Loading...

Pengembangan Usaha Florikultura Skala Bisnis Aktual

Pengembangan Usaha Florikultura Skala Bisnis Aktual
Pengembangan usaha tanaman hias (florikultura) diarahkan untuk mendukung pembangunan usaha tanaman yang berdaya saing, berkelanjutan, berkerakyatan, dan terdesentralisasi. Dengan memperhatikan dinamika lingkungan strategis, maka kondisi usaha yang harus dipenuhi untuk mendukung berkembangnya usaha tanaman hias yang berdaya saing, meliputi:1. Menggunakan potensi sumber daya nasional sebagai komoditas andalan yang diharapkan mampu meraih keunggulan komparatif dan kompetitif dalam merebut pasar internasional;2. Pengembangan komoditas andalan memperhatikan kesesuaian agroklimat dengan pola pengembangan mengikuti alur pembangunan kawasan produksi;3. Mampu menghasilkan jenis produk dengan jumlah sesuai persyaratan kualitas yang diminta pasar dan mampu bersaing dengan produk sejenis dari negara lain;4. Menggunakan komponen inovasi teknologi sebagai sarana mendapatkan nilai tambah dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani;5. Proses produksi dilaksanakan dengan memenuhi prinsip GAP/SOP sebagai upaya memenuhi tuntutan konsumen dan meningkatkan akses pasar global;6. Pengembangan agribisnis tanaman hias didukung oleh kelembagaan usaha yang optimal sehingga pembinaan dapat dilakukan secara berkelanjutan dalam upaya peningkatan produktivitas usaha dan akses permodalan;7. Pengembangan agribisnis tanaman hias didukung dengan kebijakan yang kondusif dalam upaya peningkatan investasi dan promosi secara luas;8. Pengembangan agribisnis tanaman hias didukung dengan ketersediaan sistem informasi yang mudah diakses oleh seluruh pelaku bisnis. Ke 8 (delapan) komponen tersebut pada kenyataannya tidak dapat direalisasikan secara simultan, mengingat sebagian besar merupakan tugas pokok dan fungsi instansi lain. Pengembangan Kelembagaan Usaha Tanaman HiasKegiatan pengembangan kelembagaan usaha dilaksanakan secara partisipatif oleh masyarakat perdesaan dengan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di perdesaan. Berkaitan dengan pengembangan kelembagaan on farm dan off farm, perlu difasilitasi terbentuknya Kelembagaan Ekonomi Petani/KEP seperti koperasi, koptan, Badan Usaha Milik Petani (BUMP), baik yang sudah berbadan hukum maupun yang belum berbadan hukum. Kegiatan yang dilakukan mencakup (1) pembinaan dan fasilitasi pengembangan kelembagaan on farm tanaman hias, (2) fasilitasi forum komunikasi antar kelembagaan, dan (3) sosialisasi peraturan dan perundangan di bidang pengembangan usaha tanaman hias. Pembentukan kelompok usaha merupakan salah satu cara efektif menuju terciptanya usaha tanaman hias yang berdaya saing. Dengan berkelompok, pelaku usaha akan memiliki posisi tawar yang tinggi terutama dalam bernegosiasi dengan pihak lain. Selain itu, pelaku usaha memiliki keuntungan lain yaitu meningkatnya kesempatan untuk akses pembinaan, informasi, dan permodalan yang berguna bagi pengembangan usaha tanaman hias. Inisiasi jaringan kerja dan kerjasama usaha merupakan langkah strategis. Dengan memperluas jaringan kerja, para pelaku usaha akan mendapatkan peluang kerjasama untuk pemasaran produk yang dihasilkan. Pengembangan Sistem Informasi Berbasis KomputerUntuk menyebarluaskan teknologi unggulan, akses pasar, dan membuka komunikasi antar pelaku usaha diperlukan suatu jaringan informasi dan komunikasi yang efektif dan efisien. Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan adalah (1) pembuatan home page khusus tanaman hias melalui sistem internet, (2) mengembangkan dan memanfaatkan forum pertemuan melalui kegiatan temu lapang dan workshop, (3) membuat berbagai publikasi cetak (buku, brosur, dan leaflet) dan elektornik (cyber) seperti perbenihan, budidaya, pengendalian hama dan penyakit, dan pasca panen tanaman hias. Pengembangan Pemasaran Tanaman HiasPromosi sebagai bagian dari pengembangan pemasaran merupakan sarana yang efektif untuk mendorong pengembangan usaha tanaman hias. Melalui promosi, transaksi antar pelaku usaha dapat dilakukan untuk peningkatan penjualan produk tanaman hias. Hal ini akan memotivasi pelaku usaha dalam pengembangan budidaya tanaman hias. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian