PENGENDALIAN HAMA KEONG MAS DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAP UMPAN DAUN PEPAYA Oleh: Hadi Sumpena, S.PtKeong mas merupakan salah satu hama pada tanaman padi sawah yang sangat merugikan sekali. Seringkali petani merasa sangat kewalahan menghadapinya terutama pada tanaman padi yang baru siap tanam/ dipersemaian. Keong memang sangat menyukai tempat yang basah terutama genangan air. Awal musim tanam padi adalah waktu yang sangat rentan terhadap serangan hama keong ini jika tidak dilakukan pengendalian bisa jadi tanaman padi tidak dapat panen. Keong mas sangat merugikan bagi petani karena :1. Memakan tanaman padi berusia muda, yaitu sejak mulai sebar benih sampai 6 minggu setelah tanam.2. Keong bersifat hermafrodit , dimana tedapat 2 alat kelamin yaitu jantan dan betina yang dapat berfungsi penuh.3. Perkembangbiakan keong mas sangat cepat, dengan jumlah telur 100-1200 butir/ekor yang menetas dalam waktu 7-14 hari.Tingginya tingkat kerusakan akibat serangan hama keong mas, berakibat tingginya biaya produksi karena petani harus menyulam kembali tanaman padi yang rusak dan bahkan dapat berakibat terjadinya gagal panen. Oleh karena itu, perlu upaya pengendalian untuk mengendalikan hama ini supaya tidak banyak merugikan petani. Sebenarnya ada dua cara pengendalian, yaitu dengan pestisida dan dengan cara mekanis. Tapi penggunaan pestisida kimia kurang dianjurkan karena bisa mengganggu bahkan membunuh organisme lain yang mungkin bermanfaat bagi tanaman, misalnya cacing dan musuh alami. Cara lainya adalah dengan menggunakan perangkap umpan dari bahan botol, ember atau pot bekas yang diisi daun pepaya. Daun pepaya dipilih karena merupakan atraktan atau tanaman yang dapat menarik hama keong. Sebenarnya berdasarkan penelitian Irma Tombuku, dkk, ada dua daun tanaman yang disukai oleh keong mas, yaitu daun talas dan daun pepaya. Tapi daun pepaya lebih mudah ditemukan disekitar rumah penduduk. Caranya sangat mudah, yaitu:1. Siapkan botol berukuran besar, ember, pot, atau toples bekas berukuran sedang. Kalau menggunakan botol, potong pada bagian leher atau 1/3 bagian atasnya.2. Masukkan daun pepaya ke dalam wadah dengan posisi ada bagian daun yang menjulur keluar.3. Pasang atau letakkan perangkap umpan disekeliling parit dalam petakan sawah dengan jarak 5 meter antar perangkap.4. Pasang umpan ini pada pagi hari atau sore hari, dan ambil keong yang terkumpul pada hari berikutnya, tapi jangan lebih dari 2 hari. Dengan cara ini, keong dewasa maupun anakan bisa terkumpul dalam satu tempat, sehingga mudah untuk diambil. langsung saja letakkan selembar daun pepaya dalam petak sawah dan tancapkan ajir di daun tersebut. Ajir ini berfungsi untuk menahan daun supaya tidak terbawa air sekaligus untuk tempat bertelurnya keong mas dewasa.