Pengendalian hama pada tanaman teh sangat penting karena salah satu pembatas produksi pada tanaman adalah hama dan penyakit. Namun, tidak semua hama dapat menurunkan produktivitas tanaman. Hanya beberapa saja yang di anggap penting karena dapat menurunkan produksi tanaman teh. Berikut beberapa hama penting pada tanaman teh yaitu : ULAT API (Enarmonia leucostoma Meyr.)Gejala serangan ulat api tampak pada daun teh yang menggulung. Keadaan dalamnya mengalami kerusakan. Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan daun teh selanjutnya tidak normal, yaitu daun tergulung dan terlipat. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara mekanis, yaitu memungut ulat dan membuangnya. Sementara itu, pengendalian biologis dengan melepas musuh hayati, seperti Macrocentrus homonae dan Elasmus homonae. Sementara itu, pengendalian secara kimia menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin. PENGISAP PUCUK DAUN TEH (Helopeltis theivera Wat. dan Helopeltis antonii Sign.)Helopeltis menyerang pucuk serta daun yang masih muda. Akibatnya daun teh tampak kotor, terdapat bercak-bercak cokelat, dan akhirnya tanaman mengalami kematian. Serangan yang lebih hebat menimbulkan pembengkakan pada cabang sehingga pertumbuhan tidak normal.Pengendalian hama pengisap pucuk daun ini dapat dilakukan dengan cara kultur teknis, yaitu pemetikan daun dengan daur petik 7 hari, pemupukan berimbang, sanitasi kebun, mekanis, pelepasan pradator Hierodula dan Tenodera, serta penyemprotan insektisida berbahan aktif carbaryl 85 % dan amitraz. ULAT SRENGENGE (Setora nitens)Ulat srengenge menyerang daun teh, baik yang muda maupun yang tua. Jika terjadi serangan hebat, perkebunan menjadi gundul. Pengendaliannya dengan cara mekanis, yaitu dengan memungut ulat dan membuangnya. Pengendalian secara hayati dengan melepas parasit, sedangkan pengendalian secara kimia dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif sipermetrin. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Sumber Bacaan :1. Suwarto dan Yuke Octavianty. 2010. Budidaya 12 Tanaman Perkebunan Unggulan. Penebar Swadaya. Jakarta.2. Dedi Soleh E, dkk. 2010. Budidaya dan Pascapanen Teh. Eska Media Bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Kementerian Pertanian. Bogor.3. Gambar berasal dari Google tentang tanaman teh.