Pengendalian Hama Kutu Kebul Pada Tanaman Ubi Kayu
Petani dalam budidaya ubi kayu banyak menghadapi masalah yang dapat menurunkan produksi dan kualitas umbi. Masalah tersebut diantaranya adalah adanya gangguan hama, penyakit, dan gulmaKerusakan tanaman ubi kayu akibat serangan hama dipengaruhi oleh jenis hama yang menyerang, tingkat ketahanan tanaman terhadap hama, umur tanaman waktu terjadi serangan, dan periode lamanya serangan hama. Bila tanaman terlambat ditanam peluang terjadinya serangan lebih lama sehingga kehilang hasil yang ditimbulkan akan semakin tinggi. Selain mengurangi hasil/produksi dan kualitas umbi, serangan beberapa hama juga mengakibatkan penurunan kualitas bahan tanam (stek)Pada umumnya serangan dan kerusakan akibat serangan hama di musim kemarau lebih tinggi dibandingkan pada musim penghujan. Hal ini disebabkan siklus hidup pada musim kemarau lebih pendek sehingga populasinya berkembang lebih cepat.Sebagian besar hama tanaman ubi kayu berupa serangga (Insektisida) dan beberapa diantaranya dianggap penting dan dapat menurunkan hasil/produksi tanaman ubi kayu termasuk kutu kebul (Bemisia tabaci Gennadius)Gejala Serangga muda dan dewasa kutu kebul menghisap cairan daun. Adanya serangan kutu kebul tidak menimbulkan kerusakan yang berarti pada tanaman ubi kayu. Namun apabila serangga membawa virus (viruliverous) maka sambil mengisap cairan tanaman, serangga menularkan African Cassava Mosaic Virus (ACMV)BioekologiSerangga dewasa kutu kebul mempunyai sayap berwarna putih terang, seperti A. berbentuk disperse, tetapi berukuran lebih kecil dan tidak ditutupi oleh material tepung atau lilin berwarna putih. Serangga meletakan telur di permukaan bawah daun muda. Telur berwarna kuning terang dan bertangkai seperti kerucut. Serangga muda (nimfa) yang baru keluar dari telur berwarna pucat, tubuhnya berbentuk bulat telur dan pipih.Hanya instar satu yang kakinya berfungsi, sedang instar dua dan tiga melekat pada daun selama pertumbuhannya. Walaupun demikian yang lebih dikhawatirkan adalah karena kutu kebul merupakan serangga penular penyakit virus cassava mosaic disease (VCMD) yang mengakibatkan menurunnya vigor dan kehilangan tanaman. Di Afrika pada serangan African Cassava Mosaic Virus yang parah dapat menurunkan hasil sampai 90 %.Pengendalian Secara kultur teknis, serangan kutu kebul dapat dicegah dengan memberi insektisida pada stek sebelum ditanam. Tanaman yang sehat harus ditanam berjauhan dengan tanaman yang terserang.Pengendalian secara biologis yaitu dengan menggunakan predator pemangsa kutu kebul. Seperti Prospaltella sp (Encyrtidae) memparasit pupa kutu kebul dan di lapangan tingkat parasitasinya mencapai 20,1%, sedangkan tungau dari jenis Typhlodromus sp. merupakan pemangsa nimfa kutu kebul selama musim penghujan.Pengendalian secara kimiawi, yaitu dengan menggunakan insektisida kimia dengan bahan aktif dimethoate, demeton, methamidophos.Disamping menggunakan insektisida kimia tersebut, pengendaliannnya juga dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida nabati yaitu berupa serbuk nimbi 50 g/l yang disemprotkan seminggu sekali sehingga dapat mengurangi serangan kutu kebul. Sumber: Litbang PertanianPenulis : Marwati (Pusat Penyuluhan Pertanian-BPPSDMP-Kementan)