Perlindungan tanaman bertujuan untuk melindungi tanaman dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan ( OPT) dan meningkatkan kualitas serta kuantitas tanaman. Pengetahuan mengenai pencegahan jenis hama, penyakit yang sering menyerang tanamanleatherleaf merupakan strategi untuk mengoptimalkan produksi tanamanleatherleaf dalam mutu yang diharapkan. Pengendalian hama dan penyakit tanaman tanamanleatherleaf sangatlah prioritas, ini disebabkan karena harapan tanaman tumbuh prima sehingga diharapan produk dapat maksimal. Mengantisipasi hal tersebut maka upaya perlindungan tanaman dilakukan berdasarkan prinsip Pengendalian Hama terpadu (PHT). Tidakan pengendalian preventif yang dikembangkan sebagai upaya menghindari terjadinya serangan OPT dengan cara budidaya tanaman sehat dan mengoptimalkan peran pengendalian secara alami. Tindakan responsif yang merupakan tindakan pengendalian jika populasi OPT berada pada tingkat diatas ambang ekonomi. Tindakan respontif yang diambil harus mengutamakan cara-cara yang ramah lingkungan, seperti cara mekanik, menggunkan agens hayati dan penggunaan pestisida sedapat mungkin dihindarkan. Tindakan preventif dikembangkan dan direncanakan sebelum tanam dan dalam pelaksanaannya diintegrasikan dalam sistem budidaya tanaman dan tindakan ini diambil berdasarkan pengamatan dilapang. Penting dalam PHT yaitu untuk melakukan pengendalian dan mengenal Organisme Pengganggu Tanaman yang menyerang, memahami gejala serangan OPT, memahami cara penyebaran dan faktor-faktor perkembangan orgsanisme pengganggu tanaman. Tujuan pengendalian OPT ini untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang optimal, kepastian keberhasilan panen, mutu produk yang tinggi dan aman untuk dikomsumsi, serta diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekologis. Pengendalian penyakit bercak daun pada tanaman leather leaf Penyakit bercak daun menjadi salah satu pembahas dalam budidaya lether leaf. Daun yang terserang penyakit ini biasanya tidak dapat dipasarkan. Dengan mengenal gejala dan penyebab penyakit, pengendalian dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran sehingga dapat menekan kerugian. Penyakit bercak daun disebabkan oleh Cylindrocladium sp. baru-baru ini menyerang pada pertanaman leather leaf, daun yang terserang penyakit ini biasanya tidak dapat dipasarkan. Gejala serangan Cylindrocladium sp. ditandai dengan bercak kuning pada daun. Gejalanya mirip dengan gejala kekurangan unsur hara. Daun yang terserang kian lama kian bertambah banyak dan membesar, hingga akhirnya memenuhi permukaan daun. Seiring dengan berjalanya waktu warna kuning pada daun berubah menjadi coklat kemerahan hingga coklat gelap. Akhirnya daun layu kemudian mengering dan mati. Penyakit ini selain menyerang daun, Cylindrocladium juga menginfesi batang dan rhizhoma. Bagian dalam batang tanaman yang terinfeksi berwarna coklat. Penyebaran serangan Cylindrocladium sp Konidia Cylindrocladium sp berukuran sangat kecil dan diproduksi dalam jumlah besar pada permukaan daun dan batang yang terserang patogen. Percikan air hujan atau air siraman, serangga, siput, dan manusia dapat menyebarkan konidiapatogen ke seluruh areal tanaman. penyebaran penyakit yang utama biasanya terjadi pada saat pemindahan tanaman sakit dari satu lokasi ke lokasi lain. Cylindrocladium dapat bertahan pada rhizhoma dan jaringan mati. Pada saat lingkungan tidak memungkinkan untuk hidup, patogen mempertahankan dirina dengan membentuk sklerotia, yaitu kumpulan hivfa dengan dinding sel yang tebal berbentuk bulatan kecil. Biasanya sklerotia berwarna coklat muda dan mudah dikenali karena dapat dilihat dengan mata telanjang. Ketika kondisi lingkungan mendukung kebutuhan hidupnya, sklerotia akan berkecambah dan kembali memulai siklus hidupnya. Oleh karena itu, Cylindrocladium dapat bertahan di dalam tanah tanpa tanaman inang dalam waktu yang lama. Pengendalian Kelembaban yang tinggi di daerah tropis sangat baik bagi pertumbuhan tanaman paku-pakuan, tetapi kondisi seperti itu ditambah dengan cahaya yang sedikit akan menghasilkan tanaman yang lemah dengan dau tebal. Daun yang demikian sangat mudah terinfeksi patogen dan penyakit akan berkembang dengan cepat. Pengendalian penyakit bercak daun yang disebabkan olah Cylindrocladium dapat dilakukan dengan cara kultur teknis, aplikasi fungisida kimia dan hayati. Pengendalian secara kultur teknis meliputi pengaturan jarak tanam, sanitasi, serta waktu dan cara menyiraman. Kelembaban sangat berpengaruh terhadap perkembangan penyakit. Penanaman dengan jarak tanaman yang agak jarang dapat mengurangi kelembaban dan menurunkan intensitas penyakit. Sanitasi seperti membuang dan membakar daun sakit, daun tua, daun yang jatuh, rhizoma dan akar yang terserang penyakit, serta rumput atau tanaman lainnya disekitar kebun sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit. Lakukan penyiraman pada pagi hari agar dun telah kering pada malam hari. Siram tanaman pada media tanam, sedapat munbgkin hindari membasahi daun. Pengendalian menggunakan Fungisida yang bersifat kontak dengan bahan aktif mankozeb dapat mengendalikan penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Cylindrocladium. Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Ditjen Horti dan SOP lainnya dari Google Sumber gambar : Foto: Purwanti/Ctra Arya dkk. Silvia. E