Loading...

PENGENALAN GEJALA SERANGAN ULAT Spodoptera frugiperda (UGF)

PENGENALAN GEJALA SERANGAN ULAT Spodoptera frugiperda (UGF)
SATRIYANI, S.Pt Penyuluh Pertanian Desa Tanambuah Kec. Sampaga Kab. Mamuju Ulat Spodoptera frugiperda (UGF) atau yang lebih dikenal oleh petani dengan ulat tentara merupakan spesies hama yang berasal dari Benua Amerika Tengah Dalam kurun waktu hanya Lima Bulan, UGF telah menyebar di berbagai kabupaten di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi termasuk di Desa Tanambuah Kabupaten Mamuju Provinsi Sulaesi Barat dengan luas serangan mencapai 4357 Ha. Hama baru ini sulit dikendalikan karena beberapa hal, meskipun yang merusak larvanya, tapi imago (serangga dewasanya) cepat menyebar hal ini terjadi karena selain daya terbang yang cukup jauh (mencapai ratusan kilometer hanya dalam satu malam saja), UGF juga memiliki siklus hidup yang pendek (sekitar 30 hari) dan kemampuan menghasilkan telur yang tinggi (hingga 1000 telur per serangga betina dewasa). UGF dapat dikenal melalui ciri morfologinya, yaitu terdapat garis mirip huruf Y terbalik pada kepala ulat tersebut, terdapat empat buah bintik yang besar (pinacula) pada abdomen segmen 8 (A8) membentuk segi empat. Tanaman jagung yang diserang berusia muda yakni sekitar 3 bulan. Gejala serangannya yatu terdapat kerusakan pada daun tanaman ditandai dengan sisa kotorannya berbentuk serbuk gergaji menempel di daunnya, di instar awal terdapat lesi kecil berwarna putih sepanjang 1,3 – 2,5 cm, pada instar ke Lima terdapat lesi memanjang di helaian dan gulungan daun dengan bentuk sergam hingga tidak beraturan dan pada Instar Enam gulungan dan helaian daun hamper hancur total.