Loading...

Pengendalian hama burung pada tanaman padi sawah di Kabupaten Indragiri Hulu

Pengendalian hama burung pada tanaman padi sawah di Kabupaten Indragiri Hulu
A. PENDAHULUAN Ada beberapa jenis burung yang menyerang tanaman padi yakni jenis pemakan biji. Yang paling sering menyerang tanaman padi dalam jumlah banyak ialah burung pipit yang biasanya terbang dalam kawanan. Nama lain dari burung pipit ialah burung gelatik, burung emprit, burung peking dan burung gereja. Sedang jenis burung lain yang juga menyerang tanaman padi namun dalam jumlah kecil ialah burung manyar. Jenis burung pipit merupakan jenis burung pemakan biji yang dapat menyebabkan kehilangan hasil produksi padi dan terkadang menyebabkan kerusakan tanaman padi yang parah. Salah satu kendala yang dihadapi petani dalam usaha tani padi sawah di kabupaten Indragiri Hulu khususnya di Kecamatan Kuala Cenaku dan Rengat Barat adalah serangan hama burung. Hama burung merupakan masalah penting yang sering kali mengganggu petani dan membuat petani merugi. Serangan hama burung terjadi ketika padi sudah masak dan siap panen. Upaya memaksimalkan produksi padi sepertinya belum cukup dengan menggunakan varietas unggul tahan hama (tikus, wereng, walang sangit dan lainnya) dan penyakit (jamur dan bakteri), umur genjah (pendek) dan teknik budidaya yang tepat. Pada budidaya tanaman padi sawah, masalah yang tak kalah seriusnya selain serangan hama-penyakit seperti tersebut di atas adalah gangguan dari burung-burung pemakan butir-butir padi. Burung pipit atau masyarakat Jawa menyebutnya manuk peking merupakan salah satu burung yang rakus sekali memakan padi dan itu harus diwaspadai. Perlu upaya dari petani melakukan metode-metode kreatif untuk mengurangi hama burung ini. Berbagai cara telah dilakukan untuk mengatasi hama burung, petani biasanya menjaga sawah untuk mengusir burung yang datang. Akan tetapi cara ini menyita banyak waktu, petani harus menjaga sawah mereka dari pagi hingga sore selama 30 hari. Hasilnya pun kurang bagus, burung akan pergi sesaat setelah diusir, namun datang lagi selang beberapa waktu. Saat petani lengah burung akan leluasa memakan padi. Untuk itu perlu ada upaya pengendalian agar pertanaman padi sawah dapat selamat dari serangan hama burung, minimal menekan serangannya. B. CARA PENGENDALIAN Cara pengendalian hama burung ini yang paling tepat adalah dengan memadukan berbagai pengendalian, agar hasilnya dapat maksimal. Adapun upaya pengendalian yang dapat ditempuh antara lain sebagai berikut : Mengatur penanaman agar serempak panen Penanaman serentak pada lahan yang relatif luas minimal 100 hektar, dengan cara ini persentase tanaman padi yang diserang hama burung akan kecil dibanding dengan luas lahan yang ada. Pertanaman padi yang dimakan tidak mempengaruhi produktifitas per satuan luas. Pengendalian cara ini perlu kerja sama sesama anggota kelompok tani dan antar anggota kelompok tani, atau bahkan gabungan kelompok tani antar desa. Untuk pertanaman padi di Kecamatan Kuala Cenaku biasanya terjadi serempak panen pada bulan Januari, untuk musim tanam berikutnya terjadi pada bulan Mei. Untuk itu perlu kerja sama yang difasilitasi oleh pemerintah kecamatan. Penggunaan jaring Jaring yang dapat adalah jaring bekas nelayan atau jaring khusus yang dijual untuk pengendalian hama burung. Untuk jaring bekas nelayan biasanya dijual per kilo atau per gulung. Cara ini ternyata cukup efektif untuk mengatasi hama burung pada padi. Penggunaan jaring bekas cukup sederhana, yaitu dengan menancapkan beberapa bambu sebagai tiang di pematang sawah, kemudian mengikat jaring di bambu tersebut dan membetangkan jaring di atas tanaman padi yang mulai masak atau mulai diserang hama burung. Jaring bekas dapat dipakai beberapa kali, tergantung dari kondisinya. Pemakaian kaleng bekas Caranya yaitu kaleng bekas tersebut diisi kerikil dan dipasang di tengah tengah sawah atau di pinggiran. Kemudian tiang satu dengan yang lainnnya dihubungkan dengan tali yang ditarik oleh penunggu di dalam pondok(saung). Cara ini juga ternyata cukup efektif dan sangat membantu pengendalian hama burung ini. Cara ini lazim dipakai oleh petani di daerah Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu Riau dan hasilnya ternyata mampu menghalau hama burung. Menggunakan Ajir Berwarna Merah Burung takut dengan warna merah, maka kita dapat menakut-nakutinya dengan warna tersebut. Bahan dan alat yang digunakan antara lain: bamboo bekas ajir atau membuat sendiri dengan panjang 2 m, cat warna merah dan kuas. Cat setengah/sebagian dari ajir-ajir, kemudian tancapkan disekeliling hamparan padi dengan jarak 1-2 meter, jika dibutuhkan, ditengah juga dikasih beberapa buah ajir tersebut. TARSUWI, S.ST, M.MA (Penyuluh Pertanian Madya Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Indragiri Hulu)