Loading...

PENGENDALIAN HAMA TANAMAN DENGAN TANAMAN REFUGIA

PENGENDALIAN HAMA TANAMAN DENGAN TANAMAN REFUGIA
Kamis, 24 Mei 2018, di Desa Karing Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen telah dilaksanakan kegiatan pengendalian hama tanaman dengan tanaman refugia yang diikuti oleh Wakil kepala BPP, Petugas PHP, Pengamat Hama penyakit tingkat kecamatan dan mantri tani Kecamatan Peusangan. Seperti yang kita ketahui memasuki abad 21, gaya hidup sehat dengan slogan back to nature telah menjadi tren baru masyarakat dunia. Orang semakin menyadari bahwa penggunaan bahan kimia, seperti pupuk dan pestisida sintetis serta hormone tumbuh dalam produksi pertanian dapat menimbulkan dampak negative terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Gaya hidup demikian mengalami pelembagaan secara internasional yang diwujudkan melalui regulasi perdagangan global yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus mempunyai atribut aman dikonsumsi (good safety attribute), punya kandungan nutrisi tinggi (nutritional attribute), dan ramah lingkungan (ecolabelling attibute).Kegiatan Pengendalian hama serangga pada tanaman padi tak selamanya harus melakukan penyemprotan pestisida, pengendalian secara alami dengan memanfaatkan serangga musuh alami terkadang lebih efektif, effisien dan ekonomis serta berdampak lingkungan yang lebih baik. Serangga musuh alami pada tanaman padi dan sayuran secara alamiah sebetulnya sudah ada namun karena lingkungan yang tidak memadai, maka terjadi ketidakseimbangan perkembangan serangga musuh alami dan hama tanaman. Lambatnya perkembangan serangga musuh alami berdampak terjadi ledakan hama yang membutuhkan perlakukan penyemprotan menggunakan pestisida kimia, nabati maupun hayati.Saifuddi, SP pengamat hama penyakit mengemukakan bahwa "Penggunaan serangga musuh alami untuk mengendalikan hama tanaman saat ini sedang gencar dianjurkan. Serangga musuh alami hama tanaman maupun hama tanaman itu sendiri secara naluri menyenangi tanaman yang mengeluarkan nectar. Bau nectar akan menarik serangga musuh alami maupun hama tanaman sehingga pada tanaman yang mengeluarkan nectar akan berkumpul serangga musuh alami maupun hama tanaman yang berakibat serangga musuh alami tersebut memakan hama tanaman. Pada tanaman yang mengeluarkan nectar tersebut terjadi pengendalian hama tanaman secara alamiah sehingga terjadi keseimbangan lingkungan".Lebih lanjut Irgunawan, sp yang mewakili Mantri tani Kecamatan Peusangan menambahkan "Refugia Tanaman yang berfungsi sebagai microhabitat dari serangga musuh alami dan penarik hama tanaman disebut Refugia. Tanaman yang berbunga seperti kenikir, jengger ayam, tapak dara, bunga matahari, bayam dan kembang kertas masuk golongan tanaman refugia. Bunga tanaman tersebut akan mengeluarkan nectar yang baunya menarik serangga musuh alami maupun serangga hama tanaman untuk datang"Penanaman refugia pada lahan sawah dan sayuran atau sekitarnya merupakan suatu usaha konservasi serangga musuh alami. Hal tersebut dimaksudkan supaya tercipta agroekosistem di lahan pertanian bisa terjaga. Apabila agroekosistem lahan pertanian stabil maka populasi hama akan seimbang dengan populasi serangga musuh alami.Penanaman tanaman refugia pada tanaman padi diusahakan sesaat pembuatan galeng selesai sehingga pada saat tanaman refugia berbunga padi sudah mulai tumbuh sehingga dapat terhindar dari hama tanaman. Untuk tanaman sayuran sebelum pengolahan lahan selesai dapat dilakukan penanaman refugia sehinggga pada saat tanaman sayuran sudah besar tanaman refugia sudah mulai berbunga.Serangga-serangga musuh alami dan hama sangat tertarik dengan tanaman yang berbunga. Serangga yang sering melakukan kunjungan adalah kumbang, lalat, lebah, semut, thrips dan kupu-kupu. Ternyata dalam menggunakan metode kunjungan tidak didominasi penyuluh saja akan tetapi serangga juga melakukan kunjungan rutin untuk mendapatkan nectar.Pemanfaatan tanaman refugia sebagai microhabitat serangga hama dan musuh –musuh alami dapat diterapkan di lahan persawahan maupun lahan sayuran untuk mengendalikan hama secara almiah. Penanaman refugia akan mengurangi biaya usaha tani untuk pengendalian hama sehingga keuntungan petani dapat meningkat dan lingkungan terjaga secara berimbang. Selain menjaga keseimbangan lingkungan juga dapat menyejukkan mata manakala lahan pertanian yang subur dengan dikelilingi tanaman bunga yang mekar. Bilamana dalam luasan yang cukup tanaman refugia ini tumbuh bersanding dengan tanaman dilahan pertanian akan membuat suasana agrowitasa dan keadaan seperti ini akan membuat petani betah di lahan hatipun senang. Penulis, Irgunawan, SP (THL-TBPP-2009)Email irgunawan.ir@gmail.com