Pengendalian Hama Kepinding Tanah Pada Padi Sawah Di Kelompok Tani Saiyo Nagari Aie Tajun
Pengendalian Hama Kepinding Tanah Pada Padi SawahDi Kelompok Tani Saiyo Nagari Aie TajunPada Demplot Kegiatan Sekolah Lapang Dalam Rangka Mendukung UPSUS di Kelompok Tani Saiyo Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat Tahun 2017 yang didampingi oleh Helmi Hayati, Penyuluh Pertanian WKPP Aie Tajun. Salah satu kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan demplot ini adalah serangan hama kepinding tanah. Serangan berat yang disebabkan oleh serangga kepinding tanah tersebut adalah, pertumbuhan tanaman terhambat, warna kekuning-kuningan, dan akhirnya mati membusuk, daun menjadi kering dan menggulung.Bioekologi kepinding tanahTelur• Berbentuk lonjong• Warna merah jambu kehijau-hijauan• Diletakan berkelompok pada pangkal rumpun padi• Stadium 4-7 hariNimfa• Berwarna coklat kuning dengan tanda-tanda hitam pada tubuhnya, tidak bersayap• Stadium 20-30 hariImago• Pada musim kemarau imago mengalami dormansi• Imago KepindingTanah berwarna coklat kehitaman• Umur 4-7 bulan• Dipengaruhi oleh umur tanaman inang• Jika tanaman semakin tua, serangga ini akan berkembang biak dengan baik• Hidup dan berkembang biak selama 1-2 musim• Bertelur 12-17 hari setelah kawin• Menyukai keadaan basah atau lembab• Tertarik pada intensitas cahaya yang tinggi dan mudah di tangkap pada bulan purnamaStrategi Pengendalian Kepinding Tanah (Scotinophora Sp)Pra TanamMemusnahkan sisa sisa tanaman (singgang ) melalui proses pengolahan tanah yang dipercepat serta Sanitasi singgang utama terutama pada gulma yang disukai kepinding tanahPercepatan pengolahan tanah setelah panen bertujuan untuk mematikan/ memusnahkan telur, nimpa dan imago yang tertinggal pada pangkal tanaman padiPengeringan lahan sawah juga bertujuan untuk menghambat perkembangan kepinding tanah.Dipertimbangkan untuk menyediakan tanaman tempat berlindung bagi predator, parasitoid (musuh alami).Fase persemaian• Lakukan pengamatan persemaian secara berkala• Pada daerah kronis dan endemis kepinding tanah aplikasikan insektisida karbofuran apabila ditemukan gejala serangan dan populasi kepinding tanah di persemaian.• Bibit yang menunjukan gejala serangan di musnahkan• Hindari penggunaan pestisida yang tidak diperlukan untuk menjaga tumbuh kembangnya musuh alami dipertanaman.Fase pertanaman ( Vegetatif dan Generatif )• Gunakan agensi hayati• Lakukan pemupukan pada tanaman terserang ringan sehingga tanaman mampu mengkonpensasi kerusakan• Pemanfaatan dan pelestarian musuh alami• Penangkapan imago dengan menggunakan lampu perangkap (lampu petronak atau lampu lain yang dikombinasikan dengan pemasangan bak dan air yang dicampur dengan minyak tanah / deterjen)• Penggenangan tanaman terserang untuk memusnahkan kelompok telur dan nimpa• Penggunaan insektisida anjuran apabila populasi kepinding tanah ? 5 ekor / rumpun pada tanaman muda ( Vegetatif ) dan ? 15 ekor / rumpun pada fase generatif, aplikasi pestisida berdasarkan Prinsip 6 Tepat Penggunaan Pestisida