Hama dan Penyakit yang menyerang tanaman padi tabela sama dengan hama dan penyakit tanaman padi sawah. Hama tanaman padi yang sering ditemukan dilapangan yaitu penggerekbatang padi, hama putih, tikus, walang sangit, wereng, ganjur, dan burung. Tikus perlu diwaspadai karena sering menyerang benih setelah ditanam. Adapun burung biasanya kurang merugikan budidaya tabela. Penyakit tanaman padi yang sering ditemukan pada padi tabela antara lain hawar daun, bercak bakteri, busuk batang, blast, tungro dan kerdil rumput. Pengendalian hama yang menyerang tanaman padi tabela dilaksanakan dengan prinsip pengendalian hama terpadu. Pengendalian hama terpadu bertujuan untuk mempertahankan populasi hama agar tetap dalam jumlah sedikit sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada tanaman yang dibudidayakan. Semua cara pengendalian hama dimanfaatkan termasuk penggunaan predator dan parasitoid, varietas tahan, teknik bercocok tanam, pengaturan pola dan tertib tanam, serta penggunaan pestisida sebagai alternative yang terakhir. Pengendalian penyakit tanaman lebih dititikberatkan dengan cara preventif, antara lain menggunakan varietas tahan, metode bercocok tanam, pemupukan berimbang, dan cara mekanis dengan memusnakan tanaman sakit. Beberapa hama penting yang menyerang pertanaman padi tabela sebagai berikut a. Penggerek batang padiGejala serangan: Penggerek batang pada tanaman padi muda (vegetatif) menimbulkan gejala sundep. Pucuk yang semula berwarna hijau berubah menjadi kuning kemerah-merahan, kering, dan akhirnya mati, serta mudah dicabut. Hal tersebut sebagai akibat aktifitas larva atau ulat penggerek yang memakan titik tumbuh tanaman padi muda. Serangan Penggerek pada tanaman tua menimbulkan gejala beluk. Malai berubah menjadi putih dan biji hampa. Malai tersebut mudah dicabut sebagai akibat dari tangkai mati yang digerek oleh larva penggerek batang padi.Penyebab: Penggerek batang padi ada empat jenis, yaitu penggerek batang padi putih (Tryporyza innotata), penggerek batang padi kuning (T. incertulas), penggerek batang padi bergaris (Chilo Suppressalis), dan penggerek batang padi ungu (Sesamia Inference). Keempat spesies hama tersebut menyerang tanaman padi dan menimbulkan gejala yang sama. Pengendalian: Penggerek batang dengan cara budidaya dapat dilaksanakan antara lain dengan menanam varietas padi yang tidak peka hama, membersihkan gulma dipematang, menangkap ngengat dengan lampu perangkap, memusnahkan kelompok telur penggerek batang, serta membenamkan jerami setelah panen.b. TikusGejala : Bekas gigitan tikus pada tanaman padi berupa potongan yang membentuk sudut 30-600, meninggalkan seratpada ujung bagian atas, tangkai malai putus, dan bekas gabah berceceran di bawah. Serangan tikus biasanya dimulai dari bagian tengah petakan kemudian menjalar ke bagian tepi. Selain itu, tikus juga menyukai benih padi tabela yang baru disebar disawah. Bekas kerusakannya ditandai dengan tanaman yang tumbuh jarang. Penyebab: Tikus yang menyerang tanaman padi di sawah terutama rattus argentiventer dan R. exulans. Pengendalian dengan cara budidaya dengan mengupayakan lahan dalam keadaan bersih dari semak-semak dan rerumputan yang rimbun. Selain itu, dapat dilakukan dengan gropyokan secara teratur dan terorganisir menciptakan anjing pemburu, dan menggunakan alat pemukul, cangkul, serta alat perangkap. Pengendalian kimiawi dengan mengadakan penghembusan asap belerang melalui alat emposan dan peletupan gas karbit pada lubang yang masih dihuni tikus. Pengumpanan dengan racun tikus, seperti Zink Phophine, Warfarin, Diphacin dan Tomorin, juga dapat dilakukan. Beberapa hama penting yang menyerang pertanaman padi tabela sebagai berikut:a. BlastGejala. Daun tanaman padi yang terserang blast terdapat gejala khas berupa bercak berbentuk ketupat dan berwarna abu-abu. Pada serangan berat akan menyebabkan bercak bergabung dan menyebar, kemudian daun menjadi kering. Blast dapat pula menyerang batang dan malai yang dikenal dengan busuk leher.Penyebab: Penyakit blast disebabkan oleh jamur pyricularia oryzae. Blast dapat menyerang tanaman padi sejak dipesemaian hiingga di pertanaman.Pengendalian : Pengendalian dengan kultur teknis, yaitu menghindari pemberian pupuk nitrogen berlebihan dan menanam varietas yang tahan. Dengan cara kimiawi dilakukan setelah melalui pertimbangan teknis. Beberapa fungisida yang dapat dianjurkan untuk mengendalikan blast yaitu Rasum 20 AS dan Rabcide 50 WP.b. TungroGejala : Tanaman padi tabela yang terserang tungro (mentek, habang), tumbuh kerdil, anakan berkurang, daun berwarna kuning sampai jingga yang dimulai dari ujung daun. Daun muda berbintik-bintik dan bergaris hijau pucat sampai keputih-putihan. Tanaman padi yang beumur lebih dari 60 hari bila terserang tungro tidak menampakkan gejala tersebut. Penyebab: Virus Tungro ditularkan (melalui vektor) oleh wereng hijau Nephotettix impicticeps dan N. apicalis. Wereng tersebut dapat bertahan hidup pada padi liar, padi singgang, jawan, dan rumput teki.Pengendalian : Untuk pengendalian cara budidaya, dianjurkan bertanam padi dengan gilir varietas, menanam padi tahan virus tungro (seperti IR 74 dan Kelara)., mencabut dan memusnakan tanaman yang sakit, membersihkan gulma, serta membajak sisa tanaman setelah panen.Penysun; Sundari/BBP2TP BogorSumber: Setijo. Budidaya Padi Sawah Tabela.2008