PENGENDALIAN HAMA TIKUS PADA TANAMAN PADI DENGAN EMPOSAN BELERANG
Dalam rangka mendukung peningkatan produksi padi dan Swasembada Pangan Di Indonesia Peka terhadap serangan hama tikus merupakan hal yang penting. Selain untuk menjaga produktivitas padi juga dapat mendukung kesejahteraan petani dalam usaha tani. Maka pengendalian diawal sebelum serangan massif terjadi itu penting dilakukan.
Para petani biasanya di selimuti mitos bahwa hama tikus merupakan serangan tanpa bisa dikendalikan. Akan tetapi pada faktanya tikus bernak pinak secara massif didalam lubang yang terstruktur didalam tanah sehingga perkembangan jumlah populasinya sangat cepat dan tanpa kendali. Hama tikus menyerang pada usia tanaman memasuki masa generative, sehingga memicu gagal panen dan gagal produksi. Akan tetapi dengan penanganan cepat dan tepat serangan hama tikus dapat dikendalikan. Diantaranya metode pengendalian yang paling efektif adalah dengan emposan belerang
Pengendalian hama tikus menggunakan emposan belerang adalah metode fumigasi (pengasapan) yang efektif, aman bagi lingkungan, dan terjangkau untuk membunuh tikus langsung di dalam sarangnya. Teknik ini dilakukan dengan membakar campuran belerang dan bahan bakar (sekam padi, sabut kelapa/jerami) di dalam tabung emposan, lalu asap pekatnya dihembuskan ke dalam lubang tikus aktif yang tertutup rapat.
Pengendalian Hama tikus dengan emposan belerang ini terbukti sangat efektif menjangkau jaringan lubang aktif tikus didalam tanah atau pematang sawah. Adapun biaya murah alat dan bahan yang mudah didapatkan memberikan kemudahan untuk para petani dalam pengendalian hama tikus dilahan padi.
Memahami karakteristik hama tikus merupakan Langkah awal identifikasi pengendalian. Untuk menentukan waktu yang tepat dilakukan pengendalian hama tikus. Sehingga para petani dapat melakukan pengendalian sebelum serangan terjadi pada tanman padi.
Langkah-langkah dan Cara kerja Emposan Belerang:
Identifikasi Lubang Aktif: Temukan lubang tikus yang aktif (biasanya di pematang sawah) dan tutup lubang lain yang berdekatan agar asap tidak keluar.
Persiapan Bahan: Campurkan serbuk belerang dengan media bakar seperti sabut kelapa, sekam, atau jerami kering.
Pengemposan: Bakar campuran tersebut di dalam alat emposan. Masukkan ujung selang/pipa emposan ke dalam lubang aktif, lalu nyalakan kipas emposan (manual atau elektrik) untuk menghembuskan asap pekat ke dalam sarang.
Penutupan: Segera tutup rapat lubang yang telah diberi asap dengan tanah agar tikus mati di dalam karena keracunan belerang.
Keunggulan dan Waktu Penggunaan:
Efektif dan Alami: Metode ini ramah lingkungan karena tidak mencemari tanah dengan racun kimia.
Waktu Tepat: Paling efektif dilakukan saat fase pratanam, pengolahan tanah, atau fase generatif/tua saat populasi tikus tinggi.
Gerakan Massal: Hasil maksimal didapatkan jika dilakukan serentak (gropyokan) bersama petani lain.
Alat emposan dapat berupa manual atau elektrik yang menggunakan dinamo untuk mendorong asap.
Oleh: Sri Dwi Rahayu Umba Ginawangsasih, SP
PPL Kecamatan Tarogong Kidul Kab. Garut