Loading...

PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN TEBU DI POKTAN KAMBINGAN DESA NGUSIKAN KEC. NGUSIKAN

PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN TEBU DI POKTAN KAMBINGAN DESA NGUSIKAN KEC. NGUSIKAN
Pengendalian gulma sangat penting untuk dilakukan agar gulma tidak mengganggu pertumbuhan tanaman tebu. Adapun kerugian yang bisa ditimbulkan oleh tumbuhnya gulma antara lain menyebabkan persaingan dengan tanaman utama, mengganggu kelancaran pekerjaan petani, sebagai perantara atau sumber hama dan penyakit, dan lain-lain.Gulma yang dijumpai pada tanaman tebu antara lain gulma berdaun sempit dan gulma berdaun lebar. Gulma yang berdaun sempit antara lain tuton (Echinochloa), teki (Cynodon dactylon), Panicum repens dan masih ada beberapa lagi. Sedangkan gulma berdaun lebar terdiri dari spesies-spesies class Dicotyledonae, termasuk di dalamnya marga-marga euphorbiaceae, Amaranthaceae dan masih ada lagi yang lainnya.Prinsip pengendalian gulma ialah tidak perlu sampai bersih, sekitar 15% penutupan gulma masih dapat ditoleransi tanaman. Pengendalian sampai bersih justru kurang efektif karena gulma penghasil nektar yang berfungsi sebagai inang parasitoid dan predator hama akan hilang. Pengendalian gulma difokuskan pada saat tanaman tebu berumur 3-4 bulan karena lebih dari 4 bulan sudah mampu bersaing dengan gulma.Pengendalian gulma ada beberapa macam metode yaitu secara budidaya, secara mekanis dan secara kimiawi. Salah satu cara pengendalian gulma secara budidaya adalah dengan pengaturan jarak tanam menjadi lebih rapat / sempit, selain itu bisa juga dengan cara penutupan lahan dengan mulsa atau klaras tebu untuk menghambat pertumbuhan gulma.Pengendalian secara mekanis bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu secara manual baik dengan tangan maupun mesin. Sedangkan pengendalian gulma secara kimiawi baru dilakukan apabila pengendalian secara budidaya dan mekanis sudah tidak mampu mengendalikan gulma. Pengendalian gulma dengan kimiawi yaitu dengan menggunakan herbisida. Pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida harus menggunakan konsentrasi yang sesuai dengan anjuran karena penggunaan konsentrasi yang berlebih menyebabkan daun mengalami fitotoksis dan menjadi kering. PENULIS : TIM BPP NGUSIKAN DAN TIM KABUPATEN