Loading...

PENGENDALIAN HAMA ULAT PADA TANAMAN BUNGA KOL

PENGENDALIAN HAMA ULAT PADA TANAMAN  BUNGA KOL
Kubis, kol, kobis (Brasisicae oleraceae) merupakan tanaman sayuran semusim yang banyak ditanami terutamanya pada dataran tinggi, di Indonesia. Tanaman kubis masih berkaitan erat dengan tanaman, seperti brokoli, kembang kol, dan kubis brussel. Namun, kubis memiliki tiga warna, yaitu berwarna hijau, unggu dan putih. Dalam budidaya tanaman kubis, perlu harus dahulu memperhatikan tanda dan gejala hama dan penyakit tanaman kubis untuk menghindari kerugian diakibatkan oleh hama dan penyakit tersebut. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi lebih dahulu harus mengetahui Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Tanaman Kubis serta pengendaliannya, diantara sebagai berikut: Hama dan Penyakit Tanaman Kubis A. Hama Tanaman Kubis 1. Ulat Daun Kubis (Plutella xylostella) Ulat ini memiliki ukuran relatif kecil berkisar 5-10 mm, berwarna hijau. Terkadang jika diganggu akan menjatuhkan diri dengan menggunakan benang. Gejala Serangan: Menyerang daun muda, dan dewasa hingga daun berlubang dan bahkan abnormal. Selain itu, hama ini hanya menyisihkan bagian urat-urat daunnya saja. Pengendalian: Penyemprotan dengan larutan insektisida berbahan aktif, seperti Abamectin, Alfa-sepermetrin, Asefat, Asetamiprid, Bacillus thuringiensis, Bensultap, dan sebagainya. 2. Ulat Tanah Kubis (Agrotis ipsilon) Ulat tanah memiliki ukuran 5-10 mm bahkan lebih, berwarna unggu kehitaman. Dalam bentuk larva berbentuk bulat kecil dan berwarna putih kekuningan. Gejala Serangan: Ulat ini menyerang pada pangkal batang muda, menjadi tidak normal sehingga menyebabkan rapuh, rusak dan mengakibatkan tanaman mati. Pengendalian: Penyemprotan dengan larutan Insektisida berbahan aktif, seperti Altacor 35 WG, Ampligo 150 ZC, Atabron 50 EC, Preva6thon 50 SC, Rampage 100 EC, Dyrsban 200 EC, Petroban 200 EC dan sebagainya. 3. Ulat Krop Kubis (Crocidolomia binotalis) Ulat yang baru menetas berwarna kelabu, kemudian berubah warna menjadi hijau muda dan terdapat tiga gars berwarna putih kekuningan dan dua harus disamping, kepala berwarna hitam. Umumnya ulat ini memiliki panjang sekitar 18 mm. Gejala Serangan: Menyerang daun muda sampai habis sampai tidak tersisa, tanaman pun menjadi rusak dengan adanya kotoran yang masih menempel bekas ulat tersebut. Pengendalian: Penyemprotan larutan Insektisida berbahan aktif, seperti Agrimec 18 EC, Amcomec 18 EC, Amect 18 EC, Calebtin 18 EC, Crespo 18 EC, Demolish 18 Ec, Dimec 18 EC, Isigo 18 EC, Matros 18 EC dan sebagainya. 4. Ulat Jengal Kubis (Plusia chalcites) Ulat jengkal berwarna hijau muda dengan panjang mencapai 15-20 mm, dengan ciri khusus berjalan menjengkal dari satu tempat ketempat lain. Gejala Serangan: Ulat ini makan daun muda dan tua, sehingga daun berlubag-lubang. Serangan larva ulat ini menyebabkan daun terdapat bercak-bercak putihpada daun dan menyebabkan daun tinggal epidermis dan tulang daun. Pengendalian: Penyemprotan dengan larutan Insektisida berbahan aktif, seperti Thuricide HP, Nugor 400 EC, Cyperin 250 EC, Cypermax 250/100, Sherpa 50 EC dan sebagainya. Hamdan, SP PPL Indrajaya