Loading...

PENGENDALIAN GULMA, HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN KEDELAI

PENGENDALIAN GULMA, HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN KEDELAI
Dalam pertanian, serangan hama dan penyakit serta gulma pada pertanaman merupakan salah satu penghambat tercapainya potensi produksi dari suatu jenis tanaman. Pengendalian hama dan penyakit yang tepat akan sangat berpengaruh pada hasil akhir atau produksi pertanaman. Untuk dapat melakukan pengendalian yang tepat, pelaku pertanian (petani) perlu memiliki pengetahuan yang lengkap atas segala segi pertanamannya, mulai dari asal benih, sejarah pemanfaatan lahan, hingga pascapanen dan keberlangsungan (sustainability) dari pertanaman tersebut. Sekarang sedang di galakkan penangkaran kedelai, akan tetapi kendala yang di hadapi petani yaitu; gulma, hama dan penyakit tanaman kedelai berpotensi menurunkan kuantitas dan kualitas hasil benih. Ketiga faktor pengganggu tersebut dan cara penanggulangannya perlu diketahui oleh para penangkar benih kedelai.Gulma pada Pertanaman Kedelai. Ragam dan pertumbuhan gulma di setiap lahan dipengaruhi oleh keadaan, milieu dan perlakuan lahan. Beberapa jenis gulma yang dominan pada pertanaman kedelai antara lain adalah Amaranthus sp. (bayam), Digitaria ciliaris(rumput jampang), Echinochloa colonum (rumput jejagoan), Eragrotis enioloides(rumput bebekan), Cyperus kyllingia (rumput teki), Cyperus iria (rumput jeking kunyit), Portulaka sp. (krokot), Ageratum conyzoides (wedusan), Molluge penaphylla (daun mutiara), dan Mimosa pudica (puteri malu). Pengendalian gulma pada penangkaran benih kedelai ditekankan pada perlakukan kultur teknis dan cara mekanis. Oleh karena itu, pengolahan tanah dan perlakukan penyiangan tanaman serta roguing perlu dilakukan secara intensif.Hama Tanaman Kedelai. Beberapa diantara hama tanaman kedelai adalah : Hama perusak bibit :(a). Lalat Kacang. Gejala kerusakan tanaman akibat serangan lalat kacang adalah terdapatnya bintik-bintik putih pada keping biji, daun pertama, atau daun kedua, yakni bekas tusukan alat peletak telur. Gejala yang lain adalah terdapat liang berupa alur atau garis lengkung berwarna coklat, bekas gerekan larva. (b). Penggerek Batang. Gejala kerusakan tanaman akibat serangan penggerek batang adalah terdapatnya bintik-bintik putih pada daun tanaman muda, tempat imago meletakkan telurnya. Kerusakan lebih lanjut berupa lubang gerekan oleh larva pada daun, tangkai daun, dan batang. Kadang ranting yang digerek menjadi patah.(c) Penggerek Pucuk. Gejala kerusakan tanaman akibat serangan penggerek pucuk adalah terdapatnya bekas tusukan alat peletak telur pada permukaan daun bagian atas. Selanjutnya, terdapat lubang gerekan larva pada daun, tulang daun, tangkai daun dan pucuk daun. Daun pucuk menjadi layu, mengering, dan mati, kemudian terbentuk banyak cabang baru namun kurang produktif.Pengendalian hama perusak bibit dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: Penanaman penangkaran benih kedelai secara serempak; sanitasi kebun,roguing tanaman yang menunjukkan gejala sakit; dan penyemprotan dengan larutan insektisida, bila intensitas serangan pada tanaman yang berumur kurang dari sepuluh hari mencapai 2% atau lebih.Hama Perusak Daun. Beberapa jenis hama yang menyerang daun tanaman kedelai adalah sebagai berikut: (a). Kumbang Daun Kedelai. Gejala kerusakan tanaman akibat serangan hama ini terlihat pada pucuk tanaman, daun, bunga dan polong. Serangan pada tanaman muda dapat mengakibatkan kematian. (b). Ulat Grayak. Gejala kerusakan tanaman akibat serangan ulat ini adalah daun tanaman habis (hanya tersisa tulang daun), polong muda rusak, atau seluruh tanaman rusak. (c). Kumbang Tanah Kuning. Gejala kerusakan akibat serangan kumbang tanah kuning adalah terdapatnya lubang-lubang kecil bekas gigitan serangga pada keping biji, daun muda, pucuk, atau cabang tanaman. (d). Ulat Jengkal. Gejala kerusakan akibat serangan ulat jengkal adalah kerusakan daun dari arah pinggir. Serangan berat mengakibatkan kerusakan daun hingga hanya tersisa tulang-tulang daun.Pengendalian hama perusak daun dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain sebagai berikut: (1)Penanaman serentak sehingga periode vegetatif terjadi secara serempak. (2) Pengolahan tanah secara baik untuk mematikan hama yang berada di dalam tanah. (3) Pemusnahan kelompok telur yang ditemukan. (4) Pengamatan dini untuk menentukan penanggulangan dengan insektisida. Batas ambang ekonomi penggunaan insektisida untuk menanggulangi ulat grayak, ulat jengkal, ulat penggulung daun, ulat pelipat daun, dan kumbang tanah kuning adalah 58 ekor instar 1 atau 32 ekor instar 2 atau 17 ekor instar 3 per 12 tanaman. Batas ambang ekonomi penggunaan insektisida untuk menanggulangi kumbang kedelai adalah adanya intensitas serangan lebih dari 2 % pada umur tanaman 45 hari setelah tanam.Hama Perusak Polong. Beberapa jenis hama yang sering ditemukan merusak polong tanaman kedelai adalah sebagai berikut: (a). Penggerek Polong. Gejala kerusakan tanaman akibat serangan hama ini adalah terdapatnya bintik atau lubang berwarna cokelat tua pada kulit polong, bekas jalan masuk larva ke dalam biji. Seringkali, pada lubang bekas gereka terdapat butir-butir kotoran kering yang berwarna coklat muda dan terikat benang pintal atau sisa-sisa biji terbalut benang pintal. (b). Kepik Polong. Serangan yang terjadi pada fase pertumbuhan polong menyebabkan biji dan polong kempis, kemudian mengering. Serangan yang terjadi pada fase pengisian biji menyebabkan biji busuk dan menghitam. Serangan terhadap polong tua menyebabkan bintik hitam pada biji. (c). Kepik Hijau. Serangan yang terjadi pada fase pertumbuhan polong dan perkembangan biji menyebabkan polong dan biji kempis, kemudian mengering. Serangan terhadap polong muda menyebabkan biji kempis dan seringkali polong gugur. Serangan yang terjadi pada fase pengisian biji menyebabkan biji menghitam dan busuk.Pengendalian hama perusak polong dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain pergiliran tanaman, penanaman serempak, dan pengamatan secara intensif sebelum dilakukan pengendalian dengan menggunakan insektisida. Penggunaan insektisida akan cukup efektif secara ekonomi jika intensitas serangan penggerek polong lebih dari 2 % atau jika ditemukan sepasang populasi penghisap polong dewasa atau kepik hijau dewasa pada umut 45 hari setelah tanam.Hama Kutu. Hama kutu yang sering ditemukan menyerang pertanaman kedelai antara lain sebagai berikut: (a). Kutu Kebul. Gejala kerusakan tanaman akibat serangan kutu kebul adalah terdapatnya kutu-kutu berwarna pucat sampai kuning kehijauan pada bagian bawah daun atau daun pucuk. Kadang-kadang juga terdapat cendawan jelaga yang hidup dari ekskreta kutu yang berupa embun madu. Serangan berat menyebabkan daun tanaman tampak terhambat pertumbuhannya, mengerupuk, dan lebih kaku. (b). Kutu Aphis. Kutu aphis juga dikenal dengan nama Aphis sp., Aphid atau secara umum disebut kutu. Kutu aphis menyerang daun muda pada berbagai jenis tanaman antara lain kacang-kacangan, terutama pada akhir musim hujan dan musim panas. Serangan kutu aphis terhadap daun tanaman muda menyebabkan daun menjadi kerdil dan lebih banyak polong yang kurang berisi.Penyakit Tanaman Kedelai. Beberapa jenus penyakit yang sering ditemukan menyerang pertanaman kedelai adalah sebagai berikut: (1). Karat Kedelai. Gejala kerusakan tanaman akibat serangan penyakit karat kedelai adalah terdapatnya bintik-bintik kecil yang kemudian berubah menjadi bercak-bercak berwarna coklat pada bagian bawah daun, yaitu uredium penghasil uredospora. Serangan berat menyebabkan daun gugur dan polong hampa.Pengendalian penyakit karat kedelai dapat dilakukan dengan beberapa cara. Oleh karena intensitas serangan penyakit ini dipengaruhi oleh kelembaban, curah hujan, intensitas sinar matahari, dan kerapatan daun tanaman; maka perlu digunakan varietas kedelai yang toleran antara lain Sompo, Kerinci, Polosari, dan Tambora, terutama di daerah kronis. Pengendalian juga dilakukan dengan mengatur jarak tanam dan perlakukan budidaya tanaman secara benar. Jika dipandang perlu, juga dapat dilakukan pengendalian dengan penyemprotan fungsisida. (2). Kerdil Kedelai. Gejala kerusakan tanaman akibat serangan penyakit kerdil kedelai adalah tanaman tumbuh kerdil, pada helai daun tampak adanya mosaik, daun agak menggulung dan keriput, dan tulang daun terang (vein clearing). Gejala khas yang menunjukkan adanya serangan penyakit ini adalah terdapatnya belang coklat yang konsentris pada kulit biji yang terserang virus. (3). Mosaik Kedelai. Gejala kerusakan tanaman akibat serangan penyakit mosaik kedelai adalah daun melilit, melengkung, tulang daun jernih (vein clearing), mosaik, berwarna lebih tua dibandingkan dengan daun yang sehat, dan rapuh. Gejala khas yang nampak pada kulit biji yang terserang virus adalah terdapatnya belang coklat yang radial. (Penulis : Suwarna ) Sumber :1. http://www.lintas.me/go/ediawanonline.blogspot.com/cara-pengendalian-gulma-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kedelai. (Diakses tanggal 15 Mei 2015)