Kedelai merupakan tanaman penting di Dunia dan di Indonesia yang menjadi Tanaman Strategis Nasional. Sebagian besar penduduk Indonesia mengomsumsi tanaman Kedelai yang diproses menjadi makanan khas Indonesia yaitu tempe. Budidaya tanaman Kedelai harus sangat diperhatikan salah satu pada serangan hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit merupakan kendala dalam budidaya Kedelai yang menyebabkan rendahnya produktivitas Kedelai. Hama yang sering dijumpai menyerang pertanaman Kedelai adalah penyakit layu daun, penyakit layu bakteri, karat daun, dan Penyakit anthracnose. Kursus pada kegiatan Sekolah Lapang (SL) yang dilakukan di Desa Arul Pinang, WKPP Peunaron memberikan pembelajaran tentang cara pengendalian hama dan penyakit dengan baik dan benar, seperti cara penyemprotan dan anjuran takaran penggunaan pestisida. Kegiatan kursus dilaksanakan oleh kari pada bulan Oktober 2017 dan di bantu (Kepala BBP Peunaron, BABINSA, Penyuluh PNS, Penyuluh Swadaya). Petani di Desa Arul Pinang masih banyak yang salah dan tidak mengerti cara penggunaan pestisida yang baik, cara pengendalian hama dan penyakit antara lain:a. Penyakit layu bakteri (Pseudomonas solanacearum).Penyakit ini menyerang pangkal batang. Penyerangan pada saat tanaman berumur 2-3 minggu. Penularan melalui tanah dan irigasi. Gejala: layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. Pengendalian: (1) biji yang ditanam sebaiknya dari varietas yang tahan layu dan kebersihan sekitar tanaman dijaga, pergiliran tanaman dilakukan dengan tanaman yang bukan merupakan tanaman inang penyakit tersebut. Pemberantasan: belum ada.b. Penyakit layu (Jamur tanah: Sclerotium Rolfsii)Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu, saat udara lembab, dan tanaman berjarak tanam pendek. Gejala: daun sedikit demi sedikit layu, menguning. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pengendalian: (1) varietas yang ditanam sebaiknya yang tahan terhadap penyakit layu; (2) menyemprotkan Dithane M 45, dengan dosis 2 gram/liter air. c. Penyakit lapu (Witches Broom: Virus)Penyakit ini menyerang polong menjelang berisi. Penularan melalui singgungan tanam karena jarak tanam terlalu dekat. Gejala: bunga, buah dan daun mengecil. Pengendalian: menyemprotkan Tetracycline atau Tokuthion 500 EC. d. Penyakit anthracnose (Cendawan Colletotrichum Glycine Mori)Penyakit ini menyerang daun dan polong yang telah tua. Penularan dengan perantaraan biji-biji yang telah kena penyakit, lebih parah jika cuaca cukup lembab. Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam, daun yang paling rendah rontok, polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Pengendalian: (1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat; (2) penyemprotan Antracol 70 WP, Dithane M 45, Copper Sandoz.e. Penyaklit karat (Cendawan phakospora Phachyrizi) Penyakit ini menyerang daun. Penularan dengan perantaraan angin yang menerbangkan dan menyebarkan spora. Gejala: daun tampak bercak dan bintik coklat. Pengendalian: (1) cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit; (2) menyemprotkan Dithane M 45. f. Penyakit bercak daun bakteri (Xanthomonas phaseoli)Penyakit ini menyerang daun. Gejala: permukaan daun bercak-bercak menembus ke bawah. Pengendalian: menyemprotkan Dithane M 45. g. Penyakit busuk batang (Cendawan Phytium Sp)Penyakit ini menyerang batang. Penularan melalui tanah dan irigasi. Gejala: batang menguning kecokllat-coklatan dan basah, kemudian membusuk dan mati. Pengendalian: (1) memperbaiki drainase lahan; (2) menyemprotkan Dithane M 45. h. Virus mosaik virusPenyakit ini menyerang Yang diserang daun dan tunas. Penularan vektor penyebar virus ini adalah Aphis Glycine (sejenis kutu daun). Gejala: perkembangan dan pertumbuhan lambat, tanaman menjadi kerdil. Pengendalian: (1) penanaman varietas yang tahan terhadap virus; (2) menyemprotkan Tokuthion 500 ECKursus pada kegiatan Sekolah Lapang berjalan dengan baik, hal ini tidak terlepas dari koordinasi petani dan penyuluh dan monitoring dan evaluasi kepala BPP Peunaron (Banjar, SP), dengan kersus diharapkan dapat meningkatkan gairah petani dalam budidaya tanaman Kedelai. Penulis: Sarmidin, Admin Cyber Extention.