Loading...

Pengendalian Hama Lalat Bibit secara Terpadu pada Tanaman Jagung

Pengendalian Hama Lalat Bibit secara Terpadu pada Tanaman Jagung
Seiring dengan berkembangnya industri pakan dan pangan, kebutuhan jagung ini terus meningkat. Selain itu jagung akan semakin diperhitungkan kegunaannya sebagai bahan baku alternatif (biofuel) seiring dengan semakin berkurangnya cadangan minyak bumi dunia. Menyadari fungsi dan peran penting jagung tersebut, maka pemerintah telah menetapkan kebijakan swasembada jagung, yang ditetapkan dengan kriteria terpenuhinya kebutuhan pangan, bahan baku industri pakan ternak dan bahan baku industri lainnya (biofuel) dari produksi dalam negeri. Untuk mencapai hal ini, maka produksi jagung ditetapkan meningkat 5% per tahun. Namun permasalahan yang ada adalah produktivitas jagung masih rendah yang disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya karena serangan hama dan penyakit. Untuk itu diperlukan upaya untuk mengurangi penurunan produktivitas jagung tersebut melalui pengendalian terhadap serangan hama penyakit. Pada umumnya upaya pengendalian oleh petani pada saat ini masih menggunakan pestisida atau bahan kimia lainnya yang tidak ramah lingkungan. Untuk itu diperlukan upaya agar petani jagung dapat melakukan pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang mengintegrasi komponen pengendalian yang selaras. Pengendalian Hama Terpadu ini terbukti tidak hanya meningkatkan produksi jagung tetapi juga meningkatkan pendapatan petani. Sistim PHT melibatkan semua komponen yang berpeluang untuk menekan atau mencegah hama untuk mencapai ambang batas populasi yang merusak secara ekonomi. Sistim PHT yang bertujuan mengupayakan agar OPT tidak menimbulkan kerugian melalui cara-cara pengendalian yang efektif, ekonomis, dan aman bagi khalayak, produsen dan lingkungan diharapkan dapat menjadi acuan dasar dalam pengendalian OPT agar petani tidak bergantung pada pestisida atau bahan kimia lainnya. Salah satu hama yang sangat penting pada tanaman jagung adalah Lalat Bibit (Atherigona sp, Ordo: Diptera). Lalat bibit dapat merusak pertanaman jagung hingga 80%, bahkan dapat puso. Lama hidup serangga antara 5-23 hari dan masa hidup serangga betina dua kali lebih lama daripada jantan. Imago betina mulai meletakkan telur 3 – 5 hari setelah kawin dengan jumlah telur 7 – 22 butir atau bahkan hingga 70 butir. Imago betina meletakkan selama 3 – 7 hari, diletakkan secara tunggal, berwarna putih, memanjang diletakkan dibawah permukaan daun. Larva terdiri dari tiga instar yang berwarna putih krem pada awalnya dan selanjutnya menjadi kuning hingga kuning gelap. Larva yang baru menetas melubangi batang yang kemudian membuat terowongan hingga dasar batang sehingga tanaman menjadi kuning dan akhirnya mati.Pupa terdapat pada pangkal batang dekat atau di bawah permukaan tanah, umur pupa 12 hari pada pagi atau sore hari. Pengendaliana. Pengendalian hayati.Parasitoid yang memarasit telur adalah Trichogramma spp, dan parasit larva adalah Opius sp. dan Tetrastichus sp. Sedangkan Predator Clubiona japonicola merupakan predator imago. b. Kultur teknis dan pola tanamOleh karena aktivitas lalat bibit hanya selama 1 – 2 bulan pada musim hujan, maka serangan dapat dihindari dengan mengubah waktu tanam, pergiliran tanaman dengan tanaman bukan padi, dan dengan tanam serempak. c. Penggunaan Varietas ResistenGalur-galur jagung QPM putih yang tahan terhadap lalat bibit adalah MSQ-P1 (S1)-C1-12, MSQ-P1(S1)-C1-44, MSQ-P1(S1)-C1-45, sementara galur-galur jagung QPM kuning yang tahan terhadap serangan hama ini adalah MSQ-K1(S1)-C1-16, MSQ-K1(S1)-C1-35, MSQ-K1(S1)-C1-50. d. Pengendalian secara kimiawiPengendalian dengan insektisida dapat dilakukan dengan perlakuan benih, yaitu thiodikarb dengan dosis 7,5-15g b.a./kg benih atau karbofuran dengan dosis 6 g b.a./kg benih. Selanjutnya setelah tanaman berumur 5-7 hari, tanaman disemprot dengan karbosulfan dengan dosis 0,2kg b.a./ha atau thiodikarb 0,75 kg b.a/ha. Penggunaan insektisida hanya dianjurkan di daerah endemik. Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP.Sumber: 1. Petunjuk Lapang Hama. Penyakit. Hara pada Jagung.2. http://putrajayatani.blogspot.com/2011/09/pengendalian-hama-dan-penyakit-pada.html3. https://lutfiafifah.wordpress.com/2011/02/03/pengendalian-terpadu-hama-dan-penyakit-tanaman-pada-tanaman-jagung-di-kelurahan-situ-gede-bogor-barat/4. http://www.tanindo.com/index.php?option=com_content&view=section&layout=blog&id=37&Itemid=40