Pepaya calina merupakan salah satu jenis pepaya yang cukup digemari oleh masyarakat karena daging buah yang manis dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Beberapa keunggulan pepaya calina diantaranya: memiliki ukuran sedang sehingga praktis dalam hal pengemasan dan transportasi, daging buah yang kenyal dan tebal dan mempunyai rasa yang enak, berat pepaya rata-rata sekitar 0,8 sampai 2 kg, memiliki batang yang pendek sehingga memudahkan dalam proses perawatan maupun pemanenan dan ketika matang warna buah berubah menjadi lebih kekuningan dan memiliki rasa yang manis.Desa Riang Gede merupakan salah satu sentra horikultura di Kecamatan Penebel, dimana salah satu komoditas hortikultura unggulannya adalah Pepaya Calina. Budidaya pepaya calina tidak memerlukan modal yang besar dan teknik budidayanya tidak sulit selama mengikuti tahap-tahap budidaya yang dianjurkan. Peluang usaha budidaya pepaya calina masih sangat terbuka dan menjanjikan keuntungan yang lumayan tinggi. Karena itu banyak petani di Desa Riang Gede yang tertarik dalam budidaya pepaya calina, salah satunya adalah kelompok tani Calina Agro Sari Desa Riang Gede Kecamatan Penebel. Pada tahun 2018 ini sudah dipersiapkan lahan seluas 2 hektare untuk pengembangan budidaya pepaya calina, dimana difasilitasi berupa bantuan saprodi dan alsintan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan melalui dana PIK. Pepaya Calina dapat tumbuh dengan baik di Desa Riang Gede yang memiliki ketinggian lahan 300–350 mdpl, memiliki curah hujan sekitar 1000–2000 mm/tahun, suhu udara optimum 22°C-26°C dan kelembaban udara sekitar 40% dengan angin yang tidak terlalu lebat/kencang yang baik untuk penyerbukannya. Tanah yang baik untuk menanam pepaya calina adalah tanah yang subur, gembur, mengandung humus dan harus banyak menahan air serta memiliki pH tanah ideal 6-7. Kandungan air dalam tanah merupakan syarat penting dalam kehidupan tanaman ini. Air menggenang dapat mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman layu (mati). Apabila kekeringan tamanan akan kurus, daun, bunga dan buah rontok. Tinggi air yang ideal tidak lebih dalam daripada 50–150 cm dari permukaan tanah. Beberapa langkah-langkah dalam budidaya pepaya calina adalah sebagi berikut: Persiapan benihBenih pepaya berupa biji-biji yang diambil dari buah berkualitas baik. Benih bernas langsung disemai pada polibag ukuran 10 x 15 cm atau pada tray dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Dalam waktu tiga minggu benih akan tumbuh dan dilakukan pemeliharaan dengan intensif agar benih dapat tumbuh sehat dan normal. Bibit yang telah disemai dalam polybag selama 2 bulan telah siap dipindahkan ke lahan/kebun.Persiapan dan Pengolahan LahanLahan untuk menanam pepaya calina disiapkan sekitar 1- 2 minggu sebelum tanam. Lahan dibersihkan dari rumput dan gulma, tanah gemburkan dengan menggunakan cultivator. Kemudian dibuat guludan dengan lebar 2 m dan panjang guludan sesuai panjang lahan, tinggi guludan sekitar 30 cm untuk menjaga agar air tidak menggenang, jarak antara guludan 45 cm. Di atas guludan dibuat lubang tanam dengan ukuran panjang dan lebar 20 x 20 cm, kedalaman lubang 25 cm, jarak tanam 2,5 x 2, 5 m. Lubang tanam yang telah disiapkan diisi dengan pupuk kandang sebanyak 20 kg per lubang, lalu dibiarkan kosong selama satu minggu agar mendapatkan cukup sinar matahari.PenanamanPenanaman benih pepaya dilakukan pada sore hari untuk meminimalkan penguapan pada tanaman yang baru dipindah. Setiap lubang tanam diisi satu benih pepaya, ditanam dengan hati-hati agar tanah pada polybag tidak hancur dan akar tidak patah, karena akan menyebabkan benih layu bahkan terkena penyakit sehingga bisa mati.PenyulamanPenyulaman dilakukan bila ada benih mati atau rusak atau tumbuh menyimpang akibat kesalahan teknis penanaman maupun karena serangan hama dan penyakit. Penyulaman dilakukan segera setelah tanam benih pada lahan.PengairanPerlu diketahui, bahwa tanaman pepaya menyukai air tetapi tidak tahan jika air menggenang sebab batangnya cepat busuk. Sistem pengairan dengan membuatkan saluran drainase berupa parit di sekitar lubang tanam.Penyiangan dan PembumbunanPenyiangan dilakukan terutama bagi pertanaman yang tidak menggunakan mulsa. Pada saat penyiangan sekaligus dilakukan pembumbunan tanam di sekitar tanaman pepaya untuk memperbaiki drainase dan aerasi tanah sehingga akar tanaman dapat berkembang dengan baik. Penyiangan dan pembumbunan dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai akar tanaman.PemupukanPemberian pupuk pada tanaman pepaya untuk menambah unsur hara dalam tanah agar hasil produksi pepaya dapat optimal. Pemupukan dimulai pada persiapan lubang tanam, yaitu diberikan 20 kg pupuk kandang per lubang tanam. Setelah seminggu benih ditanam, berikan pupuk NPK sebanayak 200 gram per pohon. Selanjutnya diberikan Pupuk Organik Cair (POC) secara rutin setiap 2 minggu sampai pepaya berbunga. Caranya dengan cara dikucurkan maupun disemprotkan, baiknya dilakukan pada sore hari. Penggunaan pupuk organik agar buah pepaya lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi dan ramah lingkungan.Pengendalian Hama dan PenyakitBeberapa jenis hama yang biasa menyerang tanaman pepaya Calina antara lain, hama kutu putih, aphid, dan tungau. Menyerang dengan menghisap semua cairan yang ada pada daun muda. Pengendalianya dengan menyemprotkan insektisida atau dengan akarisida. Jenis penyakit pepaya Calina meliputi Phytphora parasitica, P. Palmivora; Collectricum dan Pythium yang menyerang daun, akar, batang dan buah pada musim penghujan. Pengendaliannya bisa dilakukan dengan menyemprotkan larutan fungisida yang dicampur air. Untuk menangani hama dan penyakit ini dapat juga digunakan pestisida organik.PanenTanaman pepaya dapat mulai panen pada umur 8–9 bulan dan tanda buah sudah matang antara lain: semburat berwarna kuning di bagian di ujung buah. Cara panen dengan memotong bagian tangkai dengan menggunakan gunting pangkas atau dengan menggunakan pisau yang tajam. Panen dilakukan dengan setiap 10 hari sekali. Setelah buah pepaya dipanen, letakkan di tempat yang terlindungi dari sinar matahari langsung dan diberi alas plastik atau kertas koran. Buah dipilih secara selektif dengan memperhatikan bentuk, warna dan ukuran, kemudian diakukan pengelompokan sehingga akan mempermudah mengklasifikasikan/grading.Namun, perlu kerja keras dan kegigihan kelompok petani pepaya untuk bisa membuahkan hasil manis. Diperlukan kemitraan dengan distributor buah-buahan sehingga dapat memperluas jejaring pemasaran. Peranan Bumdes juga sangat diperlukan dalam membantu kelompok dalam menjamin pasar bagi produk yang dihasilkan. Keuletan dan inovasi seperti ini yang harus terus didorong dan mendapat perhatian pemerintah daerah. Pemerintah perlu memfasilitasi agar nantinya dapat dibentuk koperasi, memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, atau memberikan bantuan unit pengolah pupuk organik. (Oleh: Nety M. Wisanti, PP. Muda, BP3K Kecamatan Penebel,Kab.Tabanan).