Loading...

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT BAWANG MERAH

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT BAWANG MERAH
Tanaman bawang merah tidak luput dari serangan hama dan penyakit bawang merah. Jika ditemukan gejala serangan ulat bawang atau ulat pemakan buah lainnya perlu dilakukan tindakan sebagai berikut : a. HamaSerangan hama banyak terjadi jika bawang merah ditanam pada musim kemarau. Hama akan menyerang beberapa bagian tanaman seperti daun dan batang. Sebenarnya, dampak dari serangan hama bisa dikurangi dengan beberapa cara, yaitu (a) menjaga sanitasi lahan dengan cara melakukan penyiangan secara rutin, (b) melakukan rotasi atau pergiliran tanaman dengan tanaman yang tidak sefamili dengan bawang, dan (c) menggunakan pestisida secara bijak dan berkala.Penanganan terhadap hama bawang merah (1) paket telur dan daun-daun bawang yang menunjukkan gejala serangan dipetik dan dikumpulkan lalu dimusnahkan, (2) jika jumlah paket telur atau kerusakan tanaman telah mencapai AP, maka tanaman disemprot dengan insektisida seperti Profenofos (Curacon 500 EC, 2 2 ml/l), Betasiflutrin (Buldok 25 EC , 2 ml/l), Klorfluazoron (Atabron 50 EC,2 ml/l), Lufenuron ( Match 50 EC,2 ml/l), Spinosad (Tracer 120 SC, 0,5 ml/l) dan lain-lain, (3) penyemprotan insektisida dianjurkan menggunakan spuyer kipas, karena butiran yang dihasilkan lebih hasus dibandingkan spuyer holocone 4 lubang dan dapat menghemat penggunakan insektisida lebih dari 40 %. Dianjurkan dilakukan pada sore hari karena hama ini aktif pada malam hari., (4) jika ada serangan trips, penyemprotan dengan insektisida antara lain Abamectin ( Agrimec18 EC, 0,5 ml/l), Spinosad (Tracer 120 SC, 0,5 ml/l) Imidakloprid (Confidor 50 SC, 0,5 ml/l, Diafentiuron (Pegasus 500 SC,1-2ml/l), atau Karbosulfat (Marshal 200 EC, 1-2 ml/l)b. PenyakitBawang merah yang ditanam pada musim hujan sering terserang penyakit. Hal ini bisa disebabkan kelembaban udara di sekitar tanaman yang cukup tinggi. Agar terhindar dari penyakit, pilih lahan yang sudah lama tidak ditanam bawang merah dan jauh dari pertanaman bawang lainnya.Penanganan terhadap penyakit bawang merah, yaitu (1) jika ditemukan serangan penyakit bercak ungu atau trotol, tindakan pengendaliannya adalah (a) jika pada siang hari turun hujan rintik-rintik maka setelah redah dilakukan penyiraman untuk mencuci sisa-sisa air hujan dan percikan tanah yang menempel pada daun. Sisa-sisa air hujan merupakan media yang sangat baik untuk tumbuhnya spora cendawan A. Porii sedangkan percikan tanah yang mengering akan menimbulkan luka yang memudahkan masuknya spora cendawan tersebut kedalam jaringan tanaman., (b) jika tingkatan kerusakan daun telah melampaui AP, maka tanaman disemprot dengan fungisida seperti Difenokonazol (Score 250 EC, 2 ml/l), Klorotalonil (Daconil 500 F, 2 g/l), Propineb (Atracol 70 WP, 2g/l), atau Mankozeb (Dithane M-4580 WP, 2 g/l). (2) tanaman yang terserang penyakit layu fusarium dicabut dan dimusnahkan agar serangannya tidak meluas, (3) jika ditemukan gejala serangan penyakit antraknose atau otomatis, maka tindakan pengendalian yang dilakukan adalah (a) untuk mengurangi sumber infeksi agar serangannya tidak meluas, tanaman yang terserang dicabut atau dimusnahkan, (b) jika kerusakan tanaman telah mencapai AP, dilakukan penyemprotan fungisida dianjurkan, misalnya Difenokonazol (Score 250 EC, 2 ml/l), atau Klorotalonil (Daconil 500 F, 2 g/l) Disarikan oleh : Lasarus Kanisius L, PusluhtanSumber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura,2014. Teknologi Budidaya Bawang Merah di Luar Musim (off-season) Badan Litbang Pertanian.Sumber gambar : propertycirebon.wordpress.com