Loading...

PENGENDALIAN HAMA PENGHISAP DAUN PADA TANAMAN KEDELAI

PENGENDALIAN HAMA PENGHISAP DAUN PADA TANAMAN KEDELAI
Keberadaaan hama dan penyakit tanaman merupakan salah satu faktor pembatas dalam keberhasilan usahatani suatu tanaman. Untuk mengurangi dampak serangan hama penyakit, diperlukan upaya-upaya pengendalian, diantaranya dengan mengenali jenis hama yang menyerang serta bagaimana cara pengendalian yang dianjurkan. Hama penghisap daun merupakan jenis hama yang dapat menimbulkan kerugian. Berikut dijelaskan tentang hama penghisap daun pada tanaman kedelai dan bagaimana cara mengendalikannya. AphisAphis (Aphis glyeines Matsumura) merupakan salah satu hama utama yang menyerang tanaman kedelai. Hama Aphis termasuk homoptera Aphididae. Hama ini memiliki ukuran kecil, lunak dan berwarna hijau agak kekuning-kuningan.Hama Aphis menyerang tanaman kedelai muda sampai tua, dengan bagian bagian yang paling disukai adalah bagian muda dari tanaman inangnya. Serangan pada pucuk tanaman muda dapat menyebabkan tanaman tumbuh kerdil. Hama ini juga dapat menjadi pembawa (vector) penyakit menular pada tanaman kacang-kacangan, seperti Soybean Mosaic Virus, Soybean Yellow Mosaic Virus, Bean Yellow Mosaic Virus, Soybean Dwarf Virs, Peanut Stripe Virus, dan lainnya. Ciri Biologis Kutu Aphis:• Sebagian besar tidak bersayap dan berwarna bening, namun setelah dewasa dan yang memiliki sayap akan berpindah dari satu tanaman ke tanaman lain untuk membentuk koloni baru• Panjang tubuh Aphis dewasa berkisar 1-1,6 mm. • Serangga muda (nimfa) dan imago menghisap tanaman. Untuk mengendalikan kutu Aphis dapat dilakukan dengan melakukan tanam serempak, serta pengamatan secara rutin, dan apabila jumlah yang menyerang banyak (tinggi) dapat dikendalikan dengan menyemprotkan insektisida yang mengandung bahan aktif heksitaizok. Kutu Bemisia/Kutu KebulKutu Bemisia (Bemisia tabaci Gennadius) atau juga dikenal denga kutu kebul merupakan serangga dewasa kutu kebul, dengan ciri berwarna putih dan bersayap jernih ditutupi lapisan lilin yang bertepung. Kutu Bemisia memiliki ukuran tubuh berkisar 1-1,5 mm. Kutu Bemisia muda dan dewasa menghisap cairan daun. Kotorannya dapat menghasilkan embun madu yang dapat menjadi tempat tumbuhnya cendawan jelaga. Cendawan jelaga akan membuat tanaman tampak berwarna hitam. Kutu kebul ini merupakan hama pembawa penyakit Cowpea Mild Mottle Virus (CMMV) pada tanaman kedelai dan tanaman kacang-kacangan lainnya. Hama ini menyerang tanaman dari family Composilae, Cucurbitaceae, Cruciferae, Solanaceae dan Leguminoceae. Untuk mengendalikan kutu kebul dapat dilakukan melalui dengan pendekatan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Dengan menggunakan komponen pengendalian yang sesuai termasuk waktu tanam, varietas tahan, musuh alami, tanaman perangkap/penghalang jagung, aplikasi pestisida yang berlandasan pada asas ekologi dan ekonomi diharapkan pengendalian kutu kebul akan lebih efektif. Tungau MerahTungau Merah (Tetranychus cinnabarius Biosduval) merupakan hama penghisap cairan daun. Akibat serangan hama ini dapat menyebabkan daun kekuning-kuningan, dan pada daun yang terserang akan ditemukan jaringan benang halus yang digunakan oleh tungau dewasa untuk berpindah ke daun lain yang masih segar dengan cara bergantung pada benang. Ciri hama ini tubuhnya berwarna merah dengan tungkai putih. Panjang tubuhnya sekitar 0,5 mm. untuk mengendalikan serangan tungau merah dapat dilakukan melalui tanam serempak, serta pengamatan secara rutin. Apabila terjadi serangan tinggi dapat disemprot dengan akarisida berbahan aktif Dikofol dan Propargit. Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman pangan. 2006. Hama, Penyakit dan Masalah Hara pada Tanaman Kedelai, Idetifikasi dan Pengendaliannya. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian)