Tanaman kedelai merupakan tanaman unggulan di Indonesia sehingga menjadi tanaman strategis. Pemerintah Indonesia telah banyak melakukan program-program dalam peningkatan produksi tanaman kedelai. Petani masih sanagat kecewa dengan hasil prokduksi dan mutu tanaman kedelai menurun sehingga produser tempe mesih membeli kedelai import yang memiliki kualitas dan kuantitas yang bagus. Menurunnya produksi kedelai dikarenakan penangganan dalam budidaya tanaman kedelai belom maksimal dan salah satunya pada serangan hama yang berdampak besar pada penurunan produksi kedelai. Seranagan hama yang sering terjadi pada tanaman kedelai ialah serangan hama ulat jengkal.. Sangat perlu pembelajaran dalam penangganan hama pada tanaman kedelai. Kursus yang dilakukan di Desa Peunaron Lama/ WKPP Peunaron V pada bulan September 2017 yang memberikan pembelajaran tentang bagaimana cara pengendalian hama ulat jungkal, kegiatan kursus dipimpin oleh Agus Bakhtiar dan di bantu oleh (Kepala BPP Peunaron, Penyuluh PNS, Penyuluh THLTB). Petani di Kecamatan Peunaron masih sangat kurang respond dan memahami bagaimana cara pengendalian hama yang baik dan benar khususnya pada hama ulat jengkal. Pengendalian ulat jengkal yang banyak dilakukan saat ini adalah menggunakan insektisida. Penggunaan insektisida untuk mengendalikan serangga hama masih menjadi pilihan utama kan tetapi memiliki efek samping yang besar terhadap lingkungan. Pengendalian yang tepat dapat dilakukan dengan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Konsep PHT adalah memadukan berbagai komponen pengendalian untuk menurunkan status hama ke tingkat yang tidak merugikan tanaman dengan memperhatikan kualitas lingkungan. Komponen pengendalian yang dapat diintegrasikan untuk mengendalikan hama yaitu:1. mengusahakan pertumbuhan tanaman sehat dengan cara mengatur pola tanam, pergiliran tanam, sanitasi, pemupukan, pengelolaan tanah dan pengairan serta menggunakan tanaman perangkap,2. pengendalian hayati menggunakan musush aalami seperti predator, parasitoid, patogen serangga,3. penggunaan varietas tahan,4. pengendalian mekanis, menanam tanaman penghalang, menggunakan alat perangkap,5. pengendalian secara sifik (suhu panas, dingin, suara, kelembaban, perangkap cahaya),6. pengendalian secara genetik (teknik jantan mandul),7. penggunaan insektisida. Konsep PHT pada tanaman kedelai mejadi salah satu teknik pengendalain hama dan juga dapat menjaga lingkungan diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman kedelai. Kursus di Desa Peunaron Lama berjalan denga lancar, hal ini tidak terlepas dari koordinasi petani dengan penyuluh dan monitoring dan evaluasi kepala BPP Peunaron Banjar, SP yang bertujuan meningkatkan produksi tanaman kedelai. Penulis: Agus Bakhtiar, Admin Cyber Extention.