Loading...

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN PALEM

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN PALEM
Palem adalah tanaman hias yang bersifat kosmopolitan, keberadaannya ditemukan di daerah tropis dan subtropis, di dataran rendah dan tinggi, di pegunungan dan di pantai, di tanah yang subur dan gersang. Perlindungan tanaman bertujuan untuk melindungi tanaman dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan ( OPT) dan meningkatkan kualitas serta kuantitas tanaman. Pengetahuan mengenai pencegahan jenis hama, penyakit yang sering menyerang tanaman palem merupakan strategi untuk mengoptimalkan produksi palem dalam mutu yang diharapkan. Pengendalian hama dan penyakit tanaman palem sangatlah prioritas, ini disebabkan karena harapan tanaman tumbuh prima sehingga diharapan produk dapat maksimal. Mengantisipasi hal tersebut maka upaya perlindungan tanaman dilakukan berdasarkan prinsip Pengendalian Hama terpadu (PHT). Tanaman hias palem relatif tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Jika ada, serangan hama biasanya lebih sering terjadi dari pada penyakit. Hama yang biasa menyerang tanaman palem antara lain; · Belalang (Aularches miliaris dan Valanga nigricans) Gejala: daun rusak ditandai dengan terlihatnya gigitan tidak teratur di tepi daun. Serangan berat, yang tersisa hanya tulang daun. Pengendalian: dengan membunuh belalang, menanam tanaman peutup tanah seperti Colopogonium sp. dan Centrosema sp., penggunaan insektisida Basudin 90 SC (2cc/liter). · Ulat penggulung daun (Hidari irava) Gejala: helaian daun palem menggulung, daun palem tinggal tulangnya saja, kadang-kadang hanya hanya separuh anak daun yang ditinggalkan. Pengendalian: dengan parasit telur Neotelenomus sp. dan Anastatus sp. Pengendalian kimia dengan insektisida Basudin 60 EC. · Kutu daun palem (Aspidiotus destructor) Gejala: daun menjadi merah keabu-abuan. Di permukaan daun tampak bercak menguning. Selanjutnya daun menguning semua, daun tidak tumbuh berkembang dan mati. Pengendalian: dengan menggunakan parasit hama Scimnus sp. atau Cryptoghatha sp. Pengendalian kimia dengan Malathion, Kelthane, Supracide 0,05%. · Kumbang penggorok daun (Brontispa longissima) Gejala: merusak pohon palem muda, kumbang bersembunyi di antara lipatan anak daun muda yang belum membuka. Daun akan berkerut hingga mati. Pengendalian: dengan memotong daun yang terserang, menyemprot tanaman setiap 4-6 minggu dengan insektisida berbahan aktif karbaril seperti Carbavin 85 WP, Dicarbam 85 S, Sevin 50 dengan konsentrasi 0,15 % atau berbahan aktif dieldrin seperti Dieldrin 20 Sc dengan konsentrasi 0,16 %. · Kumbang palem (Anadastus sp.) Gejala: kumbang menggerek daun muda kemudian ke daun tua. Pengendalian: dengan insektisida Dekasulfan 350 EC atau Thiodan 35 EC. Penyakit pada Tanaman Palem Bercak daun Penyebab: jamur Fusarium sp., Pestalotia sp., Gloesporium sp. dan lain-lain. Gejala: pada daun tua atau muda terdapat bercak berbagai bentuk berwarna kuning atau hijau yang akan menghilang. Bercak ini meninggalkan bekas terang berwarna hitam, abu-abu dan coklat. Bagian tersebut kemudian kering. Serangan berat seluruh tajuk kering dan daun menutup. Buah akan rontok. Pengendalian: memotong dan membakar bagian yang sakit, penyemprotan fungisida Dithane M-45, Difolatan 4F dengan kepekatan 0,1-0,2 %. Layu pucuk Penyebab: jamur Thielaviopsis sp., Botrydiplodia sp., Fusarium sp., Chlaraopsis sp., Erwinia sp. dan Pseudomonas sp. Gejala: daun mahkota layu secara tibatiba, daun menjadi kusam, pelepah daun bergantungan dan gugur. Kematian terjadi dengan cepat (1-3 bulan). Pengendalian: memperbaiki pengelolaan tanaman termasuk pemupukan yang berimbang, sanitasi lingkungan, membuang dan membakar tanaman yang terserang. Penyakit akarPenyebab: jamur parasit dan nematoda. Perubahan warna daun, ujung daun mengkerut dan kering. Gejala: dapat menyebar ke pangkal daun. Pengendalian: sama dengan yang dilakukan untuk penyakit layu pucuk. Ditulis oleh Dalmadi Sumber dan Gambar: Ditjen Horti, budidaya palem BPPT.