Petani dalam budidaya ubi kayu banyak menghadapi masalah yang dapat menurunkan produksi dan kualitas umbi. Masalah tersebut diantaranya adalah adanya gangguan hama, penyakit, dan gulmaKerusakan tanaman ubi kayu akibat serangan hama dipengaruhi oleh jenis hama yang menyerang, tingkat ketahanan tanaman terhadap hama, umur tanaman waktu terjadi serangan, dan periode lamanya serangan hama. Bila tanaman terlambat ditanam peluang terjadinya serangan lebih lama sehingga kehilang hasil yang ditimbulkan akan semakin tinggi. Selain mengurangi hasil/produksi dan kualitas umbi, serangan beberapa hama juga mengakibatkan penurunan kualitas bahan tanam (stek)Pada umumnya serangan dan kerusakan akibat serangan hama di musim kemarau lebih tinggi dibandingkan pada musim penghujan. Hal ini disebabkan siklus hidup pada musim kemarau lebih pendek sehingga populasinya berkembang lebih cepat.Sebagian besar hama tanaman ubi kayu berupa serangga (Insektisida) dan beberapa diantaranya dianggap penting dan dapat menurunkan hasil/produksi tanaman ubi kayu termasuk belalang.. Gejala Gejala kerusakan pada umumnya berupa gerekan pada daun yang tidak teratur. Selain daun, serangga ini juga memakan tangkai daun. Pada tingkat serangan yang parah daun tanaman dapat rusak berat.BioekologiBelalang mengeluarkan telur berwarna putih, hijau kekuningan, coklat, atau berbagai nuansa coklat. Bentuk memanjang, melengkung, dan seperti polong. Telur dalam kelompok yang kompak (35-100 telur) diletakan dibawah permukaan tanah (juga diselokan, pagar, dan daerah yang bergulma) dan ditutupi sekresi berbusa. Gelembung busa tersebut berfungsi melindungi telur dari kekeringan, berwarna putih atau coklat, tergantung spesiesnya. Telur-telur akan menetas dalam waktu 1-3 bulan, tergantung spesies dan kondisi lingkungan.Nimfa yang baru menetas berwarna putih, setelah beberapa jam terpapar sinar matahari, akan memberikan warna yang khas yang merupakan tanda-tanda bahwa nimfa telah menjadi dewasa. Kebyakan nimfa segera mencari makan dan terus makan pada tanaman yang sama sampai menjadi dewasa. Nimfa memiliki bantalan sayap tetapi mereka tidak dapat terbang. Ini adalah alasan mengapa sebagian besar tanaman yang rusak terkonsentrasi dan ditemukan di tepi lapangan.Ada 4-9 tahap nimfa, kemudian menjadi dewasa dalam waktu sekitar 4-9 bulan tergantung spesies dan kondisi lapangan.Pengendalian Secara kultur teknis, pengendalian belalang dengan cara: 1) membajak lahan agar telur belalang terpapar dan dimakan predator; 2) melestarikan musuh alami yaitu semut, larva kumbang Mylabris dan Epicauta yang akan memakan telur tersebut. Sumber: Litbang PertanianPenulis : Marwati (Pusat Penyuluhan Pertanian-BPPSDMP-Kementan)