Loading...

Pengendalian Hama pada Gudang Jagung

Pengendalian Hama pada Gudang Jagung
Hama gudang adalah organisme yang mengganggu atau merusak bahan simpanan pertanian pasca panen. Pada komoditas jagung, hama gudang diantaranya adalah kumbang bubuk (Sitophilus zeamays). Kerusakan biji yang disebabkan oleh kumbang bubuk ini dapat mencapai 85% dengan penyusutan berat biji 17%. Selain menyerang jagung, hama ini juga merusak beras, gandum, kacang tanah, kacang kapri,kedelai, kelapa dan jambu mete. , lebih dominan pada jagung dan beras. S. Zeamais ini merusak biji jagung dalam penyimpanan, namun dapat juga merusak tongkol jagung di pertanaman. MorfologiKumbang bubuk (Sitophilus zeamays) memiliki panjang 2,5-4,5 mm, berwarna coklat, moncong sempit dan panjang, mempunyai antena, larvanya putih dan gemuk dan tidak berkaki. Kadang larvanya berkembang dalam satu butir jagung. Kumbang muda berwarna coklat agak kemerahan, yang tua berwarna hitam. Terdapat bercak kuning agak kemerah-merahan pada sayap bagian depan. Pada sayap kiri dan kanan terdapat dua bercak. Panjang tubuh kumbang dewasa sekitar 3,5-5 mm, tergantung dari tempat hidup larvanya. Siklus hidupTelur diletakkan satu persatu pada lubang gerekan di dalam biji, dan stadia telur ini berkisar 6 hari pada suhu 25o. Larva menggerek biji dan hidup di dalam biji. Umur larva sekitar 20 hari pada suhu 25o dan kelembaban nisbi 70%. Pupa terbentuk di dalam biji dengan stadia pupa berkisar antara 5-8 hari. Imago terbentuk di dalam biji selama beberapa hari sebelum membuat lubang keluar. Imago dapat bertahan hidup cukup lama yatu 3-5 bulan jika tersedia makanan dan sekitar 36 hari tanpa makan. Siklus hidup berkisar antara 30-45 hari pada suhu optimum 29oC, kadar air biji 14 % dan kelembaban nisbi 70%. Perkembangan populasi sangat cepat bila kadar air jagung yang disimpan di atas 15% Gejala seranganGejala serangan Kumbang bubuk (Sitophilus zeamays) yaitu menyerang pada tanaman jagung yang mengakibatkan butir-butir jagung menjadi lubang. Ukuran lubang yang diakibatkan lebih besar dari pada gejala serangan pada beras. Jagung yang terserang menjadi mudah pecah dan remuk, sehingga kualitas jagung menurun karena bercampur dengan air liur hama. PengendalianPengelolaan tanamanSerangan di lapang dapat terjadi apabila tongkol terbuka. Tanaman yang kekeringan dan yang kurang pemupukan mudah tertular penyakit busuk tongkol sehingga dapat diserang oleh kumbang bubuk. Panen yang tepat pada saat jagung mencapai masak fisiologis dapat mencegah S. zeamays. Penundaan panen juga dapat meningkatkan kerusakan biji di penyimpanan. Penggunaan varietas yang tahanUntuk menekan serangan hama kumbang bubuk dapat dilakukan dengan penggunaan varietas yang mempunyai penutupan kelobot yang baik atau penggunaan varietas dengan kandungan asam fenolat tinggi dan kandungan asam aminonya rendah. Kebersihan dan pengelolaan gudangUpaya yang dapat dilakukan dalam pengelolaan gudang diantaranya adalah 1) Semua struktur gudang perlu dibersihkan, karena hama gudang umumnya bersembunyi atau melakukan hibernasi sesudah gudang kosong; 2) Membakar semua biji yang terkontaminasi,dan membuang dari areal gudang; 3) Membuang karung bekas yang masih berisi sisa biji; 4) Memperbaiki struktur gudang termasuk dinding yang retak dimana seranga dapat bersembunyi dan memberi perlakuan insektisida pada dinding maupun plafon gudang.Persiapan biji jagung untuk disimpanBiji jagung yang akan disimpan dikeringkan hingga kadar air ? 12%, agar dapat menghambat perkembangan kumbang bubuk, karena perkembangan populasi kumbang bubuk akan meningkat pada kadar air ? 15%.Fisik dan mekanisPada suhu kurang dari 5oC dan di atas 35oC perkembangan serangga akan terhenti, sehingga upayakan biji jagung disimpan pada suhu kurang dari 5o atau diatas 35o. disamping itu perlu dilakukan penjemuran biji, karena penjemuran biji juga dapat menghambat perkembangan kumbang bubuk. Selain itu perlu dilakukan sortasi dengan cara memisahkan biji rusak yang terinfeksi oleh serangga dengan biji sehat. Bahan TanamanBahan nabati yang dapat digunakan untuk pengendalian adalah daun Annona sp, Hyptis spricigera, Lantana camara, Ageratum conyzoides, Chromolaena odorata, akar Khaya senegelensis, Acorus calamus, bunga Pyrethrum sp., Capsicum sp, dan tepung biji Annoa sp, dan Melia sp. HayatiKumbang bubuk dapat dikendalikan dengan agens pathogen seperti Baeauveria bassiana pada konsentrasi 10okonidia/ml, dengan takaran 20 ml/kg biji, mortalitas dapat mencapai 50%FumigasiPengendalian hama gudang untuk penyimpanan dapat dilakukan dengan pengasapan (fumigasi). Fumigan yang merupakan senyawa kimia yang dalam suhu dan tekanan tertentu berbentuk gas, dapat membunuh serangga/hama melalui sistem pernafasan. Fumigasi dapat dilakukan pada tumpukan komoditas, kemudian ditutup rapat dengan lembaran plastik. Fumigasi juga dapat dilakukan pada penyimpanan yang kedap udara seperti silo, kaleng, jerigen plastik, botol yang diisi air sampai penuh kemudian mulut botol atau jerigen dilapisi dengan paraffin untuk penyimpanan skala kecil. Jenis fumigant yang banyak digunakan adalah phosphine (PH3) dan Methyl Bromida (CH2Br). (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan)Sumber: 1. Petunjuk Lapang Hama.Penyakit.Hara. Jagung. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. 2008.2. http://newfachrulislami.blogspot.com/2014/04/jenis-jenis-hama-gudang.html