Loading...

PENGENDALIAN HAMA TERPADU KEDELAI

PENGENDALIAN HAMA TERPADU KEDELAI
Salah satu kendala utama dalam peningkatan produksi dan produktivitas tanaman kedelai adalah adanya serangan hama. Jumlah serangga yang telah teridentifikasi menjadi organisme pengganggu tanaman kedelai sebanyak 266 jenis yang terdiri dari 111 jenis hama dan 53 jenis serangga yang berstatus kurang penting, 61 jenis serangga predator dan 41 jenis serangga parasit. Berdasarkan hasil penelitian, kehilangan hasil sebagai akibat serangan hama dapat mencapai 80%. Usaha pengendalian hama di tingkat petani sampai saat masih mengandalkan insektisida. Meskipun demikian petani masih sering mengalami kegagalan panen, oleh karena itu hama utama kedelai perlu dilakukan pengendalian secara terpadu. Jenis hama utama kedelai antara lain: Lalat bibit kacang, Lalat batang kacang kedelai dan Lalat pucuk daun. 1. Lalat bibit kacang kedelai (Ophiomyia phaseoli Tryon) Lalat bibit kacang kedelai merupakan hama tanaman muda, serangan lalat ditandai adaa coklat. nya bintik-bintik putih pada keping biji, daun pertama atau kedua. Bintik-bintik tersebut adalah bekas tusukan alat peletak telur lalat betina. Tanda serangan larva pada keping biji dan daun berupa garis berkelok-kelok berwarna coklat. Pada batang, ulat menggerek melengkung mengelilingi batang di bawah kulit batang danakhirnya berkepompong pada pangkal batang.akibat gerekan tersebut tanaman menjadi layu, mengering dan mati. 2. Lalat batang kacang (Melanagromyza sojae Zehntner), Lalat batang kacang kedelai merupakan hama tanaman muda. Serangan ditandai pada daun muda terdapat adanya bintik-bintik bekas tusukan alat peletak telur lalat. Lubang gerekan larva pada batang dapat menyebabkan tanaman layu, mengering 3. Lalat pucuk daun. (Melanagromyza dolichostigma de Meij) Lalat batang kacang kedelai merupakan hama tanaman muda. Serangan ditandai adanya bintik-bintik putih pada permukaan bawah daun, Serangan lalat pucuk pada tingkat populasi tinggi menyebabkan helai daun layu seluruhnaya pada satu tangkai daun. Serangan pada awal pertumbuhan umumnya jarang terjadi, kematian pucuk berlangsung pada saat pembungaan. 4. Kutu kebul (Bemisiatabaci Gennadius) Lalat kebul, merupakan hama perusak daun pada tanaman kedelai. Serangga muda dan dewasa mengisapcairan daun. Ekskreta kutu kebul menghasilkan embun madu yang merupakan medium tumbuh cendawan jelaga, sehingga tanaman sering tampak berwarna hitam. Kutu kebul merupakan serangga penular penyakit Cowpea Mild Mottle Virus (CMMV) pada kedelai dan kacang-kacangan lain. Melakukan Identifikasi Tindakan yang dapat dibenarkan dalam usaha pengelolaan hama terpadu adalah tindakan pengendalian dengan pestisida berdasarkan ada tidaknya hama atau berdasarkan ambang kendali. Tindakan pencegahan akan memboroskan penggunaan pestisida yang harganya semakin mahal, sedangkan tindakan pengendalian berdasarkan keadaan tanaman yang sudah rusak sering merupakan tindakan yang terlambat sehingga populasi hama sulit dikendalikan. Dalam pelaksanaan program pengendalian hama secara terpadu, pestisida digunakan bila diperlukan dan merupakan usaha terakhir bila cara lain tidak dapat digunakan. Untuk itu perlu mengetahuidasar aplikasi pestisida yang digunakan dan mengelai perilaku hama. Prinsip dasarpengendalian hama terpadu Pengendalian hama terpadu menerapkan tiga prinsip yaitu tanaman budidaya yang sehat, pelestarian dan pendayagunaan musuh alami dan pemantauan lahan secara rutin. Tanaman budidaya yang sehat Tanaman yang sehat dan kuat serta lingkungan yang bersih menjadi bagian yang penting dalam program Pengendalian hama. Tanaman yang memperoleh ukup hara, pengairan, bebas gulma, waktu tanam yang tepat dan bersamaan adalah dasar bagi pencapaian hasil produksi yang tinggi. Tanaman yang sehat dapat mengatasi kerusakan daun karena serangan hama, dengan membentuk daun atau cabang atau dengan pertumbuhan yang lebih kokoh dari cabang yang tidak rusak. Pelestarian dan pendayagunaan musuh alami Kemampuan musuh-musuh alami yang terdiri dari parasitoid, predator dan patogen sebenarnya mampu mengendalikan lebih dari 99% serangga agar tetap berada pada jumlah yang tidak merugikan. Pengendalian Hama Terpadu secra sengaja mendayagunakan dan memperkuat peranan musuh alami sebagai pengengendali ledakan populasi serangga, Pemantauan lahan secara rutin Masalah hama timbul karena kombinasi faktor-faktor lingkungan yang mendukung pertumbuhan populasinya. Untuk mengetahui keadaan ekosistim lahan yang selalu berubah dan berkembang, dalam pengendalian hama terpadu dilakukan pemantauan terhadap tanaman, perkembangan populasi hama, peranan musuh alami, iklim danlingkungan. Melakukan Penyemprotan pestisida Penyemprotan pestisida dalam pengendalian hama terpadu merupakan usaha terakhir untuk pengendalian hama kedelai. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber :1) Pengelolaan Pestisida Dalam Pengendalian Hama Kedelai Secara Terpadu, 1991; 2) Dihimpun dari beberapa sumber Sumber gambar: https//www.google.co.id/search....