MOL tidak hanya mengandung 1 jenis mikroorganisme tetapi beberapa mikroorganisme diantaranya Rhizobium sp, Azospirillium sp, Azotobacter sp, Pseudomonas sp, Bacillus sp dan bakteri pelarut phospat. Bersama-sama praktek pembuatan mol dari limbah buah-buahan.Buah-buahan busuk yang sudah tidak bisa dimakan lagi bisa dimanfaatkan untuk sebagai MOL (Mikro Organisme Lokal). MOL yang dibuat dari buah-buahan busuk ini bisa digunakan untuk untuk disemprotkan ke tanaman sebagai pupuk pelengkap cair. Cara pembuatannya sangat mudah dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.Bahan-bahan: (1) Buah-buahan yang sudah busuk. Bisa buah apa saja: pepaya, pisang, mangga, apel, salak, dll. Sebanyak 5 kg; (2) Air kelapa 10 butir; (3) tetes 5 liter.Cara Pembuatan: (1) Limbah buah-buahan dihaluskan. Bisa dengan cara ditumbuk atau diparut. (2) Masukkan ke dalam dalam tempat (drum) (3) Tambahkan air kelapa. (4) Tambahkan gula. (5) Semua bahan diaduk sampai tercampur merata. (6) Tutup drum dengan penutup. Beri lubang untuk aerasi. Lubang aerasi ini bisa menggunakan selang agar terjadi reaksi anaerob dan ujung selang dimasukkan ke dalam botol berisi air. (7) Semua bahan kemudian difermentasi selama 2 minggu sebelum digunakan. Penggunaan: Untuk penggunaan pada tanaman: Semprotkan pada berbagai jenis tanaman dengan konsentrasi 400 cc dicampur dengan 14 liter air tawar. Pada tanaman padi, sejak fase vegetatif hingga generatif pasca tanam yaitu hari ke 10, 20, 30 dan 40. Semprotkan pada pagi atau sore hari, hindari penyemprotan pada siang hari. Bersama-sama praktek pembuatan mol MOL bonggol pisang untuk dekomposer.Bahan: bonggol pisang 5 kg, gula merah 1/2 kg sampai 1 kg, air beras 10 liter. Cara pembuatan: Pertama, bonggol pisang ditumbuk atau dihaluskan kemudian dimasukkan bersama air beras. Kedua, masukkan gula merah sambil diaduk rata. Ketiga, simpan dlm drum atau tong plastik. Keempat, tutup dengan plastik yang rapat, beri lubang udara dengan cara memasukkan slang plastik yang dihubungkan dengan botol yang sudah terisi air. Ujung slang plastik harus terendam dalam air. Ini adalah fermentasi dengan cara anaerob. Kelima, dibiarkan selama 15 hari. Penggunaan: Untuk pengomposan; dapat digunakan sebegai dekomposer dengan konsentrasi 1 : 5 (1 liter cairan MOL dicampur dengan 5 liter air tawar), tambahkan gula merah 1 ons, aduk hingga rata, siramkan pada proses pembuatan kompos. (Rudy Wijayanto/admin)