Loading...

Pengendalian Dini Penyakit Cvpd ( Citrus Vein Phloem Degeration )

Pengendalian Dini Penyakit Cvpd ( Citrus Vein Phloem Degeration )
Gejala Serangan Gejala Luar Gejala khas CVPD adalah belang-belang kuning ( blotching ), mulai berkembang pada bagian ujung tanaman ( pertumbuhan- baru ) pada daun yang ketuaannya sempurna. Tulang-tulang daun dan urat-urat daun tampak lebih menonjol dengan warna hijau gelap. Pada gejala lanjut daun menjadi lebih kaku dan lebih kecil, tulang daun menjadi berwarna kuning. Munculnya gejala blotching pada cabang-cabang tertentu, diiringi dengan pertumbuhan tunas air lebih banyak dari tanaman normal diluar musim pertunasan. Daun-daun pada cabang sakit mencuat keatas seperti sikat. Pada gejala berat, daun bisa menguning seluruhnya ( seperti defisiensi unsur N ), Daun menjadi lebih kaku dan menebal. Pada tanaman yang sudah berproduksi, ukuran buah kecil-kecil hingga sebesar kelereng “ nilek “ dan bentuk tidak semetris. Buah jeruk yang terserang bijinya abortus, kehitaman dan rasanya asam. Gejala Serangan Gejala Dalam Jaringan phloem menjadi lebih tebal akibat dari dinding sel yang mengempis Dalam sel jaringan terdapat pengumpulan butur-butir pati bila ditetesi yodium akan berubah warna kehitaman Serangga vektor ( Diaphorina citri ) STRATEGI PENGENDALIAN STR ATEGI PENGENDALIAN PENYAKIT CVPD DITEKANKAN PADA PENERAPAN PAKET TEHNOLOGI PENGENDALIAN TERPADU KEBUN JERUK SEHAT ( PTKJS ). STRATEGI PENGENDALIAN PENYAKIT CVPD YANG DIFORMULASI- KAN DALAM PTJKS MELIPUTI 5 KOMPONEN TEHNOLOGI, YANG HARUS DITERAPKAN SECARA UTUH DAN TIDAK BISA DIPISAHKAN SATU DENGAN YANG LAINNYA, YAITU : PENGGUNAAN BIBIT JERUK BERLABEL BEBAS PENYAKIT Bibit bermutu diartikan sebagai bibit yang bebas patogen sitemik,baik penyakit tular vektor maupun non tular pektor. Sesuai dengan induknya, yaitu batang bawah dan batang atas dijamin kemurniannya. Proses produksinya berdasarkan program setfikasi jeruk yang berlaku sesuai dengan teknologi produksi bibit jeruk bebas penyakit Petani jeruk diharuskan hanya menanam bibit berla- bel/bersertifikat bebas penyakit, dan tetap dilarang menanam bibit liar dengan alasan apapun. Pengendalian serangga penular CVPD Monitoring, monitoring dapat dilakukan dengan menggunakan perangkap kuning”Yellow Trap”. Metode saputan batang dengan insektisida ber bahan aktif Imidakloprid dan Penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif”Dimethoate 2cc/l pada saat tanaman bertunas, Insektisida berbahanaktif Endosulfan 0,05% untuk mengendalikan telur D. Citri. Pemamfaatan agen hayati,yaitu Tamarixia radiat (parasit nimfa),Hirsutella sp (entomopatogen ) Pemanfaatan agen hayati,yaitu Tamarixia radiata (farasit nimfa), Hirsutella sp ( entomopatogen ) Dilakukan secara serentak oleh setiap petani/kel. Tani. Koordinasi, Dilakukan oleh seluruh anggota kelompok tani. Sanitasi Kebun Memangkas/memotong bagian tanaman/ran- ting yang menunjukkan gejala CVPD,kemudian dimusnakan dengan cara membakar. Membongkar tanaman sakit/terserang CVPD (eradikasi ) Melakukan penyulaman dengan bibit berlabel bebas CVPD. Pemeliharaan tanaman secara optimal Pemangkasan bentuk pohon,Arsitektur yang baik dapat meningkatkan luasan tajuk produktif,sehingga meningkat kan produktifitas tanaman. Pemupukan berimbang Penyiraman Pengendalian Hama dan Penyakit Penjarangan Buah Panen buah yang benar Koordinasi Penerapan Tehnologi Pengendalia penyakit CVPD dengan PTKJS akan jika diterapkan secara utuh dan terkoordinasi baik antar petani,antar KTJ, maupun antar agregat KTJ yang membentuk wilayah target pengembangan. Menjadikan KTJ sebagai unit terkecil pembinaan. Penyuluhan dan pembinaan yang dilakukan harus ber basis hamparan usaha milik KTJ, bukan berorientasi petani sebagai induvidu keluarga. Memberdayakan simpul-simpul agribisnis lainnya dalam usaha mewujudkan sentra agribisnis jeruk yang berkelanjutan,kompetitif dan berkerakyatan.