PENDAHULUANTanaman cabe merah (Capsicum annum L.) merupakan tanaman perdu dengan rasa buah pedas yang disebabkan oleh kandungan kapsaisin. Tanaman cabe tumbuh baik hingga ketinggian 1400 m dpl, dengan suhu 25?c - 27?c pada siang hari dan 18?c - 20?c pada malam hari. Curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman cabe sekitar 600 – 1200 mm per tahun. Tanaman cabe dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah asal drainase dan aerasi tanah cukup baik. THRIPS DAN PENGENDALIANNYAa. Gejala seranganThrips berkembang pesat pada musim kemarau dan akan berkurang pada musim penghujan, karena banyak hama thrips yang mati akibat tercuci air hujan. Hama thrips menyerang tanaman dengan menghisap permukaan bawah daun terutama pada daun muda, serangan hama ini ditandai dengan adanya bercak putih keperak-perakan, daun yang terserang berubah warna menjadi coklat tembaga, mengeriting dan keriput sehingga akhirnya mati. Pada serangan berat menyebabkan daun, tunas atau pucuk menggulung kedalam dan muncul benjolan seperti tumor, pertumbuhan tanaman terhambat, kerdil dan pucuk tanaman menjadi matib. Pengendalian- Kultur teknis, yaitu: 1). Menggunakan mulsa plastik dan pergiliran tanaman, cara ini efektip untuk menunda serangan pada umur tanaman 14 hst., 2). Sanitasi dan pemusnahan bagian tanaman yang terserang thrips; dan 3). Tidak menanam tanaman inang (famili Sonaceae)- Fisik mekanis, dengan menggunakan perangkap likat warna sebanyak 40 buah/ha atau 2 buah per 500 m2, dipasang sejak tanaman berumur 2 minggu.- Hayati, yaitu pemanfaatan musuh alami yang potensial untuk pengendalian hama thrips, antara lain predator kumbang, coccinellidae, tungau, predator larva Chryposidae, kepik Anthocoridae dan pathogen Entomophthora sp.- Kimia, yaitu dengan pestisida. Digunakan apabila populasi hama atau kerusakan tanaman lebih dari 15% 1. LALAT BUAH DAN PENGENDALIANNYAa. Gejala serangan Cabai yang terserang ditandai dengan lubang titik hitam pada bagian pangkal buah tempat serangga betina meletakkan telurnya. Jika buah dibelah terdapat larva lalat buah yang membuat saluran dengan memakan daging buah serta menghisap cairan buah, buah menjadi busuk dan gugur sebelum larva menjadi pupa. Serangan berat terjadi dimusim hujan.b. Pengendalian- Penggunaan varietas yang tahan terhadap serangan lalat buah.- Fisik mekanik, dengan pembalikan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak dan mengumpulkan buahn yang terkena serangan kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar.- Hayati, 1). Penggunaan perangkap atraktan contohnya metal eugenol atau petrogenol 1 liter/ml/perangkap, jumlah perangkap 40 buah/ha, dipasang pada umur tanaman 2 minggu dan diganti setiap 2 minggu sekali. 2). Pelepasan serangga jantan mandul, sehingga diharapkan dapat megurangi keberhasilan perkawinan dengan serangga fertile. 3). Pemanfaatan musuh alami potensial antara lain parasitoid larva dan puva (Biosteres sp, Opius sp), predator semut, Arachnidae (Laba-laba), Staphylinidae (Kumbang) dan Dermatera (Cocopet)- Kimiawi, cara ini dilakukan jika cara pengendalian lainnya tidak bisa menekan populasi hama, sehingga digunakan pestisida yang efektif.