Loading...

Pengenalan dan Pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL)

Pengenalan dan Pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL)
PENGENALAN DAN PEMBUATANMIKRO ORGANISME LOKAL (MOL) Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik atau sebagai decomposer. Karena hal tersebut maka MOL bias digunakan sebagai starter untuk membuat pupuk kompos dan pupuk organic dari kotoran hewan. Selain untuk starter, MOL juga bisa digunakan sebagai pupuk cair. Untuk memenuhi syarat sebagai pupuk cair yang banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman maka bahan untuk membuat mol adalah bahan alam yang banyak mengandung unsure N, P, dan K. MOL juga merupakan aktivator/ atau tambahan nutrisi bagi tumbuhan yang disengaja dikembangkan dari mikro organisme yang berada di tempat tersebut. Bahan-bahan tersebut diduga berupa zat yang dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman (fitohormon) seperti : giberelin, sitokinin, auxin, dan inhibitor.MANFAAT MOL1. Sebagai starter dalam proses dekomposisi bahan organik2. Sebagai starter untuk pupuk organik cair bagi tanaman3. Penyedia nutrisi bagi tanaman4. Membantu kelancaran penyerapan unsur hara/nutrisi oleh akar tanaman, karena kandungan elektrolitnya.Cara Penggunaan MOLa. Dekomposer : 1 lt MOL ditambah 5 ltr air tawar, tambahkan 1 ons gula merah, aduk rata, siramkan pada bahan organik yang mau dikomposkanb. POC (Pupuk Organik Cair) : 0,4 lt MOL dicampur 14 lt air tawar, semprotkan pada umur 10, 20, 30, dan 40 HST. Karena merupakan pupuk alami, semakin sering disemprotkan pada tanaman semakin baik. Catatan: penyemprotan pada saat tidak ada terik matahari karena dapat mematikan mikroorganisme.Syarat terbentuknya MOL1. Bibit/ Media bakteri yang berasal dari bahan-bahan alami2. Makanan dalam bentuk glukosa (Gula dan air kelapa)3. Makanan dalam bentuk Karbohidrat (Air leri, dedak/bekatul)CARA PEMBUATAN MOL 1. Bahan :• Bahan Alam : 5 kgBahan alam :• Rebung Bambu (merangsang pertumbuhan)• Buah Maja/ brenuk• Buah-buahan & sayuran busuk• Keong mas segar/hidup• Bonggol/batang pisang (unsur P&K)• Daun gamal (sepiun), daun lamtoro (Unsur N)• Sabut kelapa (Unsur P&K)• Urine sapi atau urine kambing (Unsur N) • Air kelapa : 2 lt• Air cucian beras : 2 lt• Tetes tebu/ gula jawa/ gula pasir : ¼ kg2. Alat :• Ember plastik/ kaleng bekas cat (bahan dari plastik)• Selang plastik (sebesar pensil) sepanjang 0,5 meter• Tali dari karet (bekas ban dalam)• Karet gelang/isolasi/lakban• Botol bekas minuman mineral/Aqua• Plastik /kresek (lebih lebar dari permukaan pada ember plastik)3. Cara pembuatan:a. Bahan alam ditumbuk sampai halus/hancur (volume lebih kecil dari sepertiga ember plastik)b. Masukan ke dalam ember plastikc. Ukur ketinggiannyad. Masukan air kelapa sebesar volume pada point 3ce. Masukan air cucian beras sebesar volume pada point 3.cf. Tambahkan gula kelapa yang sudah dihaluskan sebanyak 2% dari berat rebung atau tetes tebu.g. Aduk sampai ratah. Tutup dengan plastik /kresek yang sudah di beri slang plastiki. Masukan ujung selang yang keluar kedalambotol bekas aqua sampai kedasar botolj. Botol bekas aqua sudah diberi air setengahnya dan terbukak. Umur tujuh hari buka dan di aduk, sebelumnya amati perkembangan miseliuml. Tutup kembali seperti semula dan biarkansampai tujuh hari kemudian. Tanda/ciri MOL yang jadi:1. Permukaan dipenuhi miselium (jamur warna putih)2. Bila dibau,seperti spiritus/alkohol3. Warna coklat tua/kehitaman, bila hendak digunakan perlu disaring4. Ampasnya dapat digunakan sebagai pupuk5. Dapat disimpan lama dengan ditambahi tetes tebu/ gula merah.