Loading...

PENGENDALIAN HAMA LALAT BUAH PADA TANAMAN SEMANGKA(Citrullus lanatus)

PENGENDALIAN HAMA LALAT BUAH PADA TANAMAN SEMANGKA(Citrullus lanatus)
Lalat buah termasuk pemangsa segala jenis buah tanaman, termasuk buah semangka dan melon serangga dewasa (lalat) panjangnya kira-kira 0,5 cm berwarna coklat tua pada dadanya dan coklat muda di bagian kakinya. Telur lalat buah diletakkan pada buah semangka, kemudian menetas menjadi pupa yang dibentuk di atas permukaan tanah. Siklus hidup dari telur menjadi serangga dewasa (lalat) berlangsung selama kira-kira 4 minggu. Buah semangka yang diserang lalat buah akan membusuk dan berlubang kecil. Kerusakan berat menyebabkan buah busuk, bentuknya tidak normal dan rontok. Di dalam buah semangka yang bentuknya tidak normal dan rontok akibat diserang hama ini terdapat larva lalat yang pandai meloncat-loncat. D.Cara pengendalian hama lalat buah pada tanaman semangka Pengendalian lalat buah dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: ( a) Cara Mekanis Pengumpulan dan pemungutan sisa buah yang tidak dipanen terutama buah sotiran untuk menghindarkan hama tersebut menjadi inang potensial, akan menjadi sumber serangan berikutnya. Pengendalian mekanis juga dapat dilakukan dengan mengumpulkan buah yang busuk atau sudah terserang kemudian dibenamkan kedalam tanah atau dibakar. Pembungkusan buah mulai umur 1,5 bulan untuk mencegah peletakan telur (ovipositor), merupakan cara mekanik yang paling baik untuk diterapkan sebagai antisipasi terhadap serangan lalat buah. Kotak perangkap yang di dalamnya diletakkan bahan pemikat lalat buah, antara lain menggunakan daun Selasih (Ocimum sp.) yang banyak tumbuh di ladang atau di tempat terbuka lainnya. Tanaman selasih mengandung minyak asiri, saponin, flavanoid, tanin, dan senyawa geranoil, methyl eugenol (ME), linalol serta senyawa lain yang bersifat menguap. Minyak selasih dilaporkan mengandung ME > 65 %. (b) Cara kultur teknis Pengendalian secara kultur teknis dapat dilakukan dengan pengolahan tanah (membalik tanah) di bawah pohon/tajuk tanaman dengan tujuan agar pupa terangkat ke permukaan tanah sehingga terkena sinar matahari dan akhirnya mati. 2.pengendalian secara kultur teknis dilakukan rotasi tanaman inang lalat buah, mengumpulkan buah-buahan yang diserang untuk dimusnahkan, menjaga kebersihan kebun . (c) Cara biologi Dengan musuh alami berupa parasitoid dari genus biosteres dan opius , dan beberapa predator seperti semut, sayap jala dan kumbang tanah. (d) Cara kimia pengendalian secara kimiawi menggunakan perangkap beracun seperti protein hidrosilat atau metil eugenol yang dipasang dalam botol aqua, serta semprotan insektisida Decis 2,5 EC (0,04 %) atau insektisida lainnya yang dianjurkan. Gunakan insektisida kimia jika telah menggunakan ketiga pengendalian diatas ternyata masih terjadi serangan. Menurut pengalaman maspary dengan menggunakan insektisida piretroid sintetik yang kuat seperti Deltametrin 25 EC, Betasiflutrin 25 EC, Lamdasihalotrin 25 EC dan Sipermetri 100 EC dengan konsentrasi 1 ml/ liter biasanya sudah mampu mengendalikan hama lalat buah ini. Yang perlu diperhatikan adalah waktu dan cara penyemprotannya. Lakukan penyemprotan saat pagi-pagi sekali sebelum jam 6 pagi dan semprot bagian bawah daun secara merata dan mengabut. ( Oleh Ir. Sufitah BPP Kota Sigli)