Loading...

Pengendalian Hama Dan Penyakit Utama Tanaman Cengkeh

Pengendalian Hama Dan Penyakit Utama Tanaman Cengkeh
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CENGKEH Serangan hama dan penyakit sangat berpengaruh terhadap produksi tanaman cengkeh, sehingga upaya pengendaliannya sangat diperlukan agar kehilangan hasil dapat ditekan pada tingkat yang relatif kecil. A. HAMA Pada umumnya hama yang menyerang tanaman cengkeh adalah penggerek, perusak pucuk dan perusak daun. Serangan hama-hama tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu, produksi menurun bahkan kematian tanaman. Penurunan produksi cengkeh akibat serangan hama dapat mencapai 10-25%. Jenis-Jenis Hama dan Pengendaliannya 1. Penggerek : Hama yang paling merusak dan sering dijumpai menyerang tanaman cengkeh adalah penggerek. Terdapat tiga kelompok hama penggerek pada tanaman cengkeh, yaitu penggerek batang, penggerek cabang, dan penggerek ranting. 2. Penggerek batang : Beberapa spesies hama penggerek batang yang sering menyerang tanaman cengkeh yaitu Nothopeus hemipterus Oliv., N. fasciatipennis Watt, dan Hexamitodera semivelutina Hell. N. hemipterus dan N. fasciatipennis hampir sama bentuk, perilaku maupun cara hidupnya. Yang menggerek batang cengkeh adalah stadium larva yang mampu bertahan hidup di lubang gerekan selama 130 – 350 hari. Gejala Serangan : Gejala yang tampak pada pohon adalah adanya lubang-lubang berukuran 3-5 mm yang ditutupi serbuk kayu hasil gerekan. Dari dalam lubang gerekan tersebut keluar cairan kental bercampur kotoran hama. Jumlah lubang gerekan dapat mencapai 20-70 buah pohon. Tanaman yang terserang hama penggerek batang akan merana pertumbuhannya karena terganggunya aliran zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Serangan yang berat dapat mengakibatkan kematian. Gejala serangan hama ini sangat mirip dengan Nothopeus spp., yaitu adanya lubang-lubang pada permukaan batang dan keluarnya cairan kental. Jumlah lubang dalam satu pohon berkisar 20-100 buah. Pada umumnya penggerek ini menyerang tanaman yang telah berumur lebih dari 6 tahun. Makin tua umur tanaman, tingkat serangan makin tinggi. Akibat serangan hama ini, daun-daun muda yang semula berwarna hijau berubah warna menjadi kekuningan rontok selanjutnya pucuk-pucuk daun mati. Serangan berat dapat mengakibatkan kematian tanaman. Cara Pengendalian : - Cara mekanis dapat dilakukan dengan mengambil dan memusnahkan telur penggerek yang menempel pada kulit batang dan menutup lubang gerekan dengan pasak kayu. - Cara kimiawi dapat dilakukan dengan memasukkan insektisida/ racun pernapasan ke dalam lubang gerekan kemudian ditutup dengan pasak kayu. lnsektisida yang dapat digunakan Dapat pula menaburkan insektisida sistemik berbahan aktif carbofuran (misalnya Furadan 3 G) dengan dosis 115-150 g/pohon dan interval 3 bulan sekali. B. PENYAKIT Jenis-jenis penyakit Tanaman Cengkeh dan Pengendaliannya 1. Penyakit Mati Ranting (Die Back ) Gejala : Daun berwarna kekuning-kuningan, tampak layu kemudian berguguran sehingga ujung ranting tampak gundul. Kematian daun dan ranting mulai dari ujung ranting di bawah puncak pohon terus menjalar sampai ke batang. Cara Pengendalian : Menjelang “ tahun besar “ yang sudah dapat dilihat pada Bulan Januari – Februari kelebatan bakal bunga, pemupukan NPK dan pupuk organik harus diulang di Bulan Januari paling lambat Maret. Sebulan sebelum panen perlu dipupuk urea untuk mempercepat keluarnya serung baru setelah habis pemetikan. Ditengah-tengah musim panen pohon-pohon yang lebat perlu diberi pupuk daun seminggu sekali selama 5 – 6 kali. 2. Penyakit Mati Bujang Gejala : Gejala yang tampak dengan jatuhnya daun mulai dari puncak kemudian meluas ke bawah pohon yang mengakibatkan tajuk menjadi hampir gundul dan menjadi berwarna kelabu karena yang tampak warna ranting-ranting. Daun yang tertinggal berwarna hijau suram, kadang-kadang kuning, banyak layu. Proses penyakit ini lamanya 2 – 3 tahun sebelum pohon-pohon yang diserang mati. Cara Pengendalian : Penyakit mati bujang / mati gadis dapat dihindari dengan memilih tanah yang cocok yaitu berstruktur baik (gembur) dalamnya sampai beberapa meter, tidak berpadas dan/atau berlapis tanah liat, bukan tanah pasir / berpasir yang mudah kehilangan air. Tanaman yang belum lanjut terserang dapat ditolong dengan membuat rorak sedalam 1 meter atau lebih dengan jarak 6 – 8 meter dari batang atau membuat saluran memanjang menurut kontur tanah dengan ukuran lebar 1,5 m dan dalam 1,5 m. Tanah disekitar batang digemburkan dan diberi pupuk organik + Pemakaian pupuk an organik hanya diberikan bila pohon sudah sembuh. Sumber : https://indonesiabertanam.com/2016/01/04/pengendalian-penyakit-yang-sering-menyerang-tanaman-cengkeh/