Loading...

Pengendalian Gulma Tanaman Padi Secara Ekologi

Pengendalian Gulma Tanaman Padi Secara Ekologi
Kehadiran gulma pada tanaman padi diketahui dapat berdampak pada penurunan hasil. Gulma dapat menjadi pesaing bagi tanaman padi dalam memperoleh hara, air, sinar matahari, CO2, dan lahan. Untuk itu, agar tidak menimbulkan kerugian, perlu dilakukan pengendalian gulma. Pengendalian gulma diarahkan untuk mempertahankan populasi gulma di bawah ambang ekonomi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam pengendalian gulma, salah satunya adalah secara ekologi. Pengendalian gulma dengan pendekatan ekologi dilakukan dengan mengelola lingkungan sedemikian rupa sehingga mendukung dan menguntungkan pertumbuhan tanaman yang diusahakan tetapi juga tidak merugikan untuk perkembangan gulma. Pengendalian cara ini dilakukan dengan memperbaiki cara bercocok tanam/budidaya padi. Berikut ini beberapa langkah dalam pengendalian gulma dengan pendekatan ekologi: 1. Pencegahan Pencegahan diawali dengan penggunaan benih murni bersertfikat (berlabel). Langkah pencegahan lain dilakukan menjaga kebersihan lingkungan. Pembuatan pintu air di saluran irigasi dapat mencegah gulma terapung seperti eceng gondok, kiambang dan kiapu masuk ke petakan sawah. 2. Pengolahan Tanah Pada penanaman musim hujan, pengolahan tanah sebaiknya dilakukan secara sempurna. Pengolahan tanah sempurna dilakukan dengan satu kali bajak dan dua kali rotari. Dalam upaya penerapan sistem pertanian berkelanjutan, pengolahan tanah dilakukan dengan menerapkan olah tanah konservasi (OTK). Teknik ini dilakukan untuk meminimalisir aktivitas yang mengganggu tanah. Teknik OTK dapat dilakukan dengan tanpa olah tanah (TOT) dan olah tanah ringan (OTR). Keuntungan system OTK dapat menghemat biaya olah tanah, hemat air, hemat energi bahan bakar dan dapat mempercepat waktu tanam. 3. Pengaturan Air Irigasi Penggenangan terus menerus pada fase awal pertumbuhan tanaman padi dapat menghambat biji gulma berkecambah. Jika dilakukan pengairan berkala, sebaiknya digunakan herbisida pra rumbuh yang efektif dan selektif. 4. Pengelolaan Pupuk Pengelolaan pupuk diarahkan pada aplikasi pemberiannya, agar pupuk efektif diserap tanaman. Cara yang dianjurkan adalah dengan dibenamkan pupuk ke dalam tanah. 5. Pemilihan Varietas Untuk pengendalian gulma, varietas yang disarankan dalah varietas berbatang tinggi. 6. Populasi Tanaman dan Jarak Tanam Pengaturan populasi dan jarak tanam lebih rapat bertujuan untuk memberi ruang yang lebih sempit untuk pertumbuhan gulma. 7. Cara Tanam Cara tanam padi dapat dilakukan dengan du acara, yaitu tanam pindah atau tapin dan tanam benih langsung atau dikenal dengan tabela. Pada pertanaman padi dengan system tapin, setelah bibit di tanam, dapat langsung diari. Pada cara tabela, benih yang telah dikecambahkan dapat langsung ditaburkan ke lahan yang sudah rata melumpur. Selama 7-10 hari harus dibuat drainase agar benih tumbuh serempak. 8. Pengendalian secara Biologi Pengendalian gulma dengan cara biologis dilakukan dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu.- Penggunaan organisme selektif, yaitu organisme yang menyerang satu satau hanya beberapa spesies gulma- Penggunaan organisme non selektif, yaitu organisme yang menerang semua jenis gulma- Penggunaan spesies tanaman pesaing, yaitu tanaman yang bersaing dengan spesies gulma untuk satu faktor lebih, misalnya menanam ubi jalar untuk mengurangi pertumbuhan umbi teki atau alang-alang. Sumber : Hamdan Pane dan Sigit Yuli Jatmiko. 2009. Pengendalian Gulma pada Tanaman Padi. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian); Email: ume_humaedah@yahoo.com