Loading...

Pengendalian Hama Tan. Cengkeh.

Pengendalian Hama Tan. Cengkeh.
Pengendalian hama tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum L Merr & Perry) dengan tujuan agar tidak mengganggu produksi yang tinggi, sehingga upaya pengendaliannya sangat diperlukan agar kehilangan hasil dapat ditekan seminim mungkin. Penurunan produksi akibat serangan hama dapat menjapai 10-25 %.A. Kutu tempurung ( Coccus viridis ) atau perusak pucuk.Serangga ini berbentuk kutu kecil berwarna hijau dan umumnya terdapat dipermukaan bawah daun.Bagian yang diserang : ranting muda, daun muda. Gejala : Pertumbuhan yang dihisapnya akan terhenti misal ranting mengering, daun dan bunga kering dan rontok. Pencegahan dengan memotong bagian ranting yang terserang kemudian dibakar, penyemprotan dengan insektisida yang sesuai dilapangan misalnya Decis 2,5 EC, Marshall, Akodan 35 EC, Curacron 500 EC dan Bestox 50 EC dengan interval 7-10 hari sekali. B. Perusak daun (Anthriticus eugeniae dan Carea angulata )Hama Anthriticus eugeniae ini berbentuk kutu merusak dengan jalan menghisap daun cengkeh, hama ini aktif dimalam hari dengan tanda bagian pinggir dan tengah daun terdapat bintik-bintik. Sedangkan hama Carea angulata berupa ulat yang hidup dengan jalan memakan daun pada serangan yang berat tanaman menjadi gundul.Cara pengendalian kedua hama ini dengan penyemprotan insektisida Decis 2,5 EC, Marshall, Akodan 35 EC, Curacron 500 EC dan Bestox 50 EC dengan interval 7-10 hari sekali. C. Penggerek ranting ( Coptocercus biguttatus Dinov )Hama ini menyerang ranting tanaman cengkeh, hama berupa kumbang berwarna hitam sedangkan larvanya berwarna kuning kecoklatan. Gejala seranganya yaitu pada permukaan ranting terdapat lubang-lubang gerekan kecil kira-kira 1,8 mm yang mengakibatan ranting mengering.Hama ini menyerang tanaman yang kondisinya lemah atau tanaman yang tidak dipelihara dengan baik. Cara pengendalian kedua hama ini dengan penyemprotan insektisida Decis 2,5 EC, Marshall, Akodan 35 EC, Curacron 500 EC dan Bestox 50 EC 0,25 – 0,5 % dengan interval 7-10 hari sekali. D. Pengerek batang ( Nothopeus hemipterus Oliv, N.fasciatipennis Watt dan Hexamitodera semiveltina Hell ). N.hemipterus dan fasciatipennis hampir sama bentuk, perilaku maupun cara hidupnya yaitu menggerek batang cengkeh dimana larvanya mampu bertahan hidup di lubang batang selama 130-350 hari. Bagian yang diserang : ranting/batang. Gejala : Liang gerekan berupa lubang kecil, serangan hebat menyebabkan ranting / batang menjadi rapuh dan mudah patah. Pengendalian dengan insektisida disemprotkan ke lubang misalnya Akodan 35 EC 0,5-0,15%, Curracron 500 EC 0,1-0,2 % dan Bestox 50 EC 0,25-0,50 % dengan interval 3 bulan sekali. E. Penggerek Cabang ( Xyleborus sp dan Ardela sp)Bagian yang diserang batang berbentuk lubang-lubang kecil berukuran kira-kira 1 mm. Biasanya pucuk akan mati dan daun muda berguguran. Penngendalian : Semprotkan pestisida yang sesuai misalnya Akodan 35 EC 0,5-0,15%, Curracron 500 EC 0,1-0,2 % dan Bestox 50 EC 0,25-0,50 % dengan interval 3 bulan sekali. Catatan : Jika pengendalian hama dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno,MS Sumber : Dari berbagai sumber teknologi bertanam Perkebunan. www.teknisbudidayacengkeh.go.id