Loading...

Pengendalian Hama Tikus Kegiatan Sl Upsus Di Kelompok Lung Jaya Desa Suranenggala Kidul

Pengendalian Hama Tikus Kegiatan Sl Upsus Di Kelompok Lung Jaya Desa Suranenggala Kidul
Tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan hama penting tanaman padi yang tiap tahun serangannya lebih dari 17% dari total luas areal padi. Kerusakan tanaman dan kehilangan hasil produksi akibat serangan hama ini sangat merugikan bahkan bisa sampai mengakibatkan gagal panen / puso. Kasus kerusakan tanaman padi yang disebabkan oleh serangan hama tikus selalu menjadi permasalahan tersendiri yang dihadapi petani. Serangan hama tikus ini biasa terjadi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi, mulai dari masa persemaian (Fase Vegetatif) hingga Fase Generatif. Seperti yang terjadi pada areal persawahan padi di Kelompok tani Lung Jaya Desa Suranenggala Kidul Kecamatan Suranenggala pada musim tanam padi Gadu I (MT II) tahun2019. Hamparan hijau tanaman padi seluas kurang lebih 210 ha terancam dengan serangan binatang pengerat ini. Umur tanaman padi pada saat ini di areal persawahan kelompok Lung Jaya berkisar antara umur 30 - 35 HST. Serangan hama tikus masih terus terjadi ditandai dengan adanya kerusakan tanaman padi. Banyak petani mulai resah karena serangan hama tikus ini. Pengurus dan anggota kelompok tani, Perangkat Desa (Raksabumi) dan petugas penyuluh pertanian melakukan koordinasi untuk diadakannya kegiatan penikusan. Hasil kesepakatan nya pada hari minggu (18/8) dilaksanakan kegiatan pengendalian hama tikus secara massal. Adapun cara pencegahan dan pengendalian hama tikus yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1) Tanam Serempak Tanam padi bersamaan dalam satu hamparan 2) Sanitasi Habitat Tikus Membersihkan semak-semak yang tumbuh di areal tanggul, pematng sawah, dan saluran pengairan. 3) Memperkecil Ukuran Pematang Pematang sebaiknya rendah dan tidak terlalu lebar 4) Gropyokan Tikus Gropyokan dilakukan secara massal seluruh petani dalam 1 hamparan dengan cara menggali sarang, pemukulan, penjeratan, dan pemburuan dengan anjing 5) Linier Trap Barier System (LTBS) LTBS berupa bentangan pagar seng setinggi antara 60 - 70 cm, ditegakkan dengan ajir bambu setiap jarak 1 m, dilengkapi dengan bubu perangkap setiap jarak 20 cm dengan pintu masuk tikus berselang seling arah 6) Pengendalian secara Kimiawi Pengendalian secara kimiawi menggunakan pestisida kimia khusus untuk tikus yaitu rodentisida.