Pengendalian HamaBeberapa jenis hama yang menyerang tanaman semangka adalah.1. Ulat tanah (Agrotis ip-silon Hufn) Ulat tanah atau hileud orok, hileud tegel (Sunda) dan ular lutung (jawa), merupakan hama pemakan segala tanaman. Bentuk serangga dewasanya berupa kupu-kupu berwarna coklat tua dengan beberapa titik putih dan bergaris-garis. Kupu-kupu ini aktif pada senja dan malam hari, sedangkan pada malam hari bersembunyi di bawah permukaan daun. Pengendalian ulat tanah dapat dilakukan secara kultur teknis, mekanis dan kimiawi. (a) Pengendalian secara kultur teknis, dilakukan dengan pembersihan rumput-rumput liar dan sisa-sisa tanaman yang biasanya menjadi sarang ulat tanah, (b) Pengendalian secara mekanis, dilakukan dengan cara mengumpulkan ulat tanah pada senja dan malam hari, kemudian dibunuh. Cara ini sangat praktis untuk areal tanaman semangka yang relatif sempit. Jurus aktif adalah (c) pengendalian secara kimiawi, dengan menggunakan insektisida, baik disemprotkan maupun dengan umpan beracun. Jenis insektisida yang efektif untuk pengendalian hama ulat tanah adalah Hastathion 40 EC (0,2 %). Umpan beracun dapat dibuat dari campuran dedak (10 kg), Dipterex 95 SL (125-150 ML), gula merah (0,5-1 kg), air (10 liter). Umpan beracun tersebut dipasang pada sore hari di sekitar tanaman. 2. Lalat Buah (Datus sp)) Lalat buah termasuk pemangsa segala jenis buah tanaman, termasuk buah semangka dan melon serangga dewasa (lalat) panjangnya kira-kira 0,5 cm berwarna coklat tua pada dadanya dan coklat muda di bagian kakinya. Telur lalat buah diletakkan pada buah semangka, kemudian menetas menjadi kupa yang dibentuk di atas permukaan tanah. Siklus hidup dari telur menjadi serangga dewasa (lalat) berlangsung selama kira-kira 4 minggu. Buah semangka yang diserang lalat buh akan membusuk dan berlubang kecil. Kerusakan berat menyebabkan buah busuk, bentuknya tidak normal dan rontok. Di dalam buah semangka yang bentuknya tidak normal dan rontok akibat diserang hama ini terdapat larva lalat yang pandai meloncat-loncat. Pengendalian lalat buah dapat dilakukan secara kultur teknis dan kimiawi, (a) pengendalian secara kultur teknis dilakukan rotasi tanaman inang lalat buah, mengumpulkan buah-buahan yang diserang untuk dimusnahkan, menjaga kebersihan kebun dan (b) pengendalian secara kimiawi menggunakan perangkap beracun seperti protein hidrosilat atau metil eugenol yang dipasang dalam botol aqua, serta semprotan insektisida Decis 2,5 EC (0,04 %) atau insekti sida lainnya yang dianjurkan. Pengendalian PenyakitPenyakit utama tanaman semangka antara lain (1) Layu Fusarium (Fusarium Oxysporum Schlecht) dan Downy Mildew (tepung palsu). Layu Fusarium, disebut juga penyakit melepes atau alum (Jawa), yang disebabkan oleh cendawan. Cendawan ini dapat bertahan hidup dalam tanah bera selama 5 tahun. Penyakit ini biasanya menyerang bagian perakaran serabut tanaman semangka, sehingga menjadi busuk dan kulit akarnya mengelupas.Tanaman semangka yang diserang penyakit ini sebagian/keseluruhan tanaman akan layu secara perlahan-lahan atau mendadak, tergantung tingkat serangan dan keganasan patogen penyakit ini. Daun-daun yang layu kemudian menguning dan akhirnya mengering. Serangan layu fusarium terjadi pada semua stadium pertumbuhan tanaman semangka. Usaha pengendalian penyakit ini dapat dilakukan secara terpadu, yakni dengan cara (a) penanaman varietas semangka yang tahan (resisten), misalnya Quality (non biji), Farmers Giant, dan New Dragon, (b) rotasi tanaman yang bukan satu famili, (c) perbaikan drainase tanah, (d) perlakuan benih atau bibit dengan larutan fungisida sistemik benlate 0,5 gr/lt selama beberapa menit, (e) pengapuaran tanah, dan (f) menghindari pelukaan mekanik akar pada waktu pemeliharaan tanaman. Cara pengendalian lainnya, adalah dengan mencabut tanaman yang sakit. Sebelum berbunga, saat berbunga, dan masa pertumbuhan buah dapat dilakukan penyiraman (kocoran) larutan Difolatan 0,2% sebanyak 0,25-1 lt / tanaman. Dapat juga disemprot fungisida, misalnya Derosal 60 WP atau Benlate pada konsentrasi 0,1-0,2 %. Penyakit Downy Mildew atau tepung palsu disebabkan oleh cendawan, yang sering menyerang daun-daun tua, gejalanya mula-mula bercak kuning muda, umumnya bersegi banyak dengan batas-batas tulang daun. Bila daun dibalikkan tampak jamur berwarna hitam. Serangan penyakit ini dapat menyebabkan daun mengering dan mati sebelum waktunya. Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan perbaikan drainase tanah, rotasi tanaman, mencabut tanaman yang sakit, dan semprotan fungisida (al: ridomil MZ) sesuai dengan dosis yang dianjurkan.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian