Loading...

Pengendalian Hama Trips Pada Tanaman Kacang Panjang

Pengendalian Hama Trips Pada Tanaman Kacang Panjang
Salah satu musuh utama tanaman kacang hijau pada musim kemarau adalah hama Thrips (MegaluroThrips usitatus). Kehilangan hasil kacang hijau akibat serangan Thrips berkisar antara 12-64 % dan faktor lain yang mempengaruhi adalah varietas, umur tanaman, dan musim. Serangan Thrips pada awal pertumbuhan vegetatif dicirikan dengan gejala keriting pada daun pucuk, sehingga tanaman menjadi kerdil. Gejala serangan pada fase berbunga mengakibatkan rontoknya bunga dan polong tidak terbentuk, sehingga mengurangi hasil kacang hijau. Untuk mengatasi serangan hama Thrips pada musim kemarau perlu dilakukan pengendalian hama Thrips agar meningkatkan hasil produksi kacang hijau. Pengendalian dengan insektisida nabati Penggunaan bahan nabati dari serbuk biji mimba (SBM), biji mahoni, biji bengkuang dan umbi gadung untuk pengendalian hama Thrips masih kurang memberikan hasil yang maksimal. Hal ini disababkan oleh tingkat penekanan intensitas serangannya rendah (hampir setara dengan kontrol) dan perolehan bobot biji kering hanya berkisar 0,4-0,6 t/ha, sedangkan pada kontrol perolehan bobot biji kering lebih rendah yaitu 0,3 t/ha. Sedangkan penggunaan Serbuk biji mimba (SBM), ekstrak bawang putih, rimpang jahe, daun pepaya, dan rendaman campuran cabe, bawang dan jahe (CBJ) mempunyai keefektifan yang setara dan lebih rendah dalam menekan populasi dan intensitas serangan Thrips bila dibanding insektisida kimia. Apabila dihitung tingkat efikasi insektisida (EI) nabati tertinggi hanya mencapai 65%, 5% lebih rendah dari kriteria nilai EI yang dianggap efektif (70%). Peningkatan hasil kacang hijau antara 0,159–1,261 t/ha atau 22-175 % dengan insektisida nabati, sebaliknya mengalami kehilangan hasil 63% bila tanpa upaya pengendalian hama Thrips. Pengendalian dengan insektisida kimia Pengendalian kimia merupakan cara pengendalian yang sering dilakukan karena mudah diterapkan dan hasilnya cepat terlihat, namun apabila penggunaannya kurang bijaksana akan mencemari lingkungan. Penggunaan insektisida ini sebaiknya digunakan apabila cara pengendalian yang lain sudah tidak efektif untuk menekan populasi hama. Oleh karena itu, aplikasinya harus didasarkan pada nilai ambang kendali hama yang akan dikendalikan. Ambang kendali untuk hama Thrips adalah > 5 ekor Thrips dewasa/daun trifoliet pucuk pada tanaman berumur 7-14 hari. Insektisida yang digunakan sebaiknya yang bersifat selektif, artinya insektisida tersebut efektif terhadap hama sasaran, dan aman terhadap musuh alami hama. Oleh Sumarni ( PPL Kecamatan Mutiara )