Gulma merupakan salah satu kelompok organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menjadi pesaing bagi tanaman padi dalam memperoleh hara, air, sinar matahari, CO2, dan lahan. Jika tidak dikendalikan, kehadiran gulma dapat menurunkan hasil padi sawah bingga 32-42%. Tingkat kerugian tergantung pada varietas padi yang ditanam dan agroekosistem lahan. Untuk mengurangi kerugian akibat gulma, perlu dilakukan pengendalian gulma. Pengendalian gulma bukan diarahkan untuk pemberantasan total, tetapi mempertahankan populasi gulma di bawah ambang ekonomi. Agar upaya pengendalian gulma efektif, perhatikan langkah-langkah berikut: 1. Kenali Periode Kritis Persaingan Gulma dengan Tanaman Padi Periode kritis persaingan gulma dengan tanaman padi ditentukan berdasarkan fase pertumbuhan tanaman. Periode kritis tanaman padi dengan gulma umumnya dimulai sejak tanaman tumbuh hingga tanaman berumur 40 hari. Pada fase ini, umumnya kanopi tanaman belum menutup, sinar matahari ke permukaan tanah juga masih tinggi, dan biji-biji gulma bekecambah dan tumbuh lebih cepat dibanding tanaman. 2. Kenali Jenis Gulma Mengenali jenis gulma penting dilakukan untuk menentukan cara pengendalian yang tepat. Untuk mengenali jenis gulma, perlu mengenali pengelompokan jenis gulma berdasarkan morfologi bentuk gulma. Pada pertanaman padi dikelompokkan menjadi: a. Gulma rumput Gulma rumput umumnya termasuk dalam family Graminae atau Poaceae. Gulma kelompok ini memliki batang berbentuk bulat kadang-kadang agak pipih dan kebanyakan berongga. Batang terbagi menjadi ruas dengan buku-buku yang terdapat antara ruas. Helai daun muncul berselang-seling dari kedua sisi batang pada setiap buku. Helai daun gulma rumput umumnya tipis, sempit dan memanjang, memiliki tepi daun rata dan urat daun sejajar dengan panjang daun. Beberapa contoh gulma rumput adalah: Echinochloa cruss-galli, Cynodon dactylon, Leptochloa chinensis. b. Teki Gulma teki umumnya termasuk golongan Cyperacea. Gulma teki memiliki batang berbetuk segitiga, kadang bulat tak berongga, memiliki daun yang berurutan sepanjang batang dalam tiga baris, tidak memiliki lidah daun, dan titik tumbuh tersembunyi. Teki memiliki umbi batang di dalam tanah yang mampu bertahan berbulan-bulan, tak heran gulma kelompok ini memiliki daya tahan luar biasa terhadap pengendalian mekanik. Beberapa jenis gulma kelompok ini adalah: teki ladang (Cyperus rotundus), udelan (Cyperus kyllingia), dan Scirpus maritimus. c. Gulma berdaun lebar Gulma berdaun lebar biasanya memiliki daun melebar, berbentuk agak bulat atau lonjong dengan urat daun seperti jala tidak teratur, Jenisnya banyak termasuk tanaman dikotil atau berbiji keping dua, dan sebagian dikotil. Beberapa jenis gulma berdaun lebar diantaranya: Monochoria vaginalis, Limnocharis flava, Ludwigia octovalvis. 3. Pilih Cara Pengendalian yang Tepat Prinsip pengendalian gulma harus efisien, ekonomis, dan berkelanjutan. Beberapa teknis yang dilakukan adalah: pengendalian berbasis ekologi. Pengendalian gulma berbasi ekologi menerapkan prinsip:- Mempertahankan keragaman spesies gulma- Menerapkan pergiliran tanaman yang sesuai- Penerapan olah tanah minimum- Meningkatkan pengendalian secara mekanis- Tanaman yang diusahakan sesuai dengan kesuburan tanah- Pengomposan pupuk organic sempurna agar biji-bijian gula mati- Menanam varietas varietas padi berdaya saing tinggi- Menanam benih murni Dalam penerapan teknik pengendalian gulma, tidak ada satu metode mampu menekan infestasi semua spesies gulma. Efektif tidaknya suatu teknik pengendalian erat kaitannya dengan spesies gulma sasaran. Untuk itu diperlukan pengamatan dan pemahaman jenis gulma yang ada, sehingga dapat ditentukan teknik pengendalian yang sesuai. Sumber : Hamdan Pane dan Sigit Yuli Jatmiko. 2009. Pengendalian Gulma pada Tanaman Padi. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian); Email: ume_humaedah@yahoo.com