Pengendalian Hama Keong Mas di Desa Catur Kecamatan Sambi
Pengendalian Hama Keong Mas di Desa Catur Kecamatan Sambi Beberapa bulan yang lalu telah terjadi serangan hama keong di Desa Catur Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali, para petani mengeluhkan hal tersebut kepada petugas penyuluh di UPT Pertanian Kecamatan Sambi.Dalam menyikapi hal tersebut para penyuluh langsung mengadakan gerakan pengendalian hama keong dan penyuluhan cara mengatasi hama keong di desa Catur Kecamatan Sambi. Gejala Serangan yang dialami para petani setempat yaitu :1. Bibit hilang2. Daunnya terpotong dan mengapung3. Terpotong batang4. Berkurangnya tanaman yang tegak/bertahan5. Jarang atau tidak meratanya ketahanan tanamanPetugas Penyuluh Pertanian di Kecamatan menjelaskan kepada para petani tentang bagaimana mengendalikan keong mas,yaitu diantaranya:• Semut merah memakan telur keong, sedangkan bebek (dan kadang-kadang tikus) memakan keong muda. Bebek ditempatkan di sawah selama persiapan lahan tahap akhir atau setelah tanaman tumbuh cukup besar (misalnya 30-35 hari setelah tanam); keong dapat dipanen, dimasak serta dimakan.• Pemungutan: Pungut keong dan hancurkan telurnya. Hal ini paling baik dilakukan di pagi dan sore hari ketika keong berada pada keadaan aktif. Tempatkan tongkat bambu untuk menarik keong dewasa agar meletakkan telurnya.• Penggunaan umpan: Tempatkan dedaunan yang menarik perhatian keong agar membuat pemungutan keong lebih mudah (tanaman yang memungkinkan adalah: pisang dan pepaya).• Pengelolaan air: Keong bersifat aktif pada air yang menggenang/diam dan karenanya, perataan tanah dan pengeringan sawah yang baik dapat membantu mengurangi kerusakan. Saluran – saluran kecil (misalnya, lebar 15-25 cm dan dalam 5 cm) juga dapat dibuat, setelah persiapan lahan tahap akhir. Buat saluran-saluran kecil dengan menarik kantung berisi benda berat dengan interval 10-15 m atau di sekitar sudut-sudut sawah. Saluran-saluran kecil ini memudahkan pengeringan dan bertindak sebagai titik fokus untuk mengumpulkan keong atau membunuh keong secara manual dengan lebih mudah. Apabila pengendalian air baik, pengeringan dan pengaliran air ke sawah dilakukan hingga stadia anakan (misalnya, 15 hari pertama untuk tanam pindah dan 21 hari pertama untuk tabela).• Pengunaan tanaman beracun: Tempatkan tanaman beracun (misalnya daun Monochoria vaginalis, daun tembakau, dan daun Kalamansi pada bidang-bidang sawah atau di saluran –saluran kecil.• Pencegahan masuk ke sawah: Tempatkan penyaring dari kawat atau anyaman bambu pada saluran keluar dan masuk irigasi utama untuk mencegah masuknya keong. Bagaimanapun, manfaat dari tindakan ini agak terbatas karena kebanyakan keong mengubur dirinya sendiri dan “hibernasi” di sawah ketika tanah mengering.• Tanam pindah: Tanam bibit-bibit yang sehat dengan anakan yang sehat. Terkadang, tanam pindah dapat ditunda (misalnya bibit berumur 25 - 30 versus 12-15 hari), atau tanam bibit ganda per rumpun.• Pengendalian secara kimia seperti pestisida yang berbahan aktif niclos amida dan deris ungkin dibutuhkan bila praktek-praktek lainnya gagal. Cek produk-produk yang tersedia secara lokal yang memiliki kadar racun rendah terhadap manusia dan lingkungan. Pertimbangkan untuk menggunakan produk-produk untuk tempat – tempat rendah dan kanal-kanal kecil, bukan ke seluruh bidang sawah. Selalu pastikan penggunaan yang aman.Aplikasi pestisida dilakukan di sawah yang tergenang, di caren, atau di cekungan-cekungan yang ada airnya tempat keong mas berkumpul.Kegiatan Penyuluhan yang dilakukan oleh para petugas dan kesigapan mereka dalam menangani serangan hama mendapat apresiasi dari para petani dan aparat desa setempat,petugas penyuluh menyarankan kepada para petani untuk selalu berkelompok dalam menyelesaikan masalah dalam bertani agar dapat solusi yang cepat dan tepat.