Loading...

Pengendalian Hama Thrips Pada Tanaman Cabai

Pengendalian Hama Thrips Pada Tanaman Cabai
bioekologi hama thrips menyukai daun muda. mula-mula daun yang terserang memperlihatkan gejala noda keperakan yang tidak beraturan, akibat adanya luka dari cara makan hama tersebut. setelah beberapa waktu, noda keperakan tersebut berubah menjadi kecoklatan terutama pada bagian tepi tulang daun. daun-daun mengeriting ke arah atas. pada musim kemarau perkembangannya sangat cepat sehingga populasinya lebih tinggi. penyebarannya sangat terbantu oleh angin, karena thrips dewasa tidak bisa terbang dengan sempurna. pada musim hujan populasinya relatif rendah karena banyak thrips yang mati tercuci oleh curah hujan. pada kondisi ekosistem yang masih seimbang, populasi hama thrips di alam dikendalikan oleh musuh alami. musuh alami hama thrips yang potensial antara lain, kumbang coccinellidae, kepikanthocoridae, kumbang staphylinidae, dan larva chrysopidae. gejala serangan permukaan bawah daun yang terserang berwarna keperak-perakan dan daun mengeriting atau berkerut. intensitas serangan dapat mencapai 87%. hama trips dan gejala serangan 3. cara pengendalian : secara mekanik dilakukan dengan pembersihan semua gulma dan sisa tanaman inang hama thrips yang ada di sekitar areal pertanaman cabai; penggunaan mulsa plastik hitam perak dapat mencegah hama thrips mencapai tanah untuk menjadi pupa sehingga daur hidup thrips akan terputus. pemasangan mulsa jerami di musim kemarau akan meningkatkan populasi predator di dalam tanah yang pada akhirnya akan memangsa hama thrips yang akan berpupa di dalam tanah; pengaturan pola tanam, misalnya pola tumpang gilir dengan bawang merah akan menekan serangan hama thrips pada tanaman cabai muda; pemasangan perangkap likat kuning sejak pengolahan tanah untuk mengurangi serangan thrips. lakukan pengamatan secara rutin dan bersihkan papan likat kuning secara berkala. secara biologis dilakukan dengan pemanfaatan musuh alami; pengendalian secara kimia dapat dilakukan pada tingkat kerusakan daun/tanaman contoh sekitar 15 %, dengan insektisida yang berbahan aktif fipronil atau diafenthiuron. penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari daftar pustaka : bali.litbang.pertanian.go.id debyo, sp ppl bpp kec. brangsong, kendal