Loading...

PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BATANG PUTIH PADA TANAMAN PADI

PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BATANG PUTIH PADA TANAMAN PADI
Ir. Yudi Antoro KJF Kabupaten Mamuju Hama penggerek pada tanaman padi yaitu merupakan salah satu dari beberapa hama yang menyerang padi. Hama penggerek sendiri terdiri dari empat spesies yaitu: 1) penggerek batang padi kuning (Sccirpophagaincertulas (Wkl.)); 2) penggerek batang padi putih (Scirpophagainnotata (Wkl.)); 3) penggerek batang padi bergaris (Chilosupressalis (Wkl.)); 4) dan penggerek batang padi merah jambu (Sesamiainferens (Wkl.)). Bila menyerang tanaman padi yang belum berbunga disebut hama sundep atau mati pucuk. Warna bibit padi/tanaman padi yang belum berbunga merah kuning atau merah coklat. Apabila diperhatikan ternyata ujung daun padi telah mati, kering dan mudah dicabut karena daun itu sebebarnya telah putus, digigit ulat yang berada dalam batang tanaman padi. Terlihat ulat didalamnya. Serangan hama sundep kadang-kadang dikira penyakit kresek. Batang yang diserang penyakit kresek bila dipotong kemudian ditekan akan keluar lendir yang berwarna kuning atau putih kekuningan. Pada fase generative gejala kerusakan disebut beluk yang terjadi setelah pembungaan. Hal itu menyebabkan seluruh malai menjadi kering ( hampa) Ciri-ciri hama Ngengatnya berwarna putih, sayap bila dibentangkan panjangnya lebih kurang 25-30 mm, panjang badannya kurang lebih 11-15 mm. Telurnya berbentukbulat panjang dengan ukuran kurang lebih 0,6 x 0,5 mm dan diletakkan berjejer-jejer seperti letak genting, jumlahnya 150-200 butir ditutupi bahan seperti beledu berwarna coklat muda ulat yang baru menetas warnanya abu-abu, kemudian berubah menjadi kerm muda, kepalanya berwarna lebih tua, kuning coklat, panjang kurang lebih 20-25 mm, kepompong (pupa) berwarna krem muda diselubungi kokon putih, panjangnya 12-17 mm. Larva penggerek dapat berpindah dari satu pelepah ke pelepah lainnya. Pada stadia awal, larva penggerek padi merah jambu dan penggerek padi bergaris dapat berkelompok dalam satu anakan, sedang penggerek padi kuning dan putih ditemukan satu individu pada setiap anakan Ciri-ciri kerusakan Kerusakan penggerek padi ditunjukkan oleh adanya :daun tanaman mudah dicabut dari makan, kotoran larva dapat terlihat pada pangkal daun yang dicabut, terdapat kotoran larva dalam batang, perubahan warna luar dan adanya bekas lubang keluar pada pelepah daun dan batang, bulir menjadi hampa pada fase generative Cara Pengendalian Pengendalian hama penggerek batang dapat dilakukan dengan 2 cara yaituCara kimia yaitu dengan menggunakan pestisida antara lain : spontan, poltus, marathon, reagen, virtako, penalty, prevathonPengendalian dengan menggunakan pestisida cair yaitu dengan cara penyemprotan (spraying).Yang biasanya disesuaikan dengan kondisi tanaman atau melihat tingkat keparahannya yang biasanya mulai di semprot pada umur 15,30,45 hst.