Loading...

Pengenalan Hama Dan Penyakit Penting Pada Tanaman Cengkih

Pengenalan Hama Dan Penyakit Penting  Pada  Tanaman  Cengkih
Cengkih merupakan salah satu komoditas yang mendukung industri dan merupakan sumber pendapatan bagi petani. Cengkih memiliki banyak manfaat selain sebagai rempah-rempah, juga sebagai bahan obat (obat gigi, obat radang, obat pernapasan, dan baik untuk kesehatan jantung), bahkan bahan bakunya sebagai rokok kretek, parfum, pengawet makanan, dan biopestisida. Salah satu faktor yang menjadi hambatan utama dalam budidaya tanaman cengkih saat ini antara lain : Hama dan penyakit Hama Penggerek Batang Gejala serangan hama ini sangat mudah dikenali yaitu keluarnya cairan pada batang yang terdapat lubang gerek yang menyerupai serbuk gergaji pada kulit batang utama, adanya lubang-lubang berukuran 3-5 mm yang ditutupi serbuk kayu hasil gerekan. Dari dalam lubang gerekan tersebut keluar cairan kental bercampur kotoran hama. Tanaman yang terserang hama penggerek batang akan merana pertumbuhannya karena terganggunya aliran zat makanan . Serangan berat dapat mengakibatkan kematian tanaman. Umumnya mulai menyerang setelah tanaman berbunga (> 6 tahuan ),makin tua umur tanaman tingkat serangan makin tinggi Hama Penggerek Ranting ( Coptocecus Bigitatus ) Telur warna hijau muda/cerah dan mengkilat, panjang 3 mm tebal 1,7 mm, telur ditutupi oleh suatu sub stansi padat yang tembus cahaya, bila di perbesar kelihatan bentuk jala, telur di letakan terpisah-pisah dalam satu celah. Larva warna putih pucat. Nothopeus sp yang meletakkan telurnya pada batang dekat permukaan tanah. Kumbang, badan warna coklat emas/sayap dan abdomen biru tua. Ketika telurnya menetas, larvanya menggerek kulit sampai ke batang kayu. Biasanya gejala serangan ditemukan pada pohon yang hijau terlihat ranting dan daun mengering, di temukan lubang gerekan bila di belah nampak liang gerekan larva ditengah kayu mengerah keatas, biasanya serangan bersifat hama sekunder yakni pada keadaan tanaman cengkih lemah / sedang dalam proses menuju kamatian. Lubang gerekan larva berukuran 1,8 mm, Larva warna kuning kecoklatan, kumbang berwarna hitam, kepala berwarna kuning ke coklatan. Ukuran larva mecapai 1 – 1,3 cm Kutu Tempurung Hijau ( Coccus Viridis Green) Perusak pucuk atau kutu tempurung hijau ini dapat menyerang tanaman yang muda, pada daun atau pada ranting yang masih berwarna hijau Kutu ini biasanya di jumpai pada permukaan bawah daun, terutama pada pertulangan daun, bunga dan buah muda yang diserangnya. Akibat tusukan kutu ini warna daun berubah menjadi kuning Siklus Hidup Kutu Tempurung Hijau Telur berkembang sebagian besar berlangsung dalam tubuh induknya, kurang lebih 11 hari, Seekor kutu mampu bertelur 50 – 600 butir, nimpa baru menetas tinggal di bawah perisai induknya, Nimpa mengalami ganti kulit 3 kali, Siklus hidup kutu ini dari telur hingaa dewasa 38 – 103 hari Embun Jelaga ( Capnodium Sp ) Gejala terlihat selaput hitam yang menutupi merupakan miselium dari cendawan Capnodium sp. cendawan ini mudah mengelupas jika digosok menggunakan tangan dan mudah diterbangkan angin jika sudah kering. Miselium yang menutupi permukaan atas daun menyebabkan terhambatnya proses asimilasi tanaman. Cendawan tidak hanya terdapat pada daun, tetapi juga pada ranting dan buah. Cacar Daun Cengkih (Phyllostica Sp) Penyakit yang disebabkan oleh cendawan Phyllosticta sp. disebut cacar daun karena pada permukaan daun yang terserang timbul bercak-bercak yang menggelembung seperti terkena api. Bentuk cacar tampak lebih jelas pada daun muda atau daun yang terserang sejak umur muda Gejala yang timbul pada daun muda berwarna kemerahan, terdapat bagian daun yang melepuh (bercak-bercak seperti kulit terkena api) dan pada bagian tengah biasanya terdapat titik-titik hitam yang merupakan spora dari cendawan. Bagian tepi daun yang terserang menjadi bergelombang dan pada serangan berat, daun cengkih akan mengkriting dan akhirnya gugur Karat Merah Karat merah atau yang disebut ganggang daun merupakan penyakit yang ditemukan pada semua stadia umur. Intensitas hujan dan kelembaban yang tinggi mendukung perkembangan dari penyakit ini. Biasanya pada keadaan tanaman yang kurang nutrisi, drainase tanah yang kurang atau terlalu basah, kurang pemeliharaan, terlalu gelap atau terlalu terik menyebabkan timbulnya serangan ganggang hijau ini. Penyebaran patogen ini melalui percikan air hujan dan bantuan angin Selain menyerang cengkeh, Cephaleuros sp. dapat menyerang pada tanaman kopi. Gejala serangan dari karat merah berupa bercak-bercak merah berbentuk bulat tidak beraturan berukuran 1-3 mm dan tidak dibatasi oleh tulang daun. Koloni menembus jaringan daun sehingga membentuk spora di permukaan bawah daun pada serangan berat daun bisa gugur tetapi tidak mematikan pohon patogen ini merupakan parasit lemah sehingga serangan akan lebih menonjol pada bagian tanaman yang lemah karena berada pada bagian tumbuh yang kurang menguntungkan seperti rendahnya aliran panas, DISUSUN OLEH : HASAN ISMAIL. S.P