Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa oratorius) Menggunakan Perangkap Kepiting
Walang sangit (Leptocorisa oratorius Fabricius, (Hemiptera:Alydidae); syn. Leptocorisa acuta) adalah serangga yang menjadi hama penting pada tanaman budidaya, terutama padi. Hewan ini mudah dikenali dari bentuknya yang memanjang, berukuran sekitar 2 cm, berwarna coklat kelabu, dan memiliki "belalai" (proboscis) untuk menghisap cairan tumbuhan. Walang sangit adalah anggota ordo Hemiptera (bangsa kepik sejati). Walang sangit menghisap cairan tanaman dari tangkai bunga (paniculae) dan juga cairan buah padi yang masih pada tahap masak susu sehingga menyebabkan tanaman kekurangan hara dan menguning (klorosis), dan perlahan-lahan melemah. Nama hewan ini menunjukkan bentuk pertahanan dirinya, yaitu mengeluarkan aroma yang menyengat hidung (sehingga dinamakan "sangit").. Cara mengendalikannya adalah dengan penggunaan perangkap kepiting dan cairan diterjen ALAT DAN BAHAN : Botol air mineral Kepiting Kayu panjang 1,5 meter Diterjen Air bersih Tali rafia Parang CARA MEMBUAT : Bekas botol minuman air mineral dilubangi bagian samping atas lebar seukuran kepiting yang dijadikan umpan Botol diikat diujung batang kayu dengan tali rafia Botol diisi dengan larutan air diterjan kurang lebih 200 ml Kepiting yang busuk dimasukkan kedalam botol yang telah dilubangi Serangga akan datang apabila mencium bau busuk kepiting Perlahan lahan walang sangit kehausan dan akan turun ke cairan larutan diterjen Perangkap dan cairan diganti setiap satu minggu sekali Kebutuhan per 1000 M2 adalah 10 perangkap yang dipasang secara sig sag *) Sumber Antara TV Indonesia Penulis : Ida Royanik, SP Idaroyanik34@gmail. Com Admin Cyber Extension Kab. paser