Petani pengelola usaha pembibitan sapi potong tentunya dalam menyediakan bibit sapi potong juga harus peduli pada minat konsumen dengan cita rasa daging yang berkualitas. Pastinya banyak ternak sapi yang bisa digunakan sebagai penghasil daging, namun tidak semua jenis sapi bisa diharapkan sebagai penghasil daging sapi berkualitas yang diminati konsumen. Ada beberapa jenis sapi potong yang produksi dagingnya berkualitas banyak diminati konsumen, artinya petani pengelola usaha pembibitan sapi potong, dalam menentukan pilihan jenis bibit sapi potong yang akan dikelolanya harus mengacu pada permintaan kualitas daging sapi yang diminati konsumen. Salah Satu jenis sapi potong yang dapat dipilih sebagai alternatif pilihan bibit sapi penghasil daging berkwakitas diantaranya Adalah Sapi Bali.Sapi Bali merupakan jenis sapi keturunan banteng liar setempat yang telah mengalami penjinakan dalam waktu yang cukup lama. Sapi Bali diternakkan secara intensif di Bali. Identitas sapi Bali dapat dilihat dari ciri ciri khasnya dada sapi dalam dan lebar, kepala lebar, tanduk melengkung keatas, warna bulu tubuh pada sapi jantan berwarna coklat muda agak kehitaman dan untuk sapi betina warna bulu tubuh kemerahan, kaki pendek dan kuat, pada bagian lutut kebawah berwarna putihPenampilan sapi Bali banyak menarik perhatian, karena sapi bali sangat responsife terhadap perbaikan mutu dan kualitas, terutaan pada perbaikan berat badan. Penmbahan rangsum baik hijauan maupun konsentrat pada pakan ternak, akan meningkatkan berat badan.Penambahan berat sapi Bali menurut beberapa sumber adalah sebagai berikut: Rata-rata tambahan berat badan (kg/hari) ? 0,31 Jantan sampai 4 bulan di Sulawesi selatan (sumber Subandrio et al,1979 ? 0,30 Betina sampai 4 bln (sumber Subandrio et al,1979 ? 0,22-0,27 Sampai 6 bulan ( sumber Kirby,1979)? 0,32-0,37 Jantan (Sumber Harimurti et al,1977)? 0,28-0,33 Betina (sumber Harimurti et al,1977)? 0,23-0,27 Pemeliharaan tradisional (sumber Nitis dan mandrem,1978)? 0,36 gembalaa alam (sumber sambug et all, 1978)? 0,25 gembalaan di tegalan(sumber sambug et all, 1978)? 0-25-0,42 peggembalaan di padang rumput (sumber mathius dan nitis (1976)? 0,87 Pemeliharaan modern (sumber Moran,1978)Dari sisi reproduksi, sapi bali termasuk sapi yang subur, persentasenya antara 40-80%. Reproduksi yang tinggi ini juga terelihat dari selang beranak yang pendek yakni mendekati 1 tahun. Kualitas daging sangat dipengaruhi factor genetic, umur dan jenis kelamin serta factor luar seperti pemberian pakan ternak. Dari segi prosentase karkas, sapi bali memiliki prosentase karkas yang tinggi dari sapi unggul lainnya.berkiasar antara 56-57%. Disamping beberapa keunggulan diatas, sapi bali juga dapat hidup hanya dengan memanfaatkan hijauan dan memiliki daya cerna terhadap makanan berserat cukup baik. Kelebihan lainnya adalah kemampuan beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan.untuk itu maka sapi Bali sering disebut sapi pionir atau perintis atau pelopor. Sebagai salah satu sapi potong, sampai saat ini sapi bali merupakan sapi andalan menghasilkan daging berkualitas. Sebagai ternak potong berkualitas, sapi Bali memiliki perbandingan antara daging dan tulang(pesentase karkas) tinggi yaitu sekitar 56%. Serta mengandung sedikit lemak. Upaya pengembangan dan peningkatan kualitas daging sapi bali, sudah mulai dikembngkan. Biasanya penambahan berat badan dilakukan dengan cara sapi tersebut dikastrasi sehingga penambahan berat semakin cepat.Selain itu dengan dengan perbaikan kualitas pakan dan usaha penggemukan sapi bali dengan cara mengandangkan sapi bali sepanjang hari tanpa mempekerjakan atau system kereman. Dikecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng, pengembangan ternak sapi Bali didasari atas penetapan Kecamatan Gerokgak sebagai Pusat Pengembagan Sapi Bali di Kabupaten Buleleng. Prosfeknya pengembaganya cukup baik, terlihat sudah mulai berkembang peternak-peternak sapi Bali yang tergabung dalam kelompok-kelompok tani ternak , Gapoktan maupun SPR (Sentra Peternakan Rakyat). Mulai tahun 2016 sampai denga sekarang, berbagai jenis batuan kegiatan dipusatkan di Kecamatan Gerokgak untuk Kabupaten Buleleng terutama pelaksanaan Siwab (sapi indukan wajib bunting) dengan pelaksanaan kegiatan berupa bantuan gratis Iseminasi Buatang (IB), pemeriksaan kebutingan, pemeriksaan gangguan reproduksi (gangrep) dan lain-lain seperti bantuan pakan ternak dalam mendukung Upsus Siwab untuk bunting yang masih kodisi ternaknya kurus . Disampnig itu diluar kegiatan Upsus siwab dari dana aspirasi berupa batuan ternak sapi Bali, bantuan kegiatan Program Simantri (Sistim pertania teringrasi) dari Gubernur Propinsi Bali, serta bantuan-bantuan lain berupa pengembangan pakan ternak berkualitas (Gerbang Patas) di SPR maupu di luar SPR. Dari Sisi kesehatan hewan berupa pengambilan sampel darah di kelompok-kelompok ternak, untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit sapi berbahaya seperti antrax atau juga penyakit Jembrana. Penulis: Ir. Nyoman Suarda, BPP Kecamatan GerokgakSumber: Data BPP Kecamatan Gerokgak; Yusi Bandini, Sapi Bali