Loading...

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN SAWI

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN SAWI
Tanaman sawi merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang banyak di budidayakan oleh masyarakat. Karena tanaman ini sangat mudah di budidayakan dan juga memiliki harga jual tinggi. Namun, kendala yang di hadapi dalam penanaman ini adalah hama dan penyakit. Hama dan penyakit adalah salah satu faktor utama kendala atau hambatan dalam pembudidayaan. Karena akan menurunkan produktivitas dan juga akan mengakibatkan tanaman menjadi abnormal atau gagal panen. Berikut ini adalah hama yang sering menyerang tanaman sawi dan cara mengatasinya : Ulat Tanah (Agrotis sp). Ulat Tanah ini biasa menyerang akar tanaman sawi sehingga tanaman menjadi layu menguning dan bahkan tanaman akan mati. Pencegahan agar tanaman tidak di serang hama Ulat Tanah atau Agrotis sp ini adalah dengan menjaga kebersihan lahan sekitar tanaman dan sanitasi. Cara mengatasi jika tanaman sudah terserang hama Ulat Tanah atau Agrotis sp ini adalah dengan penyemprotan insektisida dengan takaran dosis tertentu. Ulat grayak (Spodoptera litura dan Spodoptera axigua). Ulat Grayak ini biasa menyerang daun tanaman sawi. Tanaman sawi yang terserang hama Ulat grayak ditandai dengan kondisi daun berlubang, menguning dan bagian daun tidak beraturan. Pencegahan agar tanaman tidak di serang hama Ulat Grayak ini adalah dengan menjaga kebersihan lahan sekitar tanaman dan sanitasi. Cara mengatasi jika tanaman sudah terserang hama Ulat Grayak ini adalah dengan penyemprotan insektisida seperti Curacron 500 Ec, Buldok 25 EC dan Matador 25 Ec dengan takaran dosis tertentu. Ulat perusak daun (Plutella xylostella). Pencegahan agar tanaman tidak di serang hama Ulat perusak daun atau Plutella xylostella ini adalah dengan menjaga kebersihan lahan sekitar tanaman dan sanitasi. dari namanya sudah pasi kita tau hama ini menyerang daun sawi. ulat perusak daun sawi ini dapat mengakibatkan daun sawi berlubang-lubang, permukaan daun rusak dan bahkan kering. Cara mengatasi jika tanaman sawi sudah terserang hama Ulat perusak daun atau Plutella xylostella ini adalah dengan penyemprotan insektisida seperti Proclaim 5 SG, Decis, Buldok 25 EC dan March 50 EC. Berikut ini adalah penyakit yang sering menyerang tanaman sawi dan cara mengatasinya: 1. Penyakit Bercak Daun. Kondisi daun tanaman sawi yeng terserang penyakit ini ditandai dengan bercak kuning pada daun hingga coklat kehitaman bahkan dapat mengakibatkan daun layu dan mati. Pencegahan agar tanaman tidak terjangkit penyakit Bercak Daun ini adalah dengan menjaga kebersihan lahan sekitar tanaman dan sanitasi. Cara mengatasi jika tanaman sawi sudah terjangkit penyakit Bercak Daun ini adalah dengan penyemprotan tanaman sawi menggunakan fungisida berbahan aktif berupa Bion M 1/ 48 WP. 2. Penyakit Busuk alternaria. Kondisi tanaman sawi yeng terserang penyakit ini ditandai dengan akar tanaman kering, membusuk dan sawi akan mati. Pencegahan agar tanaman tidak terjangkit penyakit Busuk alternaria ini adalah dengan menjaga kebersihan lahan sekitar tanaman dan sanitasi. Cara mengatasi jika tanaman sawi sudah terjangkit penyakit Busuk alternaria ini adalah dengan penyemprotan tanaman sawi menggunakan fungisida seperti Dithane dengan dosis tertentu. 3. Penyakit akar gada (Plasmodiophora brassicae). Kondisi tanaman sawi yeng terserang penyakit ini ditandai dengan akar tanaman sawi membusuk, kering dan mengakibatkan sawi mati. Pencegahan agar tanaman tidak terjangkit Penyakit akar gada ini adalah dengan menjaga kebersihan lahan sekitar tanaman dan sanitasi. 4. Penyakit busuk daun (Phytotora sp). Kondisi tanaman sawi yeng terserang penyakit ini ditandai dengan terdapat lendir pada daun kemudian daun menguning dan akan mati. Pencegahan agar tanaman tidak terjangkit Penyakit busuk daun atau Phytotora sp ini adalah dengan menjaga kebersihan lahan sekitar tanaman dan sanitasi. Cara mengatasi jika tanaman sawi sudah terjangkit penyakit Penyakit busuk daun atau Phytotora sp ini adalah melakukan penyemprotan fungisida seperti Topsin M 70 WB dan Kocide 60 WDG dan Bion M 1/48 Wp pada tanaman sawi dengan dosis tertentu. Sumber : https://ilmudasartani.blogspot.com Penulis : Penyuluh Pertanian